Sungguh!! AKU MENCINTAIMU

Sungguh!! AKU MENCINTAIMU
#55 Kejujuran Renaldi


__ADS_3

#55 Kejujuran Renaldi


" Ada apa Pak Renaldi? Kenapa Anda terlihat seperti ini?" tanya Devan sembari menatap ke arah Renaldi dengan lekat.


" Sepertinya ada yang disembunyikan oleh Renaldi sesuatu yang sangat menyedihkan sekali." gumam William dalam hatinya sambil menatap ke arah Renaldi yang hanya terdiam Saat ditanya oleh Devan.


" Maafkan kami pak Renaldi, bukan maksud kami untuk bertanya yang sangat pribadi itu, kami hanya ingin mengetahuinya aja."


" Iya Pak Devan, tidak apa-apa bapak bertanya seperti itu sama saya, saya akan menceritakan semuanya pada bapak."


Devan dan William Saling pandang.


" Begini Pak, saya dulu pernah menikah pertama kali karena pernikahan yang pertama ini tidak dapat lagi dipertahankan karena saya yang salah saat itu,kami berpisah dan saya menikah kembali untuk kedua kalinya, Tapi sayangnya tabiat istri saya yang kedua ini tidak bisa dirubahnya, dia selalu saja melakukan perselingkuhan membuat saya sakit hati, saya menegurnya tapi dia marah sama saya, saja pergi bekerja dia membawa anak saya hasil pernikahan saya dengan istri pertama saya, Sebenarnya saya menyesal telah mengambil anak saya dari mantan istri saya itu, saya ingin mengembalikan anak saya padanya agar dia merawatnya,Tapi sayangnya istri saya yang kedua membawanya pergi sampai saat ini saya pun masih mencari dimana dia berada." ucapnya namun dia terkejut saat suara Tania mengelegar ditelinganya.


" Apa!!! anakku dibawa pergi sama istri kamu! kamu memang keterlaluan!!" ucap Tania yang langsung marah dengan Renaldi, menjaga kemungkinan yang ada William langsung berdiri dan mencegah Tania agar tidak berbuat menyakiti Renaldi, Renaldi terkejut karena Tania berada di belakangnya dengan cepat,Devan kemudian menceritakan kenapa dia ingin bertemu dengan Renaldi, Renaldi hanya menganggukkan kepalanya, dan dia pun menundukkan kepalanya karena dia memang merasa bersalah dengan Tania, Tania tidak bisa menahan Airmatanya, dia pun langsung menetaskan air matanya itu, Rania mendekati Tania dan menenangkan Tania yang sedang menangis karena mendengarkan kalau mantan suaminya itu tidak benar-benar menjaga sang anak.


" Tania Maafkan aku, Tania ini salahku dari awal ini adalah kesalahanku yang mungkin kamu tidak akan memaafkanku,Aku berusaha mencari istriku tapi sampai sekarang aku tidak bertemu, Aku akan berusaha mencarinya."


Tania tidak bersuara dia hanya larut dengan tangisnya.


" Pak Renaldi, kamu tidak sendirian, kita akan sama-sama mencari istrinya bapak itu." ucap Devan.


" Tapi bagaimana dengan nasib anakku? aku takut terjadi apa-apa dengannya." ucap Tania.

__ADS_1


" Tania, aku yakin tidak di apa-apain oleh istriku, karena dia sangat sayang dengan anak kita."


" Bukan anak kita tapi anakku!" ucap Tania sangat emosi, Renaldi


hanya mengangguk saja mendengar Tania emosi, Mereka pun kemudian membicarakan rencana selanjutnya untuk mencari istri keduanya Renaldi yang sudah membawa pergi dari rumah anak sambungnya itu, setelah pembicaraan dengan kesepakatan akhirnya mereka pun berpisah dan akan bertemu esok paginya di tempat yang sudah ditentukan, Tania pulang diantar William sedangkan Rania memasuki mobil Devan mereka menuju ke arah rumah Tania di dalam mobil mereka hanya diam saja.


Tapi tidak di dalam mobil Devan, mereka berdua saling bicara.


" Kalau aku punya anak, aku tidak akan pisah sedetikpun dari anakku!" ucap Rania bersemangat dengan ucapannya.


" Gimana kamu mau punya anak, kamu aja belum dipupuk." ucap Devan tersenyum.


" Dipupuk? Maksud kamu?"


Rania terdiam sesaat diapua kemudian tersadar dengan ucapan Devan, dia langsung melirik kearah devan dengan mendengus kesal.


Devan hanya tersenyum saja sembari fokus menatap kearah depan dan mengendalikan stir mobilnya tersebut, sedangkan Rania memalingkan wajahnya kearah samping dan menyunggingkan senyumannya tersembunyi.


Sesampainya dirumah Tania,mereka turun semua dari mobil dan membawa Tania ke dalam rumah besar tersebut Tania disambut sang mama sembari mereka duduk di ruang tengah rumah tersebut


" Bagaimana? apakah kalian bertemu dengan Renaldi ?"tanya Bu Ayu.


" Sudah Tante, ternyata istrinya Renaldi yang membawa pergi anak mereka." terang William.

__ADS_1


" Tapi Tante, nggak usah khawatir, kami akan berusaha mencari mereka berdua, saya yakin mereka tidak jauh dari kota ini." sambung Devan dianggukan oleh mereka semua.


" Syukurlah kalau seperti itu semoga cepat bertemu dengan mereka."


" Renaldi juga bilang mah pada Tania kalau sudah bertemu, dia akan memberikan anak Tania kembali bersama dengan Tania, awalnya tadi ya Tania memang sangat emosi sekali mendengar keterangan dari dirinya, Untung saja William langsung memberikan chat pribadi pada Tania agar Tania dan Rania segera masuk ke dalam untuk mendengarkan secara langsung penjelasan dari Renaldi, Renaldi juga bicara kalau rumah tangganya bermasalah."


" Tapi kamu jangan percaya dulu dengan omongan Renaldi mama takut kalau kayak seperti yang dulu dia mengatakan tidak ingin membawa anakmu tapi nyatanya kamu malah dipisahkannya tapi mama ada rasa ketakutan yang mama rasakan."


Mereka berempat menatap ke arah Bu Ayu, karena mereka terkejut dengan ucapan Bu Ayu tersebut.


" Maksud Mama ketakutan soal apa?" tanya Tania.


" Mama takut kalau masih ada rasa cinta kamu dengan Reinaldi, apalagi dari ceritamu kalau Reinaldi menjalani rumah tangganya bersama dengan istri barunya itu bermasalah, Mama takut nanti Renaldi menjatuhkan perhatian padamu kembali dan yang Mama takutkan juga kamu akan terlena dengan perhatiannya."


William terlihat sedih dia langsung menundukkan kepalanya Devan menatap ke arah William Begitu juga dengan Rania, kemudian Rania menyentuh pundak Tania.


" Benar apa yang dikatakan Mamahmu, Aku juga merasa takut kalau seandainya kamu masih ada rasa dengan Renaldi mantan suamimu itu,Aku takut kamu jatuh kejurang yang sama."


Tania menghela nafasnya dengan panjang dia menatap satu persatu mereka yang ada di ruangan itu, kemudian dia tersenyum.


" Kalian jangan takut soal perasaanku, karena itu tidak bisa dipaksakan, dulu Aku memang mencintai dan menyayanginya, bahkan aku percaya dengannya, aku merasakan bahagia hidup bersama dengannya, tapi kenyataannya aku malah menderita dan orang yang paling aku sayang satu-satunya yaitu anakku telah dipisahkannya denganku, Sekarang aku sudah memiliki tambatan hati yang akan membawaku ke dalam kebahagiaan yang tidak pernah kudapat saat bersama dengan Renaldi." ucapnya sembari menatap ke arah William, William mengangkat wajahnya dan memandang Tania, mereka sama-sama saling tatap seakan-akan matanya berbicara satu sama lain, Bu Ayu dan yang lainnya pun menatap ke arah Tania kemudian berganti menatap ke arah William, terlihat senyum mengembang di wajah mereka, saat Tania berbicara seperti itu, Tania memang tidak ingin menyembunyikan hubungannya dengan William walaupun hanya terjalin satu hari.


" Mama... William adalah kekasih barunya Tania, dia sudah lama menantikan Tania." Bu Ayu tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dia merasa bahagia Walaupun dia baru saja mengenal William, namun dia memiliki perasaan Kalau William mampu membahagiakan Tania dengan apa adanya, sebenarnya Bu Ayu tidak mengenali William walaupun William itu adalah teman sekolahnya Tania, karena Tania tidak pernah mengenalkan William padanya saat masih sekolah dulu, tapi dia merasa bahagia karena William mampu menunggu Tania dan menerima Tania walaupun Tania sudah pernah menjalani rumah tangga namun tidak bisa dipertahankan lagi, dia percaya kalau William akan selalu mendampingi Tania baik suka maupun duka.

__ADS_1


__ADS_2