
Ayo dukung karya perdana saya ini dengan memberikan like dan komennya.
Jangan lupa berikan vote yang banyak
Biar saya lebih semangat dan semangat lagi untuk berkarya dan menyelesaikan cerita ini.
Ciayoooooo
Love you all ... ❤de'arys❤
"She is crying because we have eaten her breads kata Angga."
"Ooooo .... kata Dirga."
"Pokoknya cepetan ... aku mau rotinya kata Naira merengek manja sambil menangis dipelukan suaminya."
"Cepetan .... tunggu apa lagi kata Angga gusar."
"Iya ... iya ... aku berangkat kata Dirga."
"Merepotkan saja ...batin Dirga."
Dirga pun pergi membeli roti di WHF.
Anggapun mencoba menenangkan Naira sambil pikirannya pun mengembara kemana mana.
"Tumben ga biasa Naira bertingkah seperti ini ...batin Angga."
Anggapun membelai rambut istrinya dengan sayang.
"Kakak ke kamar mandi dulu ya sayang kata Angga."
"Mau ngapain ... kata Naira manja."
"Bentar aja ... kakak mandi dulu ya kata Angga."
"Nanti kakak buatin susu coklat kesukaanmu ... ok bujuk Angga seperti membujuk anak TK aja pikirnya."
Anggapun langsung mandi dan kemudian berganti pakaian secepat mungkin.
"Yuk keluar ... kata Angga sambil menggandeng tangan Naira ke dapur."
"Aku ga mau susu coklat ya ... aku mau minum teh madu kata Naira pada suaminya."
__ADS_1
"Siap ... nyonya besar kata Angga sambil tersenyum."
"Ini nyonya minuman anda kata Angga sambil memberikan nya ke Naira yang duduk di meja makan dekat dapur."
"Terima kasih ya sayang kata Naira melihat suaminya sambil tersenyum."
Angga melihat Naira yang sedang minum.
"Istriku kok jadi tambah padat berisi ya batin Angga."
" mmmmm ... tambah montok aja dia batinnya sambil tersenyum penuh arti dan hanya Angga saja yang tahu artinya."
"Sayang ... kenapa ngeliatin aku terus kata Naira."
"Aku cantik ya pakai baju ini kata Naira lagi sambil memutar badannya bak model."
"Wow sangat cantik ... dan sangat sexy kata Angga."
"Tapi kakak ga mau ya kamu keluar pakai baju begitu kata Angga marah."
"Kan Ara bilang baju ini ... just for you kata Naira sambil menghampiri suaminya dan memeluknya."
Nairapun berjalan memeluk suaminya menuju sofa dan duduk.
Tiba tiba Naira sudah duduk dipangkuan Angga dan menghadap mukanya.
"Kenapa ra ... aku tampan ya kata Angga tersenyum."
"mmm ... Naira mengangguk mengiyakan."
Hari ini Angga membiarkan saja apa yang ingin Naira lakukan.
Naira tiba tiba mencium Angga dengan lembut dan intens
Anggapun mengikuti apa kemauan istrinya itu.
Lalu Naira mengecup kedua kelopak matanya dan tersenyum memandang Angga.
"I love you sweetheart kata Naira dengan bibir tersungging senang."
Angga yang gemas melihat tingkah polah Naira pun membalasnya.
"I love you to kata Angga langsung mencium Naira dengan penuh kelembutan dan kasih sayangnya."
__ADS_1
"Waaa ... wow ... wow ... kata Dirga yang tiba tiba datang mengagetkan dan menghentihan aktifitas mereka."
"Kalian ini ... memang parah ... parah ... parah ... kata Dirga lagi."
"Di dalam kenapa ... eee ini area umum kata Dirga menegaskan."
Anggapun hanya bisa tersenyum.
"Tuntutan istri katanya."
"Alasan aja kamu kak ... kak ... kata Dirga."
"Ini roti kamu ra ... kata Dirga memberikan paper bag rotinya."
Nairapun turun dari pangkuan Angga tanpa memperdulikan mereka berdua dan mengambol paper bag di tangan Dirga.
Dirga pun melihat Naira dengan intens.
"Wow ... your wife is so sexy bro kata Dirga tersenyum."
"That is your sister, too ... kata Angga."
"Awas aja dia pakai itu keluar ... geram Angga."
Dirga pun tertawa mendengar kemarahan Angga.
Naira pun mengambir rotinya dan menciumnya serta menghirup bau wangi roti yang di pesan suaminya dan Dirga sewaktu wisata kemarin.
Naira pun tersenyum senang dan puas.
"Terima kasih ya kak Dirga kat Naira."
"Nih ... rotinya kata Naira sambil memberikan paer bagnya lagi."
Woiiii kata Dirga kebingungan."
"Aku sudah beli jauh jauh hanya begini endingnya ... kata Dirga sambil mengacak acak rambutnya."
"Angga pu tertawa melihat kelakuan Dirga
... enak kan ... di kerjain dia kata Angga."
Angga pun mengikuti Naira dan masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Selamat istirahat ... kata Angga sambil tertawa tawa melihat Adiknya."
"Bener ... bener membuat repot ini si Naira ... dengus Dirga."