
#49 Rahasia Tania.🥺
Beberapa saat kemudian mobil taksi yang ditumpangi Rania pun berhenti di depan sebuah diskotik yang masih tutup, dia pun kemudian turun dari taksi tersebut setelah membayar biaya perjalanannya itu, dia menatap sesaat diskotik tersebut lalu dia melangkah tergesa-gesa menuju ke arah pintu utamanya, Dia mengetuk sambil melihat-lihat ke kiri dan ke kanan, pintu itu terbuka.
" Mbak Rania?" ucap salah satu karyawan diskotik itu.
" Iya, saya Rania yang tadi dihubungi oleh teman saya, di mana teman saya sekarang?" tanyanya sembari menengok kiri dan kanan dalam ruangan itu.
" Mari ikut saya Mbak, teman Mbak ada di sana." ucapnya menunjukkan arah Tania yang sudah menelungkupkan wajahnya di atas meja karena terlalu banyak minum. Rania menganggukkan kepalanya kemudian dia tergesa-gesa melangkah menuju ke arah Tania, dia pun kemudian menyentuh pundak Tania, dan mengangkat Tania, agar bisa duduk bersandar di sofa tersebut.
" Tania... bangun Tania, Hey...Tania, ini aku, Rania!" ucapnya pada Tania sembari menepuk-nepuk pipinya Tania dengan pelan, Tania yang terlihat setengah sadar itu dan mengoceh dengan menyebut nama seseorang.
" Kamu jahat Renaldi!!Kamu jahat Rinaldi!!" ucapnya
" Tania sadarlah! Tania Ayo kita pulang sekarang, saat Rania ingin berdiri, Tania pun menarik tangan Rania, dan Rania duduk disamping Tania.
" Jangan pergi dulu Rania, kamu harus mendengarkan ceritaku." ucapnya.
" Tania, ini di tempat orang, lebih baik kamu berceritanya di tempat kita sendiri, Mas tolong bantu saya membawa teman saya untuk keluar dari sini." ucap Rania sembari berbicara dengan karyawan diskotik tersebut.
Karyawan diskotik itu pun menganggukkan kepalanya, kemudian dia bersama Rania memapah tubuh Tania dan membawanya keluar dari dalam diskotik tersebut, setelah sampai di luar, Rania mengucapkan terima kasih dengan karyawan diskotik itu, lalu dia meletakkan tubuh Tania di kursi di depan diskotik, setelah karyawan diskotik itu masuk ke dalam dan menutup pintunya kembali.
" Astaga! kenapa aku bodoh sekali sih! seharusnya taksi tadi aku suruh menunggu sebentar, kalau kayak gini kan aku mesti memberhentikan taksi lagi." ucapnya, tanpa disadari oleh Rania mobil Devan berhenti di depan diskotik tersebut,Devan kemudian turun dari mobilnya dan mendekati Rania.
" Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Devan menatap Rania dengan lekat.
__ADS_1
Rania terkejut karena kehadiran Devan yang ada di depannya itu.
" Aku sudah bilang jangan keluar dari rumah, kamu masih membantah omonganku."
" Udah pak Devan, Anda jangan marah dulu, lebih baik kita membantu Tania dulu dan membawanya pulang ke rumahnya."
" Tania?" Tanya Devan sembari menatap ke arah Tania yang sedang duduk sembari menutup matanya itu dan tetap mengoceh tak karuan.
" Ada apa dengan Tania? Kenapa Tania bisa berada di diskotik ini? padahal kan ini belum buka.?"
" Saya juga tidak tahu, bagaimana dia sampai ada disini, kita bawa dulu dia pulang ke rumahnya dan kita pasti akan mengetahui kenapa dia berada di diskotik ini." ucap Rania,Devan pun kemudian menganggukkan kepalanya dan melangkah mendekati Tania dan membawa Tania memasuki mobilnya, beberapa saat kemudian mobil tersebut pun meninggalkan depan diskotik menuju ke arah rumah Tania.
" Kenapa Anda bisa tahu kalau saya berada di sini?"
Rania hanya menganggukkan kepalanya sesekali dia melihat Tania yang sedang direbahkan di bangku belakang mobil Devan.
Hening! di dalam mobil tidak ada suara sama sekali, Rania sesekali menoleh ke arah Devan, Devan tetap fokus menyetir mobilnya dan menatap lurus kedepan.
Tidak beberapa lama mobil Devan pun memasuki halaman rumah Tania, kembali Devan dan Rania membawa tubuh Tania yang terkulai lemas karena terlalu banyak minum itu menuju ke arah kamarnya.
" Astaga kenapa Tania seperti ini Rania?sebenarnya ada apa?" tanya ibu Ayu yang keluar dari kamar pribadinya itu,karena melihat Rania dan Devan membawa Tania yang terlihat dalam keadaan tidak berdaya itu.
" Rania juga tidak tahu tante,dia menghubungi Rania tapi keadaannya sudah mabuk berat seperti ini." ucapnya sembari memberi selimut pada Tania yang sudah direbahkan di kasur empuknya.
Ibu Ayu pun duduk di bibir ranjang sang anak sembari mengusap kepala anaknya itu.
__ADS_1
" Apa yang terjadi denganmu Tania, kamu bilangnya pamit sama Mama ingin bertemu dengan anakmu." ucap bu Ayu sontak membuat Rania terkejut.
" Anakmu??Tania sudah punya anak?" gumam Rania sembari menatap ke arah Devan, kemudian mereka berdua pun menatap lagi ke arah Ibu Ayu, Rania mendekati Bu Ayu dan dia duduk di kursi yang ada di kamar Tania dan mendekatkan kursi itu ke arah Bu Ayu.
" Maafkan Rania tante, bukan maksud Rania ingin mengikut campuri urusan pribadi Tania, tapi bolehkah Tania bertanya sama tante.?"
" Iya Rania, kamu mau bertanya apa.?"
" Apakah Tania sudah menikah.?"
Bu ayu menganggukan kepalanya.
" Iya Rania, Tania memang sudah pernah menikah dengan pilihan hatinya, kala itu rumah tangganya sangat bahagia dengan kehadiran seorang anak perempuan yang cantik bernama Syakilla, tapi sayangnya menginjak pernikahannya 6 tahun, dan usia Syakilla 5 tahun suaminya ketahuan berselingkuh, Tania mendapati suaminya berselingkuh di kamar hotel dengan seorang wanita muda yang sekarang menjadi istrinya itu, Tania kala itu memaafkan suaminya dan mereka kembali menjalin ikatan rumah tangga, tapi lagi-lagi Renaldi berbuat salah yang lebih parahnya Renaldi memutuskan untuk berpisah dengan Tania, Tania menerima keputusan suaminya itu dengan catatan agar Syakilla ikut bersama dengan Tania, awalnya Renaldi mengiyakan keinginan Tania, asalkan Tania mau menandatangani surat perpisahan itu, memang Syakilla ikut bersama dengannya, tapi itu hanya selang beberapa bulan saja, Kemudian Syakilla diculik oleh Renaldi dan dipisahkan dari Tania, Tania tidak mau melaporkan kepada pihak yang berwajib karena dia berpikir Syakilla diculik oleh Ayah kandungnya sendiri, beberapa minggu dia tidak bisa bertemu dengan Syakilla, tapi akhirnya Renaldi menghubunginya dan memperbolehkannya untuk bertemu dengan Syakilla, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun pun berlalu, dia selalu bisa bertemu dengan Syakilla dan entah Apa yang terjadi hari ini, dia berpamitan dengan Tante untuk bertemu dengan anaknya, tapi ternyata dia pulang dalam keadaan mabuk seperti ini." ucap Bu ayu sembari menatap sang anak yang terbaring di tempat tidurnya itu.
Devan menghela nafasnya dengan pelan Dia menatap ke arah Rania, Begitu juga dengan Rania dia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi yang dia duduki saat ini setelah mendengar cerita Bu Ayu tentang rahasia Tania yang tidak pernah dia ceritakan padanya.
" Maaf tante kalau boleh tahu di mana sekarang Renaldi berada?" tanya Devan.
Bu ayu menatap ke arah Devan.
" Sayangnya Nak, ibu tidak tahu di mana sekarang Renaldi bersama dengan Syakilla beserta istri barunya itu, hanya Tania yang tahu, dulu Ibu memang bertanya karena Ibu juga ingin bertemu dengan Syakilla di rumahnya, Tapi sayangnya saat kami mau ke rumah Renaldi kala itu dia malah memindahkan pertemuan kami di sebuah Mall." ucap Bu ayu.
Devan hanya menganggukkan kepalanya sembari berpikir dan mengingat nama Renaldi.
" Sepertinya aku tidak asing dengan nama Renaldi ini." gumamnya dalam hati sembari mensedekapkan tangannya di dada dan menatap ke arah Tania dan Bu ayu tersebut.
__ADS_1