
*Hei sahabat de'arys
Para readers ... jangan lupa ya tetap berikan like dan komennya
serta berikan vote dan rate nya supaya saya tetap semangat dan lebih kreatif lagi menyelesaikan cerita ini ... ciayooooo.
Thank you all ... love you ❤ de'arys❤
**HAPPY READING**
"Kamu dari mana saja sayang tanya Angga setiba Naira di rumah. "
"Tadi ke mall XX sama Dea dan kak Dirga jawab Naira."
"Aku pingin makan pai susu di toko kue D'enak sayang kata Naira terus terang."
"Lo kok sama sayang ... tadi aku juga order pai susu dari sana kata Angga."
Yuhuiiii ... berarti kita sehati sayang kata Naira tersenyum sambil memeluk suaminya yang sedang duduk di sofa."
"Sana mandi ... kamu ni bau asem bamget la ... kata Angga."
"Ye ... mana ada tetep wangi ya kata Naira masih tetap memeluk suaminya dan tertawa."
"Ya sudah sana ... lengket nih ... mandi cepetan sana kata Angga lagi."
"Iya ... iya ... aku mandi dulu lah."
Naira pun langsung ke kamar mandi.
Setelah mandi Nairapun mendekati suaminya.
"Sayang kamu ga mau elus elus perut aku kata Naira manja."
"Emang kenapa ra tanya Angga pada Naira."
"iiiiiiii ... punya suami kok ga peka sih ... jawsb Naira sebal."
"La ... emang ga tahu ... kok marah ... jaga tu muka ... aku g mau kalau anakku mukanya manyun seperti mamanya ... kata Angga sambil tertawa."
"Kakak Angga .... jerit Naira sambil memukul Angga."
Angga pun memegangi tangan Naira dan meletakkan tangannya di perut Naira.
"Sayang ... ini papa ... baik baik ya di sana. Papa sama mama sayang sama kamu kata Angga dengan lemah lembut."
Naira pun semakin merapatkan tubuhnya ke pelukan suaminya.
"Iya ... papa mama sayang sama kamu my baby ... yang sehat ya nak kata Naira."
"Sekarang tolong pijatin kakiku sayang ... kamu yang jalan jalan senang ... suamimu pula yang kena imbasnya kata Angga protes."
"Ha ... ga ikhlas kata Naira."
__ADS_1
"Kan ... anak kita yang mau makan pai susunya kata Naira."
"Iya la ... iya ... kata Angga."
"Sini ... aku pijitin kakimu ... biar ga kram dan pegal pegal kata Naira."
"Kamu ini ra ... suka kali la keluar ... pergi jalan jalan ... kata Angga."
"Iya lo ... sayang ... aku betah banget jalan jalan ... padahal ga ada yang aku beli kata Naira."
"Untung ada Dea yang sering temani aku."
"Si dedek senang sekali lo sayang kalau lihat lihat ke luar kata Naira."
"Dia seneng kalau jalan jalan."
"Sayang temani ya jalan ke taman kolam kata Naira manja."
Iya ... tunggu weekend ya ... di kantor masih banyak kerjaan ni ... kata Angga."
"Beneran ya ... kata Naira tersenyum senang."
Hari yang di tunggu Naira pun tiba ya ... hari minggu ... Naira sudah sangat senang dan semangat bahwa hari ini dia akan jalan jalan bersama suaminya ke taman kolam.
"Sayang ayo ... bangun ... bangun ... kata Naira membangunkan suaminya."
Anggapun bangun dengan malas malasan.
"Ayo lah sayang kan sudah janji kata Naira sambil mencium pipi suaminya."
"Iya ... iya ... aku bangun nih ... kata Angga."
Kalau gitu aku keluar dulu ya sayang ... kamu siap siap kata Naira mencium pipi suaminya dan pergi ke luar."
"Tok ... tok ... tok ... Kak Dirga ... kata Naira sambil mencoba membangunkan Dirga."
Setelah beberapa lama ... pintu pum terbuka dan muncul wajah Dirga kucel bangun tidur.
"Cepetan ... antarin Ara jalan ke taman kolam kata Naira manja."
Kakak masih ngantuk ra ... kan ada kak Angga suami kamu kata Dirga."
"Ya ... sudah la ... kalau ga mau ... kata Naira pergi."
"Ya sudah ... tungguin kakak ra ... kamu ini bikin kakak ga enak hati aja dengus Dirga."
"OK ... makasih kakakku tersayang kata Naira dengan senyum manisnya."
"Ayo ... kita berangkat sayang kata Angga."
"Tunggu bentar ya ... kita tunggu kak Dirga kata Naira."
"Lo ... kamu ngajak Dirga juga ... kata Angga bingung."
__ADS_1
"Naira kan sayang kakak kata Naira manja sambil memeluk suaminya."
"Takut nanti sindrom kehamilan muncul kan repot sayang ... kata Naira penuh perhatian."
"Bener juga ya ... sayang kata Angga sambil mencium kening istrinya."
"Nah itu kamu sama kak Angga ... ngapain masih ngajak kakak ra kata Dirga."
"Ikhlas dan mau ga sih ... kata Naira nanyun."
"Jangan manyu manyun gitu ra ... ntar anakku manyun aja kerjanya kata Angga tersenyum menggoda."
"Iya ... ntar jelek seperti mamaknya hahahahaaa tawa Dirga."
" Malas ... pagi pagi sudah bikin sebel ... kata Naira masih duduk di sofa."
"Jadi pergi ga ini non ... kata Dirga tersenyum ... kalau ga kakak balik tidur nih."
"Jadilah ... ayo kata Naira menggandeng Angga dan Dirga bersama sama."
"Aku yang nyetir ke sana ... nanti kamu nywtir baliknya kata Angga pada Dirga."
"Siap tuan ... kata Dirga tersenyum."
Angga memarkirkan mobilnya ditepi jalan taman kolam.
Suasana.di taman kolam sudah lumayan ramai.
"Ra ... kita makan dulu saja ya kata Dirga yang sudah kelaparan."
"Belum apa apa sudah minta traktiran kat Naira."
"Ikhlas ... mau ga ... kata Dirga menyindir Naira."
"Iya ... iya ... kak Dirga sayang kata Naira sambil tersenyum dibuat buat."
"Makan mie ayam bakso aja deh ... kata Dirga sambil berjalan ke arah kios mie ayam."
"Kak Dirga ke sana dulu ya ... pesenin bust aku ma kak Angga ... Ara pingin beli jajanan dulu kata Naira sambil menggandeng suaminya mencari pedagang telur gulung."
"Nah ini dia ... kata Naira setelah tiba di depan penjualnya."
"Bang ... saya mau 10 tusuk ya telur gulungnya kata Naira."
"Iya non kata penjualnya."
"Sayang ... tungguin ya ... aku mau kesana beli mi lidi disana ... ebak sepertinya."
Setelah mendapatkan 5 bungkus mi lidinya, Naira kembali menemui suaminya yang sedang menunggu telur gulungnya."
"Ini non pesanannya kata abang penjualnya."
Terima kasih bang ... kata Naira dan pergi ke kios mie ayam sambil menggandeng suaminya manja."
__ADS_1