
#62 Kedatangan Sarah Kekota🌹
Di kampung kelahiran Rania.
Sarah yang sudah mengetahui kalau Baron masuk penjara dia pun merasa tidak terima karena dia merasakan kalau Baron tidaklah bersalah dia pun berinisiatif untuk pergi ke kota bersama dengan sang ibu untuk menemui Baron di di hotel prodeo gratis.
" Ibu aku tidak terima kalau sampai Mas Baron memang benar-benar dipenjara terlalu lama, siapa sih orang yang memenjarakan Mas Baron sampai segitunya, Apa yang dilakukan Mas Baron sehingga dia harus masuk ke dalam bui."
" Ibu juga tidak tahu siapa yang memenjarakannya yang jelas katanya orang kaya yang memenjarakan Baron karena Baron membuat kesalahan dengan teman wanita si orang kaya itu."
" Apa yang dilakukan Mas Baron kalau sampai orang kaya itu memenjarakannya, aku mau bicara dengan mas Baron ayo ibu kita berangkat ke kota sekarang.,"
" Kalau kita berangkat ke kota kita tinggalnya di mana, kamu pikir dong uang yang penjualan rumah dari Rania aja kita sudah mulai menipis kamu selalu yang menghabiskannya."
" Maksud ibu aku yang menghabiskannya? Ibu nggak sadar apa yang sering ibu beli?seharusnya ibu sadar diri kalau memang Ibu tidak bisa memilikinya ibu nggak usah ikut-ikutan dengan mereka, mereka itu memiliki uang yang banyak ibu, tapi kita memiliki uang yang banyak hanya kita gunakan untuk kehidupan kita sehari-hari setelah itu habis, sedangkan mereka semakin hari semakin banyak, seharusnya ibu sadar bukan aku yang menghabiskan uang itu, aku cuma sekedar mempercantik diri aku aja setelah itu selesai." ucapnya begitu mudahnya dia mengucapkan kata-kata itu di hadapan sang ibu padahal apapun kehendaknya Ibu Rina selalu menurutinya.
Ibu Rina hanya menghela Nafasnya dengan panjang.
" Ibu tidak mau pergi ke kota, kalau kamu mau pergi silakan kamu pergi sendiri Kamu bisa menemui Baron sendiri, seharusnya kamu yang sadar Baron itu hanya memanfaatkan kamu saja, Walaupun dia kaya tapi dia tidak mau keluar biaya untuk berpacaran denganmu, kekasih macam apa seperti itu, Ibu bersyukur aja kalau dia di penjara biar dia tahu rasa." ucap Bu Rina sembari melangkah meninggalkan Sarah yang duduk di kursi ruang tamu rumahnya itu.
__ADS_1
Sarah pun kemudian berdiri dan mengikuti langkah sang Ibu, Dia kemudian membujuk ibunya itu agar bisa ikut bersamanya ke kota, karena dia tidak ada orang yang dikenalnya di kota selain ibunya yang memiliki beberapa orang teman berada di kota itu.
" Ibu ayolah, kita berangkat ke kota siapa tahu nanti kita ketemu sama Rania kan kita bisa tinggal sama Rania kita pura-pura baik aja kita sama dia, agar dia mau menampung kita tinggal dirumahnya, Sarah yakin Rania pasti memiliki rumah sendiri walaupun itu hasil ngontrak, setidaknya kan dia berusaha ayolah Bu, Ibu tega membiarkan anak ibu yang cantik ini yang aduhai ini pergi ke kota sendirian, Ibu nggak takut apa nanti kalau aku diganggu anak-anak kota, ibu kan tahu orang kota itu bagaimana, bila melihat orang desa yang bening-bening seperti aku ini." ucapnya sembari merangkul sang ibu Bu Rina hanya menghela nafasnya dengan pelan, kemudian dia pun menganggukkan permintaan anaknya itu.
" Terima kasih ya bu, karena Ibu mau menemani aku ke kota."
Bu Rina hanya menganggukkan kepalanya kembali, kemudian Sarah pun melepaskan rangkulannya pada sang Ibu Dia kemudian mempersiapkan keperluan dia untuk menuju ke kota bersama sang ibu.
*****
Rania yang sudah sah menjadi istrinya Devan pun tidak memperbolehkan depan tidur satu ranjang dengannya Devan dipersilakannya tidur di sofa yang ada di dalam kamarnya tersebut, sedangkan dia tidur di ranjang Devan, Devan hanya mengiyakan apa yang diinginkan oleh Rania, karena Rania berpikiran kalau pernikahan itu hanya sekedar keinginan Bosnya di atas kertas saja.
Setelah Rania rapi dia pun kemudian keluar dari dalam kamar tersebut, dia membiarkan Devan yang masih tertidur di sofa itu, Rania memang tahu kalau Devan mencintainya, tapi dia masih belum yakin dengan dirinya sendiri, walau sebenarnya dia juga sangat menyukai Devan.
Rania dan Devan memang satu kamar tapi tidak tidur satu ranjang dia masih menjalankan kewajibannya sebagai sang istri mempersiapkan pakaian Devan setelah mandi dan menyiapkan sarapan pagi untuk sang suami serta membuatkan minuman kesukaan Devan yang setiap pagi hari selalu diminumnya.
Mereka kemudian pun menikmati sarapan paginya bersama, senda gurau pun tercipta di antara mereka di meja makan tersebut.
Bis yang membawa ibu dan anak itu pun sudah sampai di kota di mana Rania berada, Bu Rina kemudian menghubungi salah satu temannya yang fikota tersebut, beberapa saat mereka menunggu sebuah mobil menemui mereka di terminal bus, siapa lagi kalau bukan temannya Bu Rina, Mereka kemudian memasuki mobil tersebut dan menuju ke arah rumah teman Bu Rina tersebut yang bernama Bu Isna.
__ADS_1
" Maafkan kami ya Isna karena sudah merepotkan kamu.'
" Nggak apa-apa Rina, namanya juga teman selagi kamu berada di sini kamu boleh tinggal di rumahku, karena suamiku juga tidak ada di rumah dia ditugaskan Bosnya ke luar negeri beberapa bulan untuk menangani perusahaan yang ada di sana."
" Sekarang kamu enak ya hidupnya mempunyai suami yang sangat sayang denganmu dan semua kebutuhan kamu dicukupi." ucap Bu Rina sembari tersenyum.
" Ah! biasa aja Rina, Mas Cipto adil kok walaupun aku menjadi istri kedua dan istri pertamanya juga berkecukupan sama seperti aku." ucap Bu Isna.
" Apa? kamu istri kedua? jadi kamu masih ada madu.?"
Bu isna menganggukkan kepalanya dengan memberikan senyum terbaiknya pada Bu Rina.
Nerapa saat kemudian mobil yang dikendarai oleh Bu Rina dan Sarah beserta Bu isna itu pun memasuki sebuah halaman rumah yang terlihat sangat mewah, mereka bertiga pun turun dari mobil dan melangkah menuju ke pintu utama rumah tersebut, Sarah dan Bu Rina pun terperangah melihat rumah temannya itu.
" Ibu, ini baru mantap menjadi istri kedua, tidak seperti Ibu menjadi istri kedua tapi tetap aja miskin." ucap Sarah berbisik, Bu Rina pun kemudian menyenggol Sarah dan mendelik ke arah sang anak.
" Rina kamu bisa tidur di kamar tamu bersama dengan anakmu, anggaplah Ini rumahmu, kamu boleh menggunakan apa saja di rumah ini, karena aku di sini hanya tinggal sendiri kalau malam, Kalau pagi sampai sore masih ada asisten Rumah tanggaku." ucapnya.
" Kenapa mereka tidak tinggal aja di rumahmu biar kamu tidak repot mengurusi rumah kamu ini yang segitu besarnya."
__ADS_1
" Aku tidak mau karena kalau asisten rumah tangga aku berada di sini aku tidak pengen ribut aku kan pengennya ketenangan apalagi saat suamiku datang aku tidak ingin orang lain melayani suamiku seperti memberi makannya ataupun menyiapkan segala sesuatunya."
Bu Rina dan Sarah pun menganggukkan kepalanya kemudian mereka berdua diantar ke kamarnya untuk bisa beristirahat dari perjalanan jauhnya dari desa ke kota.