Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 90. SAKIT


__ADS_3

Ayo dukung karya perdana saya ini dengan memberikan like dan komennya.


Jangan lupa berikan vote yang banyak


Biar saya lebih semangat dan semangat lagi untuk berkarya dan menyelesaikan cerita ini.


Ciayoooooo


Love you all ... ❤de'arys❤


Suasana di China town di malam hari memang sangat menyenangkan. Naira sangat menikmati kebersamaannya dengan suaminya Angga. Rasanya dia selalu pingin dekat dekat suaminya.


Dirga malam ini bertugas membawa mobil pulang ke apartemen dan membiarkan kakaknya berduaan dengan istrinya di kursi belakang.


"Ini harus ada upahnya ini ... kata Dirga."


"Malam ini aku sengaja dijadiin supir ... dengus Dirga."


"Ga ikhlas ini ... kata Naira."


"Suamiku ini kalau ga capek ... pasti juga yang nyetir ... kata Naira."


"Iya ... iya ... segitunya belain suami ... so sweet kata Dirga."


"Sayang kamu kenapa sih ... tiba tiba kok keringat dingin begini."


"Udah cepetan kak Dirga ... kata Naira cemas."


"Akhirnya sampai juga kata Naira."


"Kak Dirga bantuin lah ... bawain kak Angga ke kamar katanya."


Sampai di kamar ... Naira langsung merebahkan suaminya ke ranjang.


"Kak Dirga ... ada ga termometer teriak Naira."


"Ada ... tunggu ... kakak ambilin kata Dirga."


"Ini ra ... termometernya. Kak Angga kenapa kok tiba tiba keringat dingin kata Dirga."


"Aku ga tahu kak ... aku bingung kata Naira."


Tiba tiba Angga bangun dan langsung ke kamar mandi. Anggapun memuntahkan semua isi di dalam perutnya.


"Kamu ini kenapa sayang kata Naira mambil mengelus elus punggung Angga."


Lagi lagi Angga balik ke kamar mandi dan muntah .

__ADS_1


"Sayang kamu ini kenapa kok tiba tiba begini kata Naira."


Naira mengambil minyak gosok dan membalurkannya ketubuh Angga.


"Aduh aku lemes banget sayang kata Angga"


"Temani aku disini katanya."


"Iya ... aku tetap disini kok ... kata Naira.


Aku ini mual pingin muntah tapi ya gitu yang keluar sudah habis dari perut aku kata Angga."


"Sayang tolong la pijatin kaki aku ... pegal pegal ... capai sekali kata Angga."


"Iya ... jawab Naira sambil memijat kaki suaminya dengan cemas."


Akhirnya Anggapun tertidur setelah Naira dengan lembut memijat kaki suaminya.


Sayang kamu kenapa sih ... batin Naira."


Akhirnya Naira pun keluar kamar setelah suaminya tidur.


"Kak Dirga kata Naira memanggil Dirga di kamarnya."


"Iya ... ra ... ada apa kata Dirga."


"Baik ra kata kak Dirga sambil memeluk Ara menenangkan."


"Ara pun menangis dipelukan Dirga."


"Maaf kak ... Naira binggung harus bagaimana ... kata Naira."


"Iya kamu yang sabar ... besok kita ke rumah sakit ... OK ... kata Dirga."


"Makasih ya kak ... aku ke kamar dulu nengok suami aku kata Naira."


"Hemmmm ... iya ... beruntung kamu kak Angga batin Dirga."


Naira masuk ke kamarnya dan melihat suaminya masih tertidur. Diapun mendekati suaminya menciun keningnya lalu membelai wajah suami dengan penuh rasa sayang.


"Cepat sembuh ya sayang ... aku rindu ... kata Naira."


Naira memeluk suaminya dan ikut tidur di sebelahnya.


Naira terbangun di pagi hari dengan terkejut, suaminya sudah berlari ke kamar mandi dan muntah muntah lagi.


Nairapun akhirnya ikut terbangun dan menyusul suaminya ke kamar mandi.

__ADS_1


Dia mengelus elus lagi punggung suaminya.


"Yuk sayang ... kita ke rumah sakit saja kata Naira sambil memeluk suaminya menuju ranjang."


"Aku lemes banget ra ... kata Angga."


"Sudah kakak disini aja ... aku bantu ya sayang kata Naira."


Naira pun mengambil gayung dan waslap ... diapun melepas baju suaminya dan mengelap muka dan tubuh suaminya dengan waslap basah.


Lalu menganti baju serta semuanya dengan yang baru. Menyisir rambutnya lalu


menuntun suami gosok gigi.


Setelah selesai Naira pun memeluk suaminya dan menuntun ke meja makan.


"Sayang ... ini teh bunga matahari hangat buat kamu kata Naira."


"Minum dulu biar mengurangi rasa mualmu sayang kata Naira."


Jangan lupa ini aku bikinin bubur buat mu sayang katanya sambil memasak bubur buat suaminya."


"Aku banguni kak Diega dulu ya kata Naira sambil berjalan ke kamar Angga."


"Tok ... tok ... tok ... kak Dirga ... panggil Naira."


"Iya ... ra ... kata kak Dirga dari dalam kamar."


Ayolah ... antarin kami ke rumah sakit kata Naira."


"Ya ... baik ... tunggu ya kata Dirga."


"Kami tunggu di ruang makan ya kata Naira."


Naira menemui suaminya dan duduk disampingnya.


"Kok ga di makan si sayang kata Naira."


"Aku suapin ya ... dikit aja buat isi perut kata Naira."


Naira pun mengambil mangkok bubur dan menyuapin suaminya.


"Kak Dirga ... sarapan dulu ... aku sudah siapin nih ... kata Naira."


Dirga pun duduk di kursi dan sarapan dengan coklat panasnya dan roti panggangnya.


"Terima kasih ya ... Naira kata Dirga."

__ADS_1


"Sama sama kak kata Naira."


__ADS_2