
Dua hari setelah pertengkaran itu akhirnya Naila menyetujui untuk bertemu dengan Darren.
Sore ini rencananya Naira akan bertemu dengan Darren di tempat biasa ... dimana lagi kalau bukan di taman kolam tempat favorit mereka.
Naira pun pergi bersama Angga di antar pak Jamal.
"Ooooo ... jadi ini tempat kalian pacaran ... kata Angga."
"Bagus ... bagus ... romantis ... katanya lagi."
Naira malas menjawab ... takut semakin bertambah masalahnya.
Sambil menunggu Darren datang Naira mengajak Angga untuk berlatih dengan alat bantunya. Angga berjalan pelan pelan dengan pengawasan dan bantuan dari Naira.
"Enak juga sayang kita latihan disini ... suasananya adem ... sejuk ... kita juga bisa refreshing kata Angga tersenyum senang."
"Iya kak ... nanti Ara temanin kak Angga latihan disini ... kata Naira."
"Kalau kak Angga rajin latihan ... secepatnya kak Angga bisa ganti dengan alat bantu yang lebih simple kata Naira tersenyum dengan antusias.
Angga pun mendekatkan bibirnya dan mencium pipi Naira.
"Kak Angga kata Naira kaget bercampur malu." Ini ruang publik ... tempat umum.
Kakak ini asal nyosor aja kata Naira."
"Nyosor ... emang aku bebek ... pakai nyosor nyosor segala kata Angga tertawa terbahak bahak."
"Habisnya lihat muka kamu imut banget jadinya pingin cium cium terus kata Angga tersenyum."
Sudah kita duduk saja di sana kata Naira.
"Aku beli minum dulu ya kak kata Naira."
"Kak Angga mau minum apa kata Naira lagi."
"Beliin aku air mineral aja ra ... kata Angga."
"OK kata Naira sambil berjalan menuju kios minuman."
Sambil berjalan Naira melihat jam tangannya ... sudah sore kenapa Darren belum datang katanya dalam hati.
Nairapun kembali ke kursi yang diduduki Angga dan memberikan air mineral yang sudah dibukanya.
__ADS_1
"Terima kasih ya sayang kata Angga tersenyum sambil membelai kepala Naira dengan sayang."
"Iya ... jawab Naira singkat.
"Kita tunggu saja ... kalau jam 6 belum datang ... kita pulang saja kata Angga."
"Iya ... jawab Naira singkat."
Kali ini Angga berjanji akan memberikan Naira kesempatan untuk bertemu dengan Darren dan menjelaskan semuanya.
Tepat pukul 5.35 Darren datang dengan berlari lari kecil. Dia datang masih lengkap dengan pakaian kerjanya.
"Maaf ra ... kakak datang terlambat kata Darren."
"Maaf kak Angga ... boleh aku ngobrol dengan Ara ... kata Darren ke Angga."
Angga hanya mengangguk dan mempersilahkan mereka mengobrol.
Darren duduk di bangku taman tak jauh dari tempat duduk Angga.
"Ra ... kenapa kamu terus menghindari kakak. Apa salah kakak? tanya Darren."
"Sudahlah kak ... hubungan kita sudah berakhir kata Naira."
"Aku sudah ga bisa bersama kakak lagi kata Naira lagi."
Di bangku lain .... Angga terus memperhatikan gerak gerik mereka.
"Katakan ra ... jangan kamu diam saja."
"Aku tidak ada hubungan apa apa sama Debby."
"Aku hanya mencintaimu ra ... kata Darren sambil memeluk Naira dengan sayang dan keterputus asaannya."
"Naira kaget dan menolaknya, Nsira berusaha melepaskan pelukan Darren tetapi Darren memeluknya dengan erat seakan tidak mau melepaskannya."
Sudah dua minggu Naira susah dihubungi dan ditemui.
"Kak tolong lepaskan ini tempat umum kak ... kata Naira malu dan takut terhadap Angga."
"Entah apa yang akan dilakukannya melihatnya dipeluk Darren."
Anggapun menahan marah sambil mendekati mereka tetapi belum sampai dia dekat seseorang datang dan menampar Naira dengan keras.
__ADS_1
"PLAKKK ...dasar perempuan tidak tahu malu katanya sambil mendorong Naira."
Sudah kukatakan kalau Darren itu tunangan aku, kenapa masih mendekatinya kata Debby dengan emosi.
"Anggapun menghentikan langkahnya sejenak mendengarkan percakapan mereka."
"Ada apa ini ... siapa perempuan ini batin Angga kesal karena sudah berani beraninya menampar istrinya."
"Apa apaan kamu ... kata Darren mendorong Debby dan membantu Naira berdiri."
"Apa maumu kata Darren kepada Debby?
"Kamu tunangan aku yang ... kata Debby."
"Kenapa kamu tega melakukan ini padaku."
"Calon ... kata Darren."
"Baru calon ... sudah mau ngatur atur aku kata Darren dengan marah."
"Dengar yang aku cintai Ara ... hanya Ara yang aku cintai bukan kamu kata Darren lalu mencium Ara di depan Debby."
Tiba tiba ... BRUGGGG ... sebuah pukulan tepat mendarat tepat di rahang dan pipi Darren dengan keras."
Auwww kata Darren memegangi rahang dan pipinya ... Kak Angga kata ... Darren kaget.
Debby pun berteriak tak kalah kaget.
Setelah memukul Darren Anggapun mencium bibir Naira dengan lembut.
Naira yang masih gemetaran hanya bisa diam dan pasrah menerima ciuman Angga.
Setelah selesai mencium Anggapun mengusap dengan lembut bibir Naira dengan jari jemarinya. Angga tidak rela Darren mencium istrinya dan sebagai tanda kepemilikan atas diri Naira. Ya ... bahwa Naira adalah istri nya.
"Istri yang sah dimata hukum dan agama."
Kak Angga ... apa ... apaan kamu kata Darren berdiri dan marah melihat kejadian tadi.
"Jauhi istriku ... jangan ganggu dia kata Angga sambil menunjuk Darren."
"Naira masih terkejut dan diam saja dalam pelukan Angga.".
"Istri ... kata Darren terkejut."
__ADS_1
Debby pun tak kalah terkejutnya seperti Darren.
Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan vote yang banyak. Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all.