
Pagi ini Naira bangun pagi dengan perasaan yang bahagia ada Angga yang sedang menciumi pucuk kepalanya dengan tersenyum bahagia juga.
Naira merasa sudah sempurna menjadi seorang istri. Dia sudah menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik dan sudah membuat suaminya merasa bahagia.
Naira bangun dan mandi seperti biasa dia selalu menyiapkan air hangat untuk Angga mandi lalu menyiapkan baju gantinya. Setelah itu mereka pun langsung menuju meja makan untuk sarapan.
Di meja makan sudah ada papa mama dan kak Mahes.
Mereka menikmati sarapannya dengan tenang dan gembira.
"Kak ... kapan kakak mulai ngantor lagi kata Mahes ke Angga."
"Kenapa ? tanya Angga balik."
"Sudah ga betah kamu di kantor ... kata Angga tersenyum."
Naira hanya diam mendengarkan obrolan kakak beradik ini.
"Biarkan kakakmu pulih benar benar dulu hes ... kata Mama."
Kapan kita mau menggelar resepsi disini Angga ... Ara ... kata papa tiba tiba membuat Naira batuk karena tersedak.
Angga langsung memberikan segelas air untuk istrinya dan menepuk nepuk punggung Ara dengan lembut.
Pelan pelan sayang ... kata Angga.
Papa, mama dan Mahes memperhatikan tontonan mesra yang ada di hadapan mereka dengan senyum bahagia.
"Maaf semuanya kata Naira."
"Pelan pelan ra kata mama."
"Iya ... ma ... terima kasih kata Naira."
"Bagaimana Angga? kata papa"
"Kalau Angga terserah Ara aja pa kata Angga."
"Kok terserah aku sih kak ... kata Naira berbisik ke Angga."
"Kenapa ra? ... ga usah bisik bisik diomongin aja secara langsung kata papa."
__ADS_1
"Kamu mau resepsinya diadain dimana dan bagaimana terserah kamu sama Angga aja kata papa."
"Emang harus ya pa kata Naira."
"eeee ... harus la biar relasi dan kolega papa tahu ... biar ga terjadi fitnah ... kata papa bersemangat."
"Papa ga malu sama orang orang nanti ... kalau menantu papa aku ... seorang anak pungut kata Naira terlihat sedih dan berkaca kaca."
"Araaaa ... kata mamanya marah."
"Ngomong apa kamu raa kata papanya berdiri dari kursinya marah."
Papa tidak pernah membeda bedakan orang. Papa selalu mengajari anak anak papa menjadi pribadi yang baik. Dengar kamu Ara kata papanya dengan tegas.
Kalau papa berpandangan picik ... dari kemarin kemarin papa melarang Angga menikah sama kamu kata papa dan pergi dari ruang makan.
"Tenangkan istrimu Angga ... mama menyusul papa dulu kata mamanya."
"Anggapun memeluk Ara dan menenangkannya.
Mahes yang masih duduk bingung dengan pikiran Ara.
Mengapa kamu bisa bicara seperti itu ra ...? tanya Mahes. Selama ini harusnya kamu tahu ... kami semua tak pernah menganggapmu anak pungut anak adopsi atau apalah itu kata Mahes. Kami semua menyayangimu ra kata Mahes memeluk Naira.
"Kakak ini ... Ara ini adik aku kata Mahes."
"Tapi Ara istri aku sekarang kata Angga tegas melepaskan pelukan Mahes."
"Aduk ... kakak ini ... cemburuan aja sama adik sendiripun ucap Mahes."
"Pokoknya ... tidak ya tidak kata Angga serius."
Tiba tiba Nairapun tersenyum dan tertawa melihat kelakuan keduanya.
Naira berdiri dan memeluk kak Mahes, "Terima kasih kak atas perhatiannya selama ini ke Ara ... kata Ara. Ara sayang kakak."
Mahes pun mengejek Angga dengan menjulurkan lidahnya dan tertawa.
"Araaaaa ... kata Angga teriak."
Naira pun melepaskan pelukannya dan menghampiri Angga lalu mencium dan memeluknya.
__ADS_1
Anggapun terdiam membisu ditempatnya merasakan kelakuan Ara.
"Terima kasih sudah mencintai dan menyayangi Ara kata Ara sambil mencium bibir Angga di depan Mahes."
"Aduch ... aku pergi dulu ... mataku sakit kata Mahes tersenyum ke Angga.
"Sudah ra ... kita lanjutnya di kamar aja ... malu dilihat semua nanti kata Angga tersenyum."
Anggapun mengajak Naira ke kamarnya.
Didalam kamar mereka mengobrol tentang rencana papa.
Jadi kamu mau acaranya dimana ra ... tanya Angga.
Aku mau di rumah aja la kak ... gak usah pakai acara acara di hotel ... kita bikin outdoor aja ya kata Naira semangat.
Terserah kamu ra ... kakak mendukung aja rencanamu yang penting papa dan mama senang.
"Tapiiii ... aku mau ada es potong di acara aku nanti ... boleh ya ... kata Ara manja ke suaminya."
"Terserah yang penting istri aku ini senang kata Angga."
"Kak ... kita buat pondok podok hias ya buat makanannya. Aku mau banyak jajanan di pestaku nanti kata Naira bahagia.
Tapi juga ada makanan berkelas di meja prasmanan."
"Iya ... iya ... suka suka kamu sayang kata Angga sambil membelai rambut Naira."
"Kita sewa dekorasi yang di pulau P ya ... aku suka idenya ... bagus."
"Yup ... kata Angga sambil menciumi Ara.
"Kakak ... ah ... apalah ini ... kata Naira."
"Ayolah sayang ... pingin ... kata Angga pura pura merajuk."
"Ya ... ya ... kata Angga menggelitik Naira."
"Iya ... kata Naira akhirnya mengalah dan pasrah."
"Merekapun menghabiskan waktu mereka berduaan di kamar dengan bahagia."
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan vote yang banyak. Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all.