Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 82. KEJUTAN


__ADS_3

Pagi pagi sekali mama sudah sibuk bersama bi Sarmi dan mb Jum.


"Eeee sudah pada sibuk semua ma kata Naira ikut membantu."


"Suami kamu mana ra? kata mama."


"Masih di kamar ma ... tidur."


"Ara sengaja bangun cepat ... sesuai rencana mama ... kata Ara tersenyum."


"Bi sudah siap masakannya tanya mama."


"Sudah nyonya ... kata bi Sarmi."


"Saya letakkan di dalam lemari sesusi perintah nyonya katanya lagi."


"Mb Jum lagi bikin apa tanya Naira."


"Ini lagi nyiapin cendol non ... kesukaan tuan kat mb Jum."


"Tapi ... pagi pagi kita makan es cendol gitu tanya Naira."


"Ra ... kita kan hari ini pura pura ga masak sarapan kata mama tersenyum."


Nanti kita pura pura sibuk order saja ... tapi lama ga datang datang ... baru kita keluarin cake tartnya ... begitu rencana mama.


"Oooo ide yang bagus ma ... hebat mama kata Naira sambil mengacungkan jempolnya."


Setelah semuanya siap mbak Jum, bi Sarmi, mama dan Naira pun balik ke kamarnya masing masing.


"Sayang dari mana kok sudah dari luar kata Angga masih menggeliat di ranjang."


"Ayo cepetan mandi ... air sudah siap tu kata Naira."


"Masih malas ... kata Angga"


Naira pun mau tak mau membangunkan Angga dari ranjang dan menarik tangannya untuk turun.


"Ayo la sayang ... cepetan ... kita mau buat kejutan buat kak Mahes kata Naira sambil mendorong punggung suaminya ke kamar mandi."


"Iya ... iya ... sambil berjalan ke kamar mandi."


Sampai kamar mandi Anggapun menarik tangan Naira dan menutup pintunya.


"Surprise ...... kata Angga sambil menyiram Naira dengan air."


"Kak Angga ini apa apaan sih ... aku sudah mandi, ya ... jadi basah lagi ... gerutu Naira."


"Hahahahaaaaa tawa Angga membahana."


"Ya sudah ... terlanjur basah ... ya mandi sekalian kata Angg tertawa senang."

__ADS_1


"Nairapun akhirnya ikutan mandi bersama."


Selesai menjalankan ritual ... Angga dan Naira pun bergegas ke meja makan.


Mama dan papa sudah ada di meja makan.


Kak Mahes juga sudah duduk di tempatnya.


"Ini bagaimana sih ... sudah jam berapa ini ... kok sarapan belum siap ... kata mama marah."


"Tenang ma kata papa."


"Iya ini mana bi Sarmi dan mbak Jum ... kata Naira ikut bersuara marah."


"Tenang sayang ... ga usah marah marah kata Angga."


"Bi Sarmiiiii ... mb Jummmm teriak mama memekakkan telinga."


Bi Sarmi dan mb Jum pun datang seperti orang baru bangun tidur.


"Sabar ma kata papa yang ga mengerti bakal kena prank juga."


"Bi Sarmi ... mbak Jum masih mau kerja ga sih kalian kata mama marah ."


"Kenapa sudah jam segini sarapan belum ada kata mama sambil memukul meja."


"Maaf nyonya kami ketiduran kata mereka berdua."


"Akting yang bagus batin Naira."


"Ingat darah tinggi mama katanya lagi."


"Kalau gitu biar Naira order makanan saja ma ... kata Naira."


"Sudah ... sudah ... ga usah kata mama."


"Kita makan di luar saja kata mama sambil menggandeng papa keluar."


Angga, Naira, dan Mahes pun mengikuti Mama.


Tiba tiba dari luar pak Jamal, pak Sobri dan para satpam penjaga rumah datang membawa kue tart ulang tahun Mahes.


Mama pun bersorak ... "Happy Birthday"


anak mama kata mama sambil memeluk dan menciumnya.


"Kena prankkkkk kata Naira tertawa."


"Jadi ini prank kata papa menepuk jidatnya."


"Ide mama pa ... kata Naira."

__ADS_1


"Anggapun ga tahu pa ... jangan melihat ke Angga kata Angga."


"Ayo masuk semuanya kata mama."


Taruh kuenya di ruang keluarga pak kata mama."


Bi Sarmi dan mb Jum serta pegawai yang lainnya menyusun makanan dan perlengkapan yang lainnya.


"Wow ... akting mama benar benar bagus kata Angga tersenyum."


"Bi Sarmi dan mbak Jum aktingnya juga bagus kata Mahes."


"Terima kasih atas kejutannya."


"Ga pernah terpikir pula ... mama marah tawa Mahes."


"Papa aja heran dan bingung ... selama ini tak pernah pula mama marah marah sama karyawan ... kok ini tiba tiba marah sam bi Sarmi kata papa yang akhirnya bisa tersenyum."


"Kita berhasil ra ... kata mama tersenyum lega."


"Naira kemudian memeluk Mahes dan mengucapkan selamat ulang tahun."


Angga dan papa pun ikut melakukan seperti yang Naira lakukan.


Semua ikut memberikan selamat


Angga tolong nyalain lilinnya kata mama.


Setelah acara selesai akhirnya mereka pun makan makan.


"Sayang ... mana kado buat kak Mahes kata Naira pada suaminya."


"Ee masih di mobil kata Angga."


"Kok masih dimobil kata Naira."


Habisnya kalau dibawa masuk ntar ketahuan Mahea pula kata Angga."


"Oooo ... benar juga ya kata Naira tersenyum."


Angga mengambil kadonya dan menyerahkannya kepada Mahes.


"Apa ini ... tanya Mahes."


"Buka saja kata Angga."


"Semoga kakak suka ya, itu pilihan kami berdua kata Naira."


"Sudah ... sekarang makan makan dulu ... semuanya sudah siap kata mama."


"Buka kadonya nanti saja Oke ... kata mama tersenyum.

__ADS_1


Semua anggota keluarga dan para karyawan menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan. Mereka merasa sangat bahagia.


Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan vote yang banyak. Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all❤❤❤


__ADS_2