
#47 Bertemu Lagi 😔
" Rania tunggu sebentar!" panggilnya kemudian mereka berdua saling pandang, Rania terkejut dengan suara tersebut siapa lagi kalau bukan Vino, sedangkan Devan memasang muka marahnya.
Vino tidak menghiraukan kalau Rania sedang berjalan dengan Devan dan saling bergandengan tangan, dia pun kemudian ingin meraih tangan Rania namun segera ditepiskan oleh Devan.
Devan kemudian menarik pelan tangan Rania,yang berada di sampingnya menjauh sedikit dari Vino.
" Buat apa kamu mau menyentuh Rania, aku sudah mengatakan kepadamu jangan sekali-kali kamu menyentuh Rania dan jangan sekali-kali lagi kamu menemui Rania serta mengganggu Rania!"
" Aku tidak mengganggu Rania, aku juga tidak menyentuh Rania." ucapnya santai.
" Apa kamu bilang? tidak menyentuhnya? Terus tadi barusan Apa hah?! kamu ingin meraih tangannya, kamu tidak sadar apa kalau Rania ini adalah milikku!! asal kamu tahu sebentar lagi aku akan menikah dengan Rania."
__ADS_1
" Apa?? kamu akan menikah dengan Rania?"
" Apa aku kurang keras berkata? apakah aku harus berbicara disamping telingamu lebih dekat biar kamu jelas kalau aku dan Rania sebentar lagi akan menikah!!"
Vino menatap sinis Devan dan Devan tersenyum sinis pada Vino.
" Apakah benar kamu akan menikah dengan Devan Rania?"
Rania menghela nafasnya dengan pelan dan menatap Vino dengan tatapan mata yang tajam.
" Tutup mulutmu! jangan buat aku kehilangan kesabaranku!!" ucap Devan sembari menunjuk ke arah Vino, Vino hanya tersenyum sinis pada Devan.
" Aku bertanya dengan Rania bukan bertanya denganmu, aku rasa Rania merasa takut denganmu karena ancaman kamu, jelas-jelas Kamu itu orang yang paling bobrok aku rasa Rania sudah tahu dengan sikap kamu seperti ini makanya Rania diam."
__ADS_1
" Aku tidak menyangka saja seorang pengusaha terkenal seperti kamu pintar membolak-balikkan fakta."
" Membolak-balikkan Fakta? maksud kamu apa?"
" Dengan mengirimkan sebuah foto diri kamu sendiri dengan editan wajahku, kamu berikan kepada Rania yang gadis polos tidak tahu apa-apa tentang kecanggihan masa kini, aku sangat menyayangkan sekali karena kamu menjelekkan aku tapi tidak sesuai dengan keadaanku sekarang, sebenarnya kamu itu membuat masalah diri kamu sendiri dan masalah yang kamu buat itu adalah kejelekan Kamu sendiri yang kamu ceritakan kepada orang lain dengan mengatasnamakan orang lain juga! seharusnya kamu malu berbuat seperti itu, oke!! kalau kamu ingin bersaing dengan pekerjaan dan perusahaan yang sedang aku geluti, tapi cara kamu salah!sangat salah sekali!!" ucap Devan seraya menatap ke arah Vino, tapi Vino lagi-lagi tersenyum sinis dia tidak menghiraukan ucapan Devan itu, kemudian dia pun tetap ingin meraih tangan Rania dan tetap ditepiskan oleh Devan.
" Rania bicaralah kamu pasti percaya akan kata-kataku tadi kan? kamu jangan terpengaruh dengan ucapannya padamu."
" Maafkan saya pak Vino saya lebih percaya dengan calon suami saya daripada percaya dengan Anda! karena Anda memang sudah mencemarkan nama baik calon suami saya, dengan memanfaatkan keluguan dan ketidaktahuan saya, dan sekarang saya mohon pada Anda jangan mengganggu saya, karena saya sudah menjadi calon istri dari orang yang ada di hadapan Anda Devan Dharmendra!" ucapnya sembari mendekatkan dirinya pada Devan dan menggenggam tangan Devan di hadapan Vino, terlihat Vino terkejut dia tidak menyangka kalau Rania yang dikiranya sangat lugu itu tapi ternyata dia sangat pintar, dan tidak mudah percaya padanya dengan kata-kata yang diucapkannya tadi saat berbicara dengan Rania di sebuah Kedai kopi.
" Apa kamu mempercayai Devan? Apa kamu tidak melihat bukti nyata yang aku kasihkan denganmu itu?" Kamu harus percaya denganku Rania, kamu tidak boleh percaya dengan Devan yang mengatakan semuanya adalah editan, bukalah dirimu dan hatimu karena sebuah pernikahan itu tidak untuk sementara tapi untuk selama-lamanya." ucapnya lagi terus saja menyakinkan Rania dengan ucapan bohongnya itu.
" Maafkan saya, karena saya tidak pernah percaya dengan Anda, jagalah bicara dan martabat diri Anda, ini adalah di tempat umum, dan jangan sekali-kali menyentuh saya, karena saya sudah dimiliki oleh orang lain, sebab tidak pantas Anda mengganggu calon istri orang lain, lebih baik Anda pergi dari hadapan saya, daripada nanti Anda bertambah malu dipandangi oleh orang-orang di sekitar ini, Anda sekarang ini berada di pusat perbelanjaan yang di mana banyak orang berada di sini, apa Anda tidak malu nantinya kalau seandainya mereka tahu seorang pengusaha muda yang terkenal membuat kesalahan dengan menyentuh calon istri orang lain dan menginginkannya percaya dengan kata-kata bohong Anda!" ucap Rania sembari menatap Vino dengan lekat, Vino kehabisan kata-kata karena sudah dikatakan Rania seperti itu, dia tidak menyangka kepolosan Rania itu membuat bumerang bagi dirinya sendiri, Devan tersenyum mendengar bantahan Rania terhadap Vino.
__ADS_1
Devan lalu menarik pelan Rania untuk meninggalkan Vino di tengah keramaian di pusat perbelanjaan tersebut, Vino hanya menatap langkah mereka berdua meninggalkannya dan menghilang di pintu utama Mall tersebut, setelah Vino tidak melihat sama sekali mereka berdua, Vino pun kemudian meremas rambutnya dan menampakkan wajah kekalahan dan kekesalannya itu, dia kemudian melangkah meninggalkan Mall itu menuju ke arah mobilnya beberapa saat kemudian mobil Rania dan mobil Vino sudah meninggalkan Mall yang terbesar yang ada di kotanya itu.