
#43 Memberikan Penjelasan (2)🥰
Mereka berdua terdiam kembali terlarut dalam lamunan mereka sembari menatap arus sungai yang masih dengan posisinya semula.
Devan tidak bersuara sama sekali karena dia merasa percuma berbicara dengan Rania karena Rania sekarang tidak mau berbicara dengannya dan menjelaskan serta memberitahu tentang pertemuannya dengan Vino.
Devan kembali menghela nafasnya dengan pelan, Rania pun kemudian menatap ke arah Devan dengan lekat, kemudian dia mengambil ponselnya dan membuka galeri foto dan memperlihatkan foto yang sudah dikirim oleh Vino padanya.
" Lihatlah ini." ucap Rania sembari memberikan ponselnya pada Devan, Devan kemudian menoleh ke arah Rania dan mengambil ponsel Rania tersebut,dia memeriksa satu persatu foto itu, dia pun hanya tersenyum.
" Inikah yang membuatmu marah padaku, sehingga kamu menangis? Maafkan aku Rania sudah membuatmu menangis dengan foto yang tidak benar ini."
Rania pun terkejut, dia menatap ke arah Devan.
" Maksud Anda ini foto tidak benar?"
" Iya, Aku tidak pernah kenal dengan para wanita yang ada di foto ini dan juga aku tidak pernah memakai pakaian yang ada dipakai oleh lelaki yang menggunakan wajahku ini, ini adalah foto editan Rania, ini sebenarnya foto Vino, yang ini adalah foto di saat kami sama-sama meeting dengan perusahaan yang mengajukan kerjasama dengan perusahaanku dan perusahaan Vino, perempuan ini adalah perempuan yang memang dibawa oleh Vino, saat itu dia membawa wanita ini sengaja untuk memamerkannya padaku, dan foto yang lainnya ini aku tidak kenal sama sekali dengan perempuan yang ada di dalamnya itu, serta baju yang dipakai laki-laki ini adalah bajunya Vino, ini adalah badannya Vino dan wajahnya aku, ini diedit Rania, dia memang membuat kamu agar percaya dengan kebohongan yang dia katakan itu, karena dia tahu kamu adalah gadis lugu,seorang gadis yang dianggapnya tidak mengerti akan kecanggihan modern saat ini, jadi dia mudah untuk menipu kamu, percayalah padaku Rania, aku tidak pernah melakukan apa-apa dengan wanita-wanita yang ada di foto ini, ataupun wanita yang ada diluar sana, aku tidak memikirkan wanita, waktuku hanya aku gunakan untuk bekerja dan bekerja, kalau kamu tidak percaya kamu bisa bertanya dengan Mamah atau Lana dan kamu juga bisa menelpon sekarang William bertanyalah kamu dengannya, bagaimana keseharian aku sebelum bertemu denganmu." ucap Devan sembari menoleh ke arah Rania dan Rania pun menatap ke arah Devan.
__ADS_1
" Kamu percayakan denganku Rania." ucap Devan lagi seakan-akan memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya pada kekasihnya.
Rania menatap langsung ke arah bola mata Devan dia mencari kebohongan di mata itu tapi sayangnya dia tidak menemukan sama sekali kebohongan itu, Devan memang berkata dengan jujur dan menjelaskan kepada Rania kalau sebenarnya dia tidak pernah berbuat melebihi batas yang tidak wajar dengan wanita-wanita yang sudah dilihat Rania dalam foto yang dikirim oleh Vino ke ponselnya Rania itu.
" Maaf, Kenapa Anda mengatakan itu semua kepada saya, kita berdua kan hanya melakukan pernikahan tanpa ada dasar cinta, Dan ini juga hanya perjanjian di dalam kontrak kerja, kenapa Anda begitu antusias menjelaskan semuanya kepada saya."
" Karena Kamu adalah calon istriku, jadi tidak ada yang aku sembunyikan dari kamu, kamu harus mengetahui semuanya tentangku, jadi tidak ada lagi kata-kata di luar sana dan menjelaskan kepada kamu tentang diriku yang tidak pernah aku lakukan, aku mohon denganmu janganlah kau percaya dengan kata-kata Vino, karena semua yang dikatakan Vino itu tidak benar, walaupun aku tidak tahu apa yang dikatakannya kepadamu, tapi yang jelas Vino memang menampakan ketidaksukaannya denganku, ini kembali lagi padamu Rania, kalau kamu ingin percaya denganku, Aku bersyukur karena kamu masih percaya, tapi kalau kamu tidak percaya denganku dan mempercayai Vino, Aku hanya bisa mengucapkan sayangnya kamu mempercayai Vino." ucap Devan sembari mengela nafasnya dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi tersebut.
Dengan spontan Rania berucap.
" Maafkan saya, karena saya tidak mengetahui siapa sebenarnya Pak Devan." ucapnya sembari menundukkan kepalanya dan memainkan ponselnya yang dipegangnya di tangannya tersebut, Devan pun tersenyum dan menatap lekat Rania.
saya pun meminta bukti yang nyata Apakah benar perkataannya itu bisa dipercaya atau tidaknya, dia langsung saja kemudian mengirimkan foto-foto pak Devan bersama dengan wanita yang lain." terang Rania.
" Kenapa kamu, setelah mendengar itu semua kamu menangis? Apakah kamu sakit hati saat melihat foto itu dan mendengarkan Vino mengatakan ketidakbenaran itu denganmu?"
" Karena saya sangat men..." Rania kemudian meghentikan kata-katanya.
__ADS_1
" Teruskan Rania, jangan kau putus kata-katamu itu, Men.. apa maksud kamu?"
" Maksud saya, saya sangat menghargai dan menghormati Pak Devan, makanya saya merasa terpukul mendengarkan dia mengatakan kejelekan pak Devan di hadapan saya dan memberikan foto tersebut."
Lagi-lagi Devan tersenyum, sebenarnya dia itu mengetahui kelanjutan kata yang ingin dikatakan oleh Rania padanya.
" Rania, jika kamu jujur kalau kamu memang menyukai saya, sebenarnya saya sangat merasa nyaman berada denganmu, tapi saya masih belum ada keberanian untuk mengatakan itu semuanya." gumam Devan sembari tersenyum menghadap ke samping agar Rania tidak mengetahui senyumannya itu, sedangkan Rania hanya memainkan ponselnya yang ada di tangannya sembari menatap gemericik air yang mengalir di sungai yang ada di depannya tersebut.
" Sekarang Apakah kamu mau mempercayai kata-kata Vino?" tanya Devan sembari menatap ke arah Rania, Rania pun menggelengkan kepalanya Devan merasa senang dengan jawaban Rania,Walaupun dia hanya mengisyaratkan dengan menggelengkan kepalanya tersebut, perasaan Devan sekarang merasa tenang, karena calon istrinya itu tidak mempercayai omongan seorang Vino yang selalu merasa iri dengan keberhasilan Devan.
" Baiklah, Ayo sekarang kita ke suatu tempat yang sudah aku bicarakan denganmu." ucap Devan.
Rania kemudian menatap Devan yang sudah berdiri sembari menatap Rania yang masih duduk di kursinya itu.
" Memangnya kita mau kemana?"
" Aku sudah janji dengan fotografer terbaik disini, untuk kita fhoto prewedding."
__ADS_1
" Fhoto prewedding?" ucapannya sembari berdiri, Devan hanya mengangguk, dia pun kemudian meraih tangan Rania dan menariknya pelan menuju ke arah mobilnya, Devan membukakan pintu mobil tersebut dan menyuruhnya untuk masuk ke dalamnya dengan sangat perhatian, Kemudian mobil itu pun meninggalkan tempat mereka sekarang menuju studio fhotografer prewedding pernikahannya dan menemui perancang busana terkenal.
Di dalam mobil Devan sesekali menoleh ke arah Rania, dan dia pun tersenyum terlihat dari senyumnya dia merasa bahagia sekali karena sebentar lagi Rania sudah menjadi istri sahnya dan tidak ada lagi yang akan mengganggu Rania.