
#46 Cincin Berlian 😍
Mereka pun kemudian berhenti di sebuah toko berlian yang besar, karyawan toko itu pun mendekati Devan dan mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam kemudian berbicara dengan salah satu penjaga yang ada di dalam tersebut.
" Ada yang bisa saya bantu.?"
Sebelum Devan berkata, pemilik toko perhiasan itu pun keluar dan menyapa Devan karena pemilik itu sudah mengenali Devan.
" Halo Nak Devan, tumben baru aja ke sini." ucap pemilik toko tersebut, karena pemilik toko itu adalah teman sang mama dan keluarga Devan selalu berlangganan di toko perhiasan tersebut, baik untuk keluarga pribadi ataupun untuk hadiah teman, sahabat dan kawan yang sedang berulang tahun ataupun melangsungkan pernikahan.
" Baik Bu, gimana kabar Ibu sekarang?"
" Sama, kabar baik juga, gimana kabar Mamahmu sekarang?lama tidak ke sini.?"
" Mamah lama di luar negeri bersama adik saya, dan baru beberapa hari berada di Indonesia, mungkin nanti pasti sudah berkunjung ke sini."
__ADS_1
" Salam ya untuk mamanya."
" Iya nanti saya akan sampaikan."
" Oh ya ke sini mau mencari apa nih" ucap pemilik toko tersebut yang bernama bu Titi sembari menatap ke arah Rania,seraya tersenyum, Rania juga tersenyum membalas sapaan senyum dari Bu Titi.
" Saya ingin mencari model terbaru dari cincin berlian."
" Oh banyak Nak, banyak sekali, baru aja datang model baru, kalau ingin modelnya yang baru silakan pilih saja spesial untuk kamu ibu yang akan melayani kamu mencari cincin tersebut, apakah untuk kekasih kamu ini atau untuk pernikahan kamu?"
" Untuk cincin pernikahan Bu, ini calon istri saya." ucapnya sembari menoleh ke arah Rania dan Rania memberikan senyumannya kepada Devan dan ibu Titi.
" Terima kasih Bu,Ibu benar sekali,dia memang terlalu cantik untuk saya, Tapi Karena kecantikannya itulah saya jadi jatuh hati padanya." ucap Devan sembari mengedipkan matanya pada Rania secara romantis membuat jantung Rania berdegup dengan kencang mendengar ucapan dari Devan itu, membuat Rania salah tingkah dan langsung menatap ke arah Devan kembali.
" Pak Devan ini apa-apaan sih, di depan orang selalu muji seperti itu, padahal ini kan cuma pernikahan di atas kertas kontrak pekerjaan yang sewaktu-waktu saja bisa dengan mudah olehnya disudahinya, tapi bagiku kata nikah itu di dalam hidupku hanya sekali dalam seumur hidup, tapi apakah ini sekali dalam seumur hidup dalam hidupku saat ini? karena pernikahan ini hanya tertera di atas kontrak kerja yang hanya aku dan dia yang tahu,Ya Tuhan kenapa garis hidupku seperti ini, menikah dengan orang yang hanya atas perintah pekerjaan saja " ucapnya sembari menoleh ke arah lain karena dia tidak ingin memperlihatkan wajahnya yang sedih di hadapan Devan dan di hadapan Ibu titi pemilik toko perhiasan tersebut karena dia tidak ingin memberi malu dengan langganan calon ibu mertuanya itu, walaupun pernikahan ditandatanganinya hanya karena suatu kontrak pekerjaan yang tidak bisa dihindarinya lagi, dia tetap tidak akan memberi kata malu pada keluarga yang sudah sangat baik padanya itu.
__ADS_1
Terlihat Bu Titi pun mengeluarkan semua model terbaru yang baru saja beberapa jam datang ke tokonya itu, kemudian Devan pun memperlihatkan semuanya pada Rania satu persatu dipasangkan kejari tangan Rania, mencari model yang cocok untuk jari Rania,Devan dengan teliti memilih cincin tersebut untuk calon istrinya itu, Rania hanya pasrah mengulurkan tangannya dan jari-jemarinya untuk dipasangkan beberapa cincin berlian tersebut, setelah ditemukan yang terbaik dari yang terbaik untuk Rania Devan pun memilih cincin yang couple untuk mereka berdua, Setelah semuanya disepakati cincin pun dibayar melalui via transfer yang harganya bernilai fantastis, dan Rania tidak tahu berapa uang yang dikeluarkan oleh Devan untuk membeli sepasang cincin pernikahan untuk dia dan Devan tersebut, Kemudian mereka pun berpamitan dengan ibu Titi, Devan dan Rania keluar dari toko perhiasan langganan keluarganya itu.
Sebelum mereka melangkah jauh dari toko perhiasan tersebut, Devan menanyakan sesuatu pada Rania.
" Apakah kamu mau membeli sesuatu? sebutkan aja dan Apa keinginan kamu mumpung kita berada di dalam Mall ini, kamu bebas mau memilih apa saja." ucapnya sembari tersenyum pada Rania.
Rania menoleh ke kiri dan ke kanan dan menyapu semua isi Mall itu dengan pandangan matanya, kemudian dia pun hanya menghela nafasnya dengan pelan,Devan menatap ke arah Rania.
" Katakan, apa yang ingin kamu mau?"
" Tidak ada yang ingin aku mau, sekarang Aku ingin pulang aja ke rumah, karena aku merasa capek hari ini "
" Apakah kamu tidak mau membeli sesuatu seperti tas, baju, ataupun perlengkapan make up lainnya untukmu?" ucapnya lagi.
Rania hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Tidak usah! aku tidak mau membeli itu semua, karena aku tidak ada keinginan untuk membelinya." ucapnya kembali menatap ke arah Devan, kemudian Devan pun tersenyum dan langsung meraih tangan Rania kembali dan membawanya untuk turun ke lantai bawah dan menuju ke arah mobilnya, saat dia sudah berada di lantai bawah dan Rania pun tidak merasa takut lagi melewati eskalator tersebut, Mereka pun bergandengan tangan menuju ke arah luar, saat mereka berada di tengah-tengah lantai bawah itu mereka tidak menyadari seseorang sudah melihatnya dan orang itu pun mendekati mereka sembari memanggilnya.
" Rania !!" mereka berdua langsung menoleh ke arah suara.