
#71 Menyadari Kesalahan🌹
Devan dan Rania menyalami keluarga Vino, Ayah dan Ibunya Vino memang sudah mengenal Devan sejak dulu, mereka menyambut Devan dengan senyuman hangat mereka walaupun di wajah mereka terpancar rasa kesedihan.
Ibunya Vino menatap ke arah Rania dengan tatapan seakan-akan dia sudah mengenal Rania sangat dekat.
Devan menatap ke arah Bu Tuti dengan sadar kalau Bu Tuti menatap ke arah sang istri, dia pun kemudian memperkenalkan istrinya itu pada Bu Tuti, karena saat pernikahan Bu Tuti dan keluarganya berada di luar kota.
" Oh ya Tante ini istrinya Devan, namanya Rania."
Rania kemudian menggulurkan tangannya disambut oleh uluran tangan Tuti Bu, Bu Tuti tahu bahwa Rania inilah wanita yang diceritakan oleh Vino sebelum Vino mengalami ketidaksadaran itu.
Flashback On🌹
ponsel Bu Tuti berdering dia pun langsung menjawab panggilan dari sang anak.
" Pagi mah..."
" Pagi Vino, Ada apa nih, tumben pagi-pagi mau hubungi mama.?"
" Vino ingin cerita sama mama yang sangat penting sekali."
" Cerita apa? biasanya kamu nggak pernah cerita kok sama mama, soal apa Nih?"
" Ingin bercerita tentang seorang wanita yang Vino kenal dan Vino sukain."
__ADS_1
" Bukannya kamu sudah banyak wanita yang kamu kenal, namun tidak ada satupun yang kamu perkenalkan dengan mama, tumben hari ini kamu cerita, ada apa? Apakah wanita ini sangat menyentuh hatimu? atau kamu sudah sadar dengan petualangan cinta yang tidak pernah kamu dapatkan? Apakah kamu sudah bosan dengan para wanita yang sering kamu permainkan? Dan apakah kamu sudah terjebak dengan salah satu wanita yang kamu sering kecewakan? sadarlah Nak, kalau kamu sering seperti itu apa bedanya kamu dengan papah kamu kala itu, janganlah kamu selalu menyakiti wanita Nak,karena yang bicara denganmu ini adalah wanita juga Nak." ucap Bu Tuti sembari menatap nanar jauh ke depan karena sekarang posisi Bu Tuti berada di depan jendela rumahnya tersebut.
" Mama jangan salah sangka dulu, apa yang dikatakan Mama itu emang benar, Vino menyadari itu semua, tapi Vino tidak tahu kenapa serasa wanita yang pernah Vino kencani ataupun Vino kenal tidak pernah menyentuh hati Vino, tapi ini beda Mah, bedaaaaa banget." ucapnya mengucapkan kata beda yang sangat panjang membuat Bu Tuti merasa heran dengan sang anak.
" Siapa wanitanya? Mama jadi penasaran nih."
" Namanya Rania Mah, pertama kali Vino melihatnya Vino sangat bahagia sekali, dia itu berbeda dari wanita yang lainnya, dia baik, dia juga cantik dan sederhana, Dia juga berbeda dari kalangan wanita yang lainnya,dia bukan anak kotaz tapi dia berasal dari desa perkampungan yang sudah memberikan didikan pada dia yang sangat bagus sekali, Vino memang suka dengan dia, Tapi sayangnya Mah Vino jadi kecewa dan sedih."
ucapnya sembari menghela nafas panjangnya di seberang sana, membuat Bu Tuti merasa heran.
" Vino, ada apa?" namun nggak ada jawabannya, kemudian Bu Tuti memindah panggilannya itu menjadi panggilan video call, Bu Tuti melihat sang Anak yang tersenyum melihat sang Mama di seberang sana, namun Vino terlihat sangat lesu, lemah, dan pucat, Bu Tuti terkejut melihat anaknya seperti itu.
" Vino, Kenapa wajahmu terlihat pucat seperti itu Nak? kamu sakit ya?"
Vino hanya tersenyum mendapatkan pertanyaan dari sang Mamah.
" Terus gimana dengan wanita yang sudah menyentuh hatimu itu? Terus kenapa kamu kecewa?"
" Karena dia tidak memilih Vino Mah."
" Dia memilih siapa Nak?"
" Dia memilih Devan dan hari ini mereka menikah Mah, sebenarnya sakit hati Vino mendengarnya,tapi Vino menyadari kesalahan Vino karena Vino mendekati Rania bukan didasari dari hati awalnya, walaupun sebenarnya Vino merasa nyaman berdekatan dengan Rania, tapi karena ego Vino yang sangat tinggi membuat Vino ingin membalas dendam kepada Devan, Mamah kan tahu Devan, dia selalu terbaik di atas Vino, tapi sekarang Vino menyadari Mah, mungkin Rania sangat bahagia bersama dengan Devan." ucapnya sembari tersenyum, terlihat jelas di wajahnya rasa penyesalan yang sangat dalam, Vino menarik nafasnya dengan panjang.
" Kamu kenapa sih selalu menyimpan dendam, tidak boleh kamu menyimpan dendam dengan Devan, kamu tahu keluarga Devan sangat baik dengan Mama, mama pernah cerita sama kamu,saat papahmu menyakiti Mamah, Mama Devanlah yang menguatkan Mama, Mamanyalah yang menjadi garda terdepan Mama saat itu, kenapa selama ini kamu masih tetap membenci Devan? Kamu tidak boleh membencinya Nak, selagi ada kesempatan kamu harus meminta maaf padanya dan menyadari kesalahan yang selama ini telah kamu perbuat, Mama yakin, Devan itu orang baik, keluarganya orang baik janganlah kamu menyimpan dendam Nak, kamu bilang tadi hari ini adalah pernikahannya, datanglah, berikanlah selamat untuknya."
__ADS_1
" Iya Mah, Vino akan mengakui kesalahan Vino pada Devan dan Rania." terlihat wajah Vino semakin melemah, bibirnya terlihat memucat sebelum video call itu di akhiri Vino pun langsung jatuh di tempat tidur yang membuat Bu Tuti sangat terkejut, dia berteriak memanggil anaknya.
" Vino bangunan... bangun..Nak, kamu jangan bercanda."
Kemudian telepon itu terputus dan dia pun langsung menghubungi anak perempuannya agar melihat keadaan sang kakak, setelah beberapa saat berbicara dengan Sevia anak bungsunya itu,kemudian Bu Tuti menghubungi sang suami dan langsung berangkat kembali ke kota tempat tinggalnya.
Flashback Off 🌹
Bu Tuti terkejut karena disentuh pundaknya oleh suaminya.
" Kenapa Mah? Kok diam? kamu menatap Rania istrinya Devan." ujar sang suami.
Bu Tutu kemudian melepaskan tangannya yang masih memegang tangan Rania, Rania merasa heran, dia menatap ke arah Devan, dan Devan hanya menggelengkan kepalanya, Bu Tuti tersadar Dia kemudian melepas genggaman tangannya dari tangan Rania.
" Maafkan Tante ya..." ucapnya sembari menuju ke arah tempat duduknya kembali.
Devan kemudian mendekati Ibu Tuti.
" Sebenarnya tante ada apa? kenapa Tante menatap istri Devan seperti itu?"
Dia hanya tersenyum menoleh ke arah Devan, Dia kemudian meraih tangan Devan dan memegangnya.
" Devan, Maafkan Vino ya, kalau Vino selama ini memiliki salah padamu,Tante sudah tahu bagaimana Vino menyukai istri kamu, Dia sudah cerita semuanya saat hari pernikahan kamu itu, dia mengakui kesalahannya padamu, dia ingin meminta maaf padamu, tapi dia tidak sempat, tante selaku ibu kandungnya Vino, memohon maaf pada kamu, dan juga Rania." ucapnya sembari menatap ke arah Rania, kemudian Sevia, berdiri memberi tempat duduk untuk Rania agar bisa Rania duduk di samping mamanya tersebut dan Rania mengangguk, Rania kemudian diduk disamping bu Tuti.
" Rania kamu memang pantas mendapatkan Devan, dan dia sangat cocok buat kamu, Maafkan Vino ya, seandainya Vino ada salah dengan kalian berdua mohon dimaafkan, semoga saja Vino cepat sadar dan dia bisa minta maaf kepada kalian secara langsung."
__ADS_1
" Tante sebelum pak Vino minta maaf, saya dan suami saya sudah memaafkannya, pak Vino adalah orang yang baik, dia hanya terbawa emosinya saja." ucap Rania dianggukan oleh Devan.
Bu Tuti tersenyum bahagia mendengarnya, kemudian Mereka terdiam sesaat menanti keputusan dokter yang ditunggu sejak tadi.