
Dua hari berlalu setelah perdebatan itu, Naira duduk menonton tv film kartun kegemarannya di ruang keluarga di lantai atas sambil makan camilan di sore hari.
Hari-hari Naira tak ada kerjaan karena menunggu pendaftaran masuk ke universitas. Dia sudah memutuskan ingin kuliah di Universitas RR saja.
Dia akan mengambil bidang kesehatan jurusan Fisioterapi.
Mahes keluar dari kamarnya dan melihat Naira di ruang keluarga. Diapun mendekat.
"Hai ... ra ... nonton ga ajak-ajak kakak, gurau Mahes sambil duduk dan ikut memakan camilan yang ada.di meja."
"Ya ... kak Mahes ini gangguin orang seneng aja timpal Naira sambil pura-pura sebel."
Tiba-tiba Mahes minum orange juice yang dibawa Naira .
"Weeee .... swegerrrr, kata Mahes."
"Eeeeee ... jangan dihabiskan ya ... seru Naira."
"Yaaaa ... sori deh ... habisss kata Mahes dengan senyum ala iklan pasta gigi."
"Kakak ini ... cari enaknya aja sih .... gerutu Naira."
"Aku kan haus mau minum juga ... sisain dikit napa ... sambil memanyunkan bibirnya.
"Kamu ini ...... sama kakak sendiri aja pelit sambil mengacak-acak rambut Naira."
"Kakak .... !!!! seru Naira."
Mahes pun menghentikan mengacak acak rambut adiknya itu. Entah kenapa mereka selalu gemes dan mengacak acak rambut Ara dari dulu ... seperti sudah tradisi dan menjadi suatu keharusan heheheee.
__ADS_1
"Kak ... bagusnya aku kuliah dimana ya? tanya Naira ke kakaknya pura pura serius."
"La kamu ... pinginnya kemana ra? Jawab Mahes."
Entahlah kak ... Ara masih bingung.
"Kenapa kamu ga bilang saja kemarin kalau mau kuliah bareng kami, kata Mahes langsung."
"Sudahlah kak .... ga usah di bahas lagi."
"Selamanya aku tetap akan dianggap anak kecil yang selalu butuh perlindungan, ucap Naira dengan sedih."
Mahes memeluk Naira dan membelainya dengan sayang.
Semua menyayangimu ra. Semua ga mau melihatmu terluka, ucap Mahes menenangkan.
"Ceiiiiileeeee ........ ada yang meninggal apa nih ... kok nangis nangis segala ... seru Dirga dari belakang dan langsung duduk di dekat Naira dan ikut memeluknya.
"Sempit kakkkkkkk ucap Naira sambil melepaskan pelukan keduanya."
"Aku ga bisa bernapas .... kata Naira lagi."
Mahes dan Dirgapun melepaskan pelukannya dan tertawa bersama-sama melihat muka Naira yang terlihat lucu dan menggemaskan.
"Ngapain sih nangis nangis, tanya Dirga."
"Ntah tu ... si Ara tunjuk Mahes ke arah Naira"
"Sedih kali .... kakaknya ntar lagi balik hahahaaa , ucap Mahes.
__ADS_1
"idihhhh siapa pula yang sedih, balas Naira."
"Sana .... cepetan pulang, ngapain pula lama lama di sini, ucap Naira sambil pura pura mengusir Mahes dan Dirga.
Mahes dan Dirga pun tertawa dan menyerbu Naira sambil mengacak rambut Naira serempak.
Nairapun berteriak ....
"Udah .... kak .... ampun ... ampun ... sambil tertawa-tawa."
"Kalian ini apa-apaan sih ... teriak Angga tiba tiba dengan nada tinggi."
"Sudah pada besar ... kelakuan masih aja tidak jelas."
Mahes, Dirga,dan Naira seketika itu menghentikan aktifitasnya.
"Sore kak Angga kak Annisa kata Naira sambil tersenyum di ikuti kedua kakaknya.
"Hehehe ... balik kerja ya kak, ucap Mahes pada keduanya."
"Iya ... kata kak Annisa sambil menggandeng suaminya Angga menuju kamar."
Setelah mereka masuk ketiganya pun tertawa-tawa lagi.
"Efek menikah bagian 2 , kata Naira ketawa diikuti kedua kakak-kakaknya."
"Belum dapat jatahnya ... kata Dirga diikuti ketawa Mahes."
"Apaaaa ... jatah apa? Tanya Naira dengan polosnya diikuti ketawa yang terbahak- bahak oleh kedua kakaknya.
__ADS_1
Mereka bertigapun akhirnya meneruskan nonton tv bareng sambil ngobrol dan bercanda. Ternyata momen momen sederhana seperti inilah yang selalu dikangenin mereka.