Sungguh!! AKU MENCINTAIMU

Sungguh!! AKU MENCINTAIMU
#44 Prewedding


__ADS_3

#44 Prewedding 🥰


Mobil pribadi Devan berhenti disebuah studio fhoto yang terkenal yang ada dikota tersebut, mereka pun turun dari mobil dan melangkah menuju pintu utama studio itu, didepan pintu studio sudah disambut dengan salah satu karyawan studio tersebut dan mengarahkan mereka langsung menuju kedalam dan menemui sang pemilik Studio.


Karena Devan sudah mengenal pemilik Studio itu yang bernama Rusdi.


Sang pemilik studio pun tersenyum dengan melihat kedatangan Devan dan Rania, karena Rusdi sudah dihubungi Devan tadi malam, dan dengan senang hati Rusdi menunggu mereka datang.


" Apakabar pak CEO..." ucapnya seraya mengulurkan tangannya bersalaman menyambut kedatangan teman satu sekolahnya itu walaupun tidak terlalu akrab dan bertegur sapa saat sekolah dulu, tapi sudah masing-masing memiliki kehidupan yang berbeda merekapun saling bertegur sapa dan sama-sama saling mengunjungi.


" Sangat baik." ucapnya sembari tersenyum dan menyambut uluran tangan dari Rusdi sang pemilik studio tersebut.


Devan juga menggunakan jasa istri Rusdi untuk penggunaan baju pengantin serta baju prewedding-nya karena istri Rusdi adalah seorang desainer kondang yang terkenal di kotanya itu bahkan sudah merambah ke mancanegara.


" Ini ya calon Nyonya CEO?" ucap Rusdi sembari menyalami Rania dan Rania hanya tersenyum menyambut uluran tangan Rusdi itu.


" Mari silahkan duduk." ucapnya mempersilahkan kedua pasangan tersebut untuk duduk.


" Tunggu sebentar ya, aku sudah menghubungi istriku dia masih dalam perjalanan untuk membawa pakaian prewedding yang kamu inginkan itu." ucapnya menjelaskan pada Devan, Devan hanya menganggukkan kepalanya sembari melirik ke arah Rania.

__ADS_1


" Pintar juga ya kamu memilih pasangan cantik dan cocok sekali denganmu."


" Terima kasih, mungkin sudah takdirnya hehehe." ucapnya dan menyentuh tangan Rania dan menggenggamnya, Rusdi merasa senang melihat teman sekolahnya itu mendapatkan jodoh yang terbaik, karena Rusdi bisa menilai bagaimana sikap Rania dengan kepolosannya itu dan terlihat juga Rania tidak menyombongkan dirinya karena sudah dipersunting oleh seorang CEO yang memiliki beberapa perusahaan itu dengan cara dandanan apa adanya sudah membuat Rania terlihat sangat cantik dan tidak terlalu glamour.


Beberapa saat mereka menunggu kemudian istri tercinta Rusdi pun datang memasuki ruangan sembari membawa salah satu asistennya yang sedang membawa satu buah koper yang di mana isi di dalamnya adalah baju untuk pre-wed mereka berdua Dan salah satu contoh pakaian yang akan dikenakan mereka saat acara resepsi dan ijab kabulnya.


" Maaf Pak Devan, sudah lama menunggu, biasa macet." ucapnya tersenyum.


Devan hanya tersenyum.


" Ini ya calon istrinya?"


" Iya Mbak." ucap Devan dan Rania pun tersenyum dengan istrinya Rusdi, istri Rusdi yang bernama Wiwin itu tersenyum dia menganggukkan kepalanya karena dia merasa pakaian yang dibawanya tidak salah untuk wanita secantik Rania.


Devan pun tersenyum sesekali dia melirik ke arah Rania, walaupun Rania merasa pernikahannya yang dilakukan Devan dengannya itu hanya sebatas kontrak kerja, tapi Rania terlihat sangat profesional dia tidak menampakkan di wajahnya kalau itu hanyalah sebagian dari kerjaan dirinya yang sudah ditandatanganinya dengan Devan, tapi tidak melainkan dengan Devan, dia menganggap pernikahan dirinya itu adalah untuk selama-lamanya, karena Devan sudah merasa nyaman dengan Rania dan dia tidak akan pernah melepaskan Rania darinya, dikarenakan di dalam surat kontrak kerja itu tidak ada batasnya kapan mereka akan mengakhiri pernikahan tersebut, Devan yakin seiring jalannya waktu Rania akan merasa nyaman bersama dengannya.


" Baiklah Devan, kita mulai aja, silakan kamu berganti pakaian, aku sendiri yang akan melakukan pemotretan itu." ucap Rusdi tersenyum.


" Wah! fantastis sekali karena biasanya kan anak buah kamu, tapi ini langsung bos dari studio ini."

__ADS_1


" Ini adalah untuk teman terbaikku." ucapnya sembari tersenyum menepuk pundak Devan dengan pelan, Mereka pun kemudian menggunakan pakaian yang sudah disiapkan tersebut, beberapa saat Devan menunggu Rania yang sedang dipermak memakai pakaiannya dan sedikit riasan di wajahnya itu membuat Rania tambah cantik, saat Rania keluar dari ruangan rias Devan terperangah karena melihat kecantikan Rania.


" Ya Tuhan, cantik sekali!" ucapnya sembari tersenyum, Mereka pun kemudian melangkah menuju tempat pemotretan.


Beberapa jam kemudian pemotretan itu pun selesai dengan hasil yang memuaskan, Devan dan Rania pun kembali menggunakan pakaian pribadinya dan kembali duduk di tempat mereka semula untuk membicarakan tentang fitting baju pengantin bersama dengan Wiwin, setelah disepakati dengan Wiwin Mereka pun kemudian berpamitan dan Devan membawa salah satu foto preweddingnya yang besar sekali dicetak oleh Rusdi untuk dipampang di ruangan pribadinya yaitu kamarnya dan kamar kerjanya yang ada didalam rumahnya, karena Devan menginginkan foto prewedding itu yang dianggapnya sangat romantis bersama dengan Rania karena posisi Rania saat itu tidak terlihat terpaksa di dalam foto tersebut, dia begitu mesra memeluk Devan dan Devan pun merangkulnya dengan mencium kening Rania, terlihat sekali ke romantis di dalam foto tersebut, membuat Devan merasa bahagia walaupun hanya terlihat di dalam sebuah foto yang dicetak terlihat sangat besar itu, walaupun sebenarnya kenyataannya bertolak belakang dari foto itu.


Setelah keluar dari ruangan studio tersebut Devan dan Rania diantar sampai keluar oleh Rusdi dan Wiwin, Devan dan Rania pun meninggalkan depan studio Rusdi dan melajukan mobilnya tersebut menuju ke arah Rumahnya,terlihat seseorang melihat mereka berdua yang baru saja meninggalkan studio foto itu.


" Itukan Devan, bersama seorang wanita, ada hubungan apa dengan wanita itu sehingga mereka baru saja keluar dari studio foto itu, bukankah studio itu untuk pemotretan prewedding? Apakah itu calon istrinya Devan?" ucap wanita yang ada di seberang jalan tersebut siapa lagi kalau bukan Sintya saat itu Sintya berada di salah satu butik yang ada di depan studio foto Rusdi.


" Apakah mereka mengadakan foto prewed berdua? ini tidak bisa dibiarkan!! Aku tidak ingin kehilangan Devan!! Devan harus menjadi milikku bukan menjadi milik wanita lain, Devan adalah target utamaku!!" ucapnya sembari memasuki mobilnya menuju ke arah kantor Sang papah, Sintya tidak melihat terlalu jelas wajah Rania, karena Rania sudah memasuki mobil pribadi Devan terlebih dahulu,sedangkan dia melihat jelas wajah Devan, dengan kesal dia melajukan mobilnya itu menuju ke arah kantor sang papa.


" Aku tidak ingin Devan bahagia dengan wanita lain, Devan harus tetap menjadi milikku!" ucapnya sembari berbicara sendiri sembari melajukan mobilnya tersebut.


Devan kemudian melajukan mobilnya itu ke arah tempat yang berbeda, Rania yang merasa heran itupun mulai bertanya.


" Bukankah kita mau pulang ke rumah, tapi ini bukan arah jalan menuju ke rumah pak Devan.?"


" Aku ingin membawa kamu ke toko perhiasan untuk membeli cincin pernikahan kita." Jawabnya tersenyum.

__ADS_1


Rania hanya menghela nafasnya dengan pelan, Dia pun kemudian memalingkan wajahnya ke arah lain, dianya pasrah mengikuti keinginan Devan.


Depan melirik ke arah Rania sesaat kemudian dia pun tersenyum dia melajukan kembali mobilnya menuju ke sebuah pusat perbelanjaan yang termegah yang ada di kotanya tersebut.


__ADS_2