Sungguh!! AKU MENCINTAIMU

Sungguh!! AKU MENCINTAIMU
#34 Kemarahan Devan


__ADS_3

" Ini dia yang aku cari ke mana aja sih kunci kontak sampai aku ngobok-ngobok tas aku mencari kamu." ucap Tania sembari melangkah kembali menuju ke arah mobilnya dengan tergesa-gesa, dia pun sampai di depan mobilnya dan beberapa saat kemudian mobil itu meninggalkan Rumah Sakit menuju ke arah kedainya menjemput sang Mamah.


Vino yang melangkah menuju ke ruangan Rania pun sudah sampai di depan pintu ruangan tersebut, dia membenarkan letak jas yang dipakainya dan melihat kembali bunga mawar yang di bawanya itu serta buah-buahan segar yang berada di tangannya, dia kemudian membuka pintu perlahan-lahan, Rania yang awalnya terlelap pun terbangun dan membuka matanya dia terkejut melihat seorang lelaki yang masuk ke dalam ruangannya itu, dia berusaha untuk duduk Karena rasa sakit di kakinya itu dia sedikit meringis, kemudian Vino pun melangkah mendekatinya.


" Jangan terlalu bergerak, nanti kamu merasakan sakit yang berlebihan." ucapnya sembari meletakkan buah segar di atas meja kecil yang ada di samping tempat tidurnya dan menyerahkan bunga mawar itu pada Rania dan Rania pun menerimanya sembari tersenyum, padahal diotaknya pun memikirkan siapa orang yang ada di depannya itu.


" Siapa lagi ini, aku baru aja melihatnya hari ini." ucapnya.


Saat Vino ingin duduk di bibir ranjangnya Kania pun mencegahnya.


" Maaf Pak, saya tidak mengenal Anda, tolong Bapak duduk di kursi yang sudah disediakan untuk tamu yang menjenguk saya." ucap Rania sembari tersenyum.


" Oh ya, saya lupa untuk memperkenalkan diri saya padamu, saya adalah Vino Arix orang yang telah membawa kamu ke rumah sakit ini, saat kamu tidak sadarkan diri tergeletak di jalan, waktu itu teman kamu memberhentikan mobil saya." ucapnya sembari tersenyum dan menarik kursi agar mendekat ke arah Rania.


Rania terlihat risih karena kedatangan Vino, dia baru saja mengenal Vino dan baru saja melihat Vino di hari yang sama.


" Terima kasih ya Pak, karena Anda sudah membantu saya dan terima kasih juga atas pertolongan Anda membawa saya ke rumah sakit ini." ucapnya.


" Itu tidak masalah, Oh ya kamu yang bernama Rania." Ucapnya


Rania mengangguk.

__ADS_1


" Ya..yaa.. bagus dan cantik sekali namanya seperti orangnya, Saya suka, bolehkah saya mengenal kamu lebih jauh dan dalam lagi, bolehkah kita bisa bersama-sama setelah kamu sembuh nanti." Ucapnya tersenyum dan membuat Rania terkejut.


" Hah? Mengenal lebih jauh dan dalam, maksud Anda apa ya?saya jadi tidak mengerti." ucapnya sembari menatap ke arah Vino dengan tatapan herannya.


" Ni orang konslet apa ya jaringan di otaknya, Aku aja baru melihat dia dan mengenal dia hari ini, mengapa dia mengatakan ingin mengenal lebih jauh dan lebih dalam lagi, wah! parah laki-laki ini, perlu disambung nih jaringan otaknya." ucap Rania dan tersenyum di dalam batinnya.


" Maaf, maaf, kamu jangan salah sangka dulu dengan perkataan saya tadi, maksud saya Apakah kita bisa berteman gitu, ya...lama-lama kita bisa mengenal satu sama lain." ucapnya sembari berdiri dan mendekati Rania, Rania menatap ke arah pintu berharap ada seseorang yang datang melalui pintu itu dan menyelamatkan dia dari laki-laki yang ada di hadapannya yang sedari tadi berbicara tidak jelas ke mana arah tujuannya.


Vino tersenyum, Dia kemudian meletakkan kedua tangannya di bibir ranjang Kania dan membuat Rania menggeserkan tubuhnya ke arah kiri.


" Aku harus minta pertolongan pada siapa? kalau seandainya laki-laki ini berbuat jahat denganku, karena di ruangan ini hanya aku sendiri." batinnya.


" Maafkan saya pak, karena saya baru aja ketemu sama Anda hari ini dan hari ini juga saya melihat Anda, saat Anda menolong saya, saya kan tidak sadarkan diri jadi wajar dong kalau saya ini menjaga jarak pada Anda, bukan apa-apa, karena saya benar-benar baru mengenal Bapak hari ini, maafkan saya Pak, lebih baik Bapak duduk di tempatnya dan jangan berdiri dekat saya, karena saya tidak enak melihatnya, nanti kalau teman-teman saya datang ke sini dan mereka melihat Bapak berada di samping saya seperti ini, menimbulkan pikiran mereka yang tidak-tidak tentang saya, saya mohon pak bertamulah dengan selayaknya, karena kita berdua baru kenal, itu pun sangat singkat sekali." ucapnya sembari menangkupkan kedua tangannya ke arah Vino.


Vino hanya tersenyum saja mendengar ucapan dari Rania, kemudian dia mensedekapkan tangannya didada sambil menatap ke arah Rania.


" Devan memang sangat teliti memilih seorang wanita, ternyata pilihan Devan sangat berkualitas, ini yang aku suka, aku akan perlahan-lahan merebut Rania darinya, aku ingin melihat Devan bertekuk lutut di hadapanku, memohon agar aku lepaskan Rania, kalaupun itu terjadi, aku akan merasa sangat bahagia sekali." gumamnya dalam batinnya sembari menatap lekat ke arah Rania, Rania yang ditatap pun merasa risih dan gelisah, karena dia tidak menyukai kehadiran Vino ada di hadapannya sekarang ini, terbersit di otaknya sekarang adalah wajah Devan, di dalam pikirannya hanya menyebut nama Devan yang terucap dari bibirnya pelan.


" Pak Devan segeralah datang." ucapnya sembari memalingkan wajahnya ke arah kiri agar Vino tidak melihat dia mengucapkan sesuatu.


Vino kemudian duduk di bibir ranjang Rania membuat tubuh Rania bergeser sedikit kembali dari arah semula, Vino tersenyum melihat sikap Rania yang membuat dia semakin gencar untuk mendapatkan Rania menjadi miliknya.

__ADS_1


" Oh ya, aku mau bertanya denganmu, ada hubungan apa kamu dengan Devan? sehingga depan sangat panik saat mendengar kamu mengalami kecelakaan dan hampir saja wajah gantengku ini mendapatkan bogem mentah darinya."


Saat Rania ingin mengucapkan sesuatu, menjawab pertanyaan dari Vino, pintu ruangan pun terbuka, terlihat wajah tampan Devan melangkah dengan gagahnya menuju ke arah tempat tidur Rania, terlihat wajah Rania sangat bahagia karena kedatangan Devan, Vino menoleh ke arah Devan, tanpa pikir panjang lagi, Devan pun langsung menarik tangan Vino dan mendorongnya untuk menjauh dari Rania.


Kemudian dia pun mencengkram kerah baju Vino.


" Apa telinga kamu bermasalah hah!! sehingga kamu tidak mendengarkan apa yang aku katakan malam itu!!" ucapnya dengan nada yang sangat emosi.


Vino memegang kedua tangan Devan yang berada di kerah bajunya itu, dengan senyumannya seakan-akan menantang emosi Devan, tapi sayang, emosi Devan tidak terpancing dia hanya sebatas memegang kerah bajunya saja, dan tidak mencelakai Vino, walaupun dia sebenarnya menyimpan amarah yang sangat besar pada Vino, sekuat tenaga dia menahannya, karena dia tahu tentang sifat Vino seperti apa, ditambah lagi mereka berada di Rumah Sakit.


" Jangan sekali-kali kamu mengganggu Rania karena aku sudah menjelaskan padamu kalau Rania itu adalah kekasihku! karena kamu sudah melanggar ucapanku, sekarang kamu harus pergi dari ruangan ini atau tidak kamu akan merasa malu untuk selama-lamanya!!" ucap Devan sembari mendorong pelan tubuh Vino dan melepaskan cengkramannya, Vino kemudian tersenyum sinis sembari merapikan kerah bajunya dan membenarkan letak dasi yang melekat di lehernya itu.


Rania terkejut dengan ucapan Devan kalau dia adalah kekasihnya.


" Devan! kamu salah sangka, aku dan kekasih kamu itu tidak berbuat apa-apa di dalam ruangan ini, kamu bisa menanyakan kembali dengan dia, tidak ada yang kami lakukan selain berbicara aja." ucapnya sembari menatap ke arah Rania.


Devan kemudian menatap ke arah Rania sesaat dan melihat letak tubuh Rania yang bergeser hampir ke ujung bibir ranjangnya, terlihat sekali kalau Rania menghindari Vino saat Vino berada di dalam ruangan Rania.


" Aku tidak ingin mendengarkan penjelasan kamu! sekarang kamu pergi dari ruangan ini atau aku akan memanggil security rumah sakit ini untuk menyeret kamu keluar dari ruangan ini!!" ucap Devan dengan menatap Vino dengan tatapan marahnya.


Rania terdiam, dia tidak menyangka kalau Devan memiliki kemarahan yang luar biasa, tapi mampu dia menahannya dan tidak menyakiti orang yang membuat dia marah. Vino pun kemudian melangkah meninggalkan ruangan itu, Tapi sebelumnya dia mengatakan kepada Rania kalau dia pasti akan datang lagi untuk menjenguk Rania dan tetap akan menjadi temannya Rania.

__ADS_1


__ADS_2