Sungguh!! AKU MENCINTAIMU

Sungguh!! AKU MENCINTAIMU
#65 Rencana Jahat Bu Rina


__ADS_3

#65 Rencana Jahat Ibu Rina🌹


Di rumah Bu Isna...


Ibu Rina dan Sarah berkeliling melihat rumah besar tersebut,ada rasa keirian yang ada di hatinya, karena melihat temannya itu memiliki kekayaan melebihi dirinya, dia pun kemudian duduk di balkon lantai 2 tersebut, bersama dengan sang anak, Sarah yang menikmati keindahan rumah tersebut pun terlihat merasa bahagia dan nyaman berada di rumah itu, seakan-akan dia yang jadi pemilik rumah tersebut dengan berbagai pose dia mengabadikan dirinya melalui telepon genggamnya, sedangkan Bu Rina menatap jauh ke langit biru sembari bergumam.


" Ada benarnya apa yang dikatakan oleh Sarah kemaren,Isna sangat beruntung menjadi istri kedua, walaupun madunya masih hidup, dia diperlakukan bak seorang permaisuri di rumah pribadinya sendiri, dia selalu beruntung di saat masih gadis dia juga mendapatkan suami yang kaya raya, walaupun masih menjadi istri simpanan, sampai akhirnya dia berakhir diceraikan suaminya dan kemudian dia menemukan lagi suami yang lebih kaya dari mantan suaminya itu, tidak seperti aku, yang mendapatkan suami pertama yang selalu membuat aku menderita, ditambah lagi suami kedua yang hanya memberikan harta kekayaan tidak ada setengah dari kekayaannya Isna." gumamnya dalam hati sembari menyandarkan tubuhnya di kursi yang ada di balkon tersebut.


Kemudian Sarah mendekati sang ibu.


" Ibu! aku tidak ingin pulang ke kampung, Aku ingin tinggal di sini bersama dengan tante Isna, aku betah tinggal di sini di samping rumahnya besar kaya lagi, ditambah makanannya juga enak-enak, apapun yang dilakukan di rumah ini tidak ada batasnya, aku bisa mandi di kolam renang juga, dan aku bisa bersenang-senang di rumah ini, coba seandainya kita memiliki rumah seperti ini dan kekayaan yang melimpah pasti hidup kita tidak semiskin ini." ucap Sarah yang awal niatnya ingin bertemu dengan Baron seketika saja lenyap setelah dia berada di rumah orang kaya tersebut.


Bu Rina pun menatap ke arah anaknya, dia kemudian terdiam sejenak mencerna ucapan sang anak kemudian dia pun bersuara.


" Benar juga apa kata kamu, kita harus tetap tinggal di sini."


" Tapi caranya bagaimana Bu untuk tinggal di rumah ini, sedangkan tante Isna tahunya kita hanya ingin mencari Rania, Dengan alasan kalau Rania sudah pergi lama tanpa ada kabar beritanya, sedangkan kita tidak mencari sama sekali melainkan kita hanya berleha-leha saja di rumah ini."

__ADS_1


" Ibu akan memikirkannya, kita bisa mendapatkan haknya Rania, Kenapa tidak kita mendapatkan haknya Isna." ucapnya menatap kearah anaknya dengan tersenyum jahatnya.


" Dengan cara apa Bu kita mendapatkan haknya tante Isna agar menjadi milik kita."


" Sekarang kan Isna tidak ada dirumah, kita bisa mencari sesuatu yang sangat berharga di rumah ini, setelah kita mendapatkannya kita bisa pergi dari rumah ini."


" Kalau kita mendapatkan barang berharga di rumah ini kita tidak bisa untuk langsung pergi Bu, tante Isna pasti akan curiga dengan kita, kita bisa saja menggunakan pembantu rumah tangga yang ada di rumah ini karena dia kan tidak menetap di rumah Tante Isna dia pulang dan pergi Ibu ngerti kan apa yang Sarah maksudkan." ucapnya sembari tersenyum dianggukan oleh Bu Rina.


Kemudian mereka pun mulai beraksi dengan rencana jahat mereka untuk mengorbankan salah satu dari asisten rumah tangga tersebut, Namun rencana mereka yang dianggapnya akan berhasil itupun sudah ketahuan dari salah satu asisten rumah tangga itu, karena mereka tidak menyadari saat dia duduk di kursi balkon yang ada di lantai 2 itu salah satu dari asisten rumah tangga Bu Isna hendak memberikan camilan untuk mereka, Asisten itu mendengar pembicaraan ibu dan anak itu, kemudian dia pun mengurungkan niatnya untuk memberikan camilan tersebut dan dia pun kembali ke arah dapur tanpa sepengetahuan kedua orang tersebut.


Asisten rumah tangga Bu Isna yang bernama Emi itu pun langsung memberitahu pada ketiga rekan kerjanya itu, mereka pun kemudian membicarakan tentang rencana jahat dari tamu sang majikan, mereka pun antisipasi dan selalu mengawasi gerak-gerik dari kedua tamu majikannya itu, tanpa sepengetahuan ibu dan anak itu kalau mereka sudah diawasi.


" Lebih baik kita meninggalkan rumah ini Sarah, karena kita tidak menemukan barang berharga yang lainnya tapi kita menemukan sertifikat rumah atas nama Isna Mayasari." ucap Bu Rina sembari memperlihatkan sertipikat rumah tersebut.


Sarah mengangguk, Dia terlihat sangat senang kemudian dia pun berkemas-kemas, mereka tidak menyadari kalau tiga orang mengawasinya dia kemudian pergi meninggalkan rumah tersebut, Asisten rumah tangga itu pun langsung segera menghubungi Bu Isna sang majikan, dia menjelaskan semua perbuatan dari kedua tamunya itu, Bu isna pun langsung marah dia kemudian pulang ke rumah sebelum Bu Rina dan Sarah pergi jauh meninggalkan rumah tersebut, Bu Isna dengan mudah menemukannya,karena Bu Isna berada tidak jauh dari rumahnya tersebut, dia pun langsung menghentikan taksi yang digunakan oleh Bu Rina dan anaknya itu.


Bu Isna keluar dan membuka pintu mobil taksi tersebut, dan menarik dengan paksa Bu Rina keluar, Begitu juga dengan Sarah dia langsung memasukkannya ke dalam mobil pribadinya dan langsung menuju ke arah rumah pribadinya kembali, beberapa saat kemudian mereka pun turun bertiga, Bu Rina dan Sarah pun merasa takut dan wajahnya terlihat pucat, Mereka kemudian disambut dengan 3 orang asisten rumah tangga yang sudah melaporkan kejadian tersebut pada sang majikan.

__ADS_1


" Rina!! kenapa kalian mau pergi dari rumahku hah!!kenapa kalian membawa sertifikat rumahku!! Apa kalian ingin mencurinya?!! kalian di rumah ini aku tampung, tapi kenapa kalian jahat denganku!! Aku bisa saja melaporkan kalian ke pihak berwajib!! tapi aku masih ada rasa kemanusiaanku, Cepat kembalikan sertifikat rumahku sekarang!!" ucap Bu Isna dengan marah besar sembari menatap kearah Ibu dan Anak tersebut.


Bu Rina pun menganggukan kepalanya dan memberikan sertifikat yang sudah diambilnya dari kamar pribadinya Bu Isna.


" Isna...Maafkan aku Isna, ini kesalahan aku pribadi, Maafkan Aku, Aku Khilaf Isna..."


" Khilaf sih Khilaf Rina tapi jangan membuat rencana jahat dirumahku!!"


" Sekali lagi maafkan aku Isna,aku bingung harus bagaimana menemukan anakku."


" Apa hubungannya dengan mencari anakmu yang hilang itu dengan sertipikat rumah ku!! kalau kamu ingin mencari anak kamu kenapa kamu masih berada di rumahku! kalau kamu ingin mencarinya kamu bisa minta bantuan aku! tapi kalian bilang apa? kalian ingin mencari anak kamu sendirikan!! sekarang silakan kamu cari sendiri, aku tidak mau menampung orang seperti kalian lagi!! lebih baik kalian keluar dari rumahku!! daripada nanti aku akan melaporkan kalian ke pihak yang berwajib!! Apakah kalian mau aku laporkan atau kalian meninggalkan rumahku ini.!!" ucapnya dengan penuh penekanan dalam nada bicaranya.


" Baiklah Isna, Kami akan pergi, maafkan kami." ucapnya sembari melangkah meninggalkan rumah tersebut dengan dipandangi Bu Isna menatap langkah Bu Rina dan Sarah.


Bu Isna hanya menghela nafasnya.


" Sebenarnya aku kasihan dengan kamu Rina, tapi sayangnya kamu memiliki rencana jahat padaku." Gumamnya.

__ADS_1


" Sekarang habislah nasib kita Bu, Ibu juga sih! sangat gegabah sekali! kenapa sih Ibu mesti mengambil sertifikat rumah orang, Kenapa juga kita sampai ketahuan seperti ini, Untung saja Tante Isna tidak melaporkan kita, kalau seandainya dilaporkan pasti akan habis sudah nasib kita." ucapnya sembari melangkah meninggalkan rumah tersebut.


Bu Rina hanya terdiam, kemudian mereka berjalan beriringan menuju ke arah terminal bus dan mereka berniat pulang kampung dan keinginan Sarah bertemu dengan Baron pun tidak terlaksana.


__ADS_2