
#56 Akhirnya Bertemu🌹
Tepat jam delapan pagi mereka bertemu di tempat yang sudah ditentukan untuk pencarian istri Renaldi bersama sang anak walaupun sebenarnya mereka tidak ada petunjuk di mana mereka berdua berada, Tapi karena doa seorang ibu yang ingin sangat bertemu dengan anaknya tersebut pun dijawab yang maha kuasa, saat Renaldi hendak keluar dari rumahnya menuju ke tempat yang sudah diberitahu oleh William Dia kemudian mendapati ponselnya berbunyi dia menata ponsel tersebut walaupun nomornya tidak dikenal olehnya, Awalnya dia ragu untuk menjawabnya tapi karena keinginannya yang sangat besar ingin mengetahui siapa sih penelpon tersebut dia pun langsung menjawab panggilan dari nomor yang tidak tersimpan di ponselnya itu.
" Hallo..."
" Mas Renaldi ini aku Citra, bisakah kita bertemu sekarang."
" Citra... Sekarang kamu di mana? Kenapa baru sekarang kamu mau hubungiku? aku sudah mencari-cari kamu kemana-mana, mana syakila?" tanya Renaldi pada istrinya itu.
" Nanti aku ceritakan Mas, sekarang kamu datanglah ke Rumah Sakit Indah Permata."
" Apa? Rumah Sakit Indah Permata? ngapain kamu di situ, siapa yang sakit kamu atau syakila yang sakit?"
" Cepatlah Mas ke sini, Aku perlu bantuanmu sekarang juga, nanti aku ceritakan."
" Baiklah, tunggu aku di sana, jangan kemana-mana." ucap Renaldi kemudian memutus sambungan bicaranya dia pun kemudian bergegas meninggalkan rumahnya menuju ke rumah sakit yang sudah disebutkan oleh Citra sang istri.
" Ada apa sebenarnya, Kenapa mereka berdua ada di rumah sakit, kenapa perasaanku tidak enak seperti ini." ucap Renaldi dengan kecepatan sedang dia melajukan kendaraannya menuju ke arah rumah sakit Indah Permata karena Rumah Sakit Indah Permata cukup jauh dari rumahnya.
Beberapa menit kemudian dia sampai di rumah sakit tersebut dia memarkirkan mobilnya di tempat parkir, dia tergesa-gesa keluar dari mobilnya itu, setengah berlari dia menuju ke arah ruangan UGD di mana terlihat istrinya sedang kebingungan mondar-mandir di depan ruangan UGD tersebut.
" Citra!!" panggilnya, Citra menoleh dan langsung memeluk sang suami, dia pun tidak kuasa menahan air matanya beberapa saat dia menangis di pelukan sang suami.
Renaldi kemudian membawanya duduk di kursi yang sudah tersedia di depan ruangan UGD itu.
__ADS_1
" Ada apa Citra, ceritakan siapa yang masuk rumah sakit."
" Syakila Mas..."
" Apa Syakilla? apa yang terjadi dengannya.?"
" Maafkan aku sebelumnya Mas aku memang membawa Syakilla pergi dari kamu, Awalnya aku ingin membawa Syakilla pergi ke luar negeri, Aku ingin hidup bersama dengan Syakilla, karena aku sangat sayang banget dengan Syakilla, aku keluar kota Mas, Tapi sayangnya di kota itu tidak ada bandara dan aku harus kembali lagi ke kota ini, untuk menuju ke bandara di sini, dan saat kami memesan taksi untuk menuju ke arah bandara keluar dari penginapan Syakilla terserempet motor yang melaju kencang di depan penginapan tempat kami menginap yang tidak jauh dari rumah sakit ini." ucap Citra sembari menundukkan kepalanya.
" Astaga! kenapa kamu sampai teledor seperti ini Citra, kalau seandainya Tania tahu bagaimana Aku akan menceritakannya pada Tania, Karena itu adalah anak Tania! bukan anak kamu Citra." ucapnya.
" Maafkan aku Mas, kalau bisa kamu jangan bilang sama Tania dan jangan biarkan aku dan Syakilla berpisah."
" Citra aku sudah mengatakan kepada Tania kalau seandainya Syakilla ditemukan, dia yang akan merawatnya, kamu harus sadar Citra dia itu bukan anakmu, dia adalah anaknya Tania dan aku, lagi pula kenapa kamu membawa kabur anakku seharusnya kamu tetap ada disampingku kalau ingin membahagiakan Syakilla dan aku memaafkan kamu karena kamu terus saja selingkuh di hadapanku."
" Tidak bisa Citra, karena karena itu adalah hak Tania, aku tidak ingin Syakila hidup bersama denganmu, Syakila akan ku kembalikan dengan ibunya, biarkan ibunya yang merawatnya, kalau kamu ingin masih bersama denganku kita akan melanjutkan rumah tangga kita tapi kalau kamu tidak ingin lagi bersama denganku silakan kamu pergi ke luar negeri menemui kedua orang tuamu." ucap Renaldi sembari menatap ke arah Citra, Citra terkejut dengan ucapan Renaldi dia pun menatap lekat ke arah Renaldi.
" Maafkan Aku." hanya itu yang keluar dari mulutnya tidak ada kata lain kemudian dia pun menundukkan kepalanya mereka berdua terdiam menunggu keterangan dari Dokter yang sudah menangani Syakila di dalam ruangan tersebut.
" Aku akan kehilangan Syakila, kalau seandainya Tania tahu kalau Syakila berada di rumah sakit ini, biar bagaimanapun Aku sangat menyayangi Syakila, Syakila aku anggap sebagai anak kandungku sendiri, tapi kembali lagi kalau aku sebenarnya bukanlah ibu kandungnya, Syakila mungkin akan hidup bahagia dengan ibunya aku harus berbesar hati, rumah tangga aku juga sudah hancur karena ulahku sendiri, aku tidak pantas lagi hidup bersama dengan mas Renaldi, Aku akan kembali ke luar negeri untuk menetap di sana dan kembali hidup bersama kedua orang tuaku, Aku akan merubah diriku di sana menjadi wanita yang lebih baik lagi aku akan melupakan semua masa laluku ini." gumamnya dalam hati sembari menatap ke arah Renaldi yang menundukkan kepalanya dengan kedua tangannya berada di tengkuknya tidak terasa tetesan air matanya itu keluar lagi di pipi mulusnya itu.
" Mas Renaldi.." panggilnya sembari menyeduh tangan sang suami.
" Aku ingin kamu menceraikanku!" Renaldi terkejut dia langsung menoleh ke arah Citra.
Sebenarnya dia tidak ingin Citra berucap seperti itu dan dia juga tidak ingin mendengar ucapan untuk berpisah darinya, biar bagaimanapun Citra adalah wanita yang sangat dia cintai setelah Tania.
__ADS_1
" Apakah kamu tidak salah dengan ucapanmu itu sayang?" ucap Renaldi menatap nanar sang istri.
Citra menggelengkan kepalanya.
" Maafkan aku Citra, aku berkata seperti itu karena aku terbawa emosi, kamu jangan meninggalkan aku, kita kembali membina hubungan rumah tangga kita ini lagi, kita akan membentuk keluarga yang bahagia."
Lagi-lagi Citra menggeleng.
" Aku tidak bisa Mas, karena terlalu banyak kesalahan yang sudah aku perbuat denganmu, Aku ingin menjadi wanita yang lebih baik lagi dan ingin intropeksi diri aku ingin kembali bersama dengan mama dan papa di luar negeri, aku akan menetap di sana, maafkan aku karena aku tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu, setelah kejadian ini aku akan mengurus surat perceraian kita." ucapnya.
Renaldi terdiam saat dia mau berbicara ponselnya berbunyi dan dia langsung mengambil ponsel tersebut ternyata William yang menghubunginya.
" Ya halo Pak William..."
" Pak Renaldi sekarang di mana? Kami sudah berkumpul di tempat yang sudah kita sepakati."
" Saya berada di rumah sakit pak."
" Rumah Sakit mana? siapa yang sakit?"
" Rumah Sakit Indah Permata Pak, Syakila yang sakit anak saya pak."
William terdiam mendengar nama Syakila dia tahu nama anak Tania yang disebut oleh Renaldi belum sempat dia menjawab perkataan Renaldi ponselnya pun langsung terputus karena jarinya tidak sengaja memutus sambungan bicara mereka berdua
" Lebih baik sekarang kita ke rumah sakit Indah Permata." ucap William sembari berdiri diikuti oleh mereka semua dengan penuh tanda tanya di kepala masing-masing, karena William tidak memberitahu untuk apa mereka ke rumah sakit yang sudah disebutkan olehnya tadi.
__ADS_1