
Pulang kuliah Naira langsung mandi dan bersiap siap. Naira memilih baju mini dres tanpa lengan berwarna ungu dengan rok model balon dan hiasan bunga di dada sebelah kiri. Rambutnya diurai memanjang dengan curly diujung bawah rambutnya dan riasan yang natural. Tas warna hitam dengan tali rantainya dan sepatu yang senada.
Setelah selesai Nairapun turun menuju kamar mamanya. Naira mengetok kamar dan memanggil mamanya dan masuk.
Mama sedang merapikan rambutnya.
"Udah siap ma ... tanya Naira."
"OK ... mama sudah siap. Ayo berangkat kata mama."
"Kita bawa mobil sendiri apa barengan sama kak Angga ma tanya Naira."
"Bawa mobil kamu aja ra ... kata mama."
Keluar dari kamar mama Angga dan Annisapun sudah siap dan menunggu di ruang tamu.
"Mama sama Ara bawa mobil sendiri aja Angga kata mama."
"OK ma ... Let's go .... kata Angga."
Akhirnya merekapun sampai di kediaman keluarga Respati.
Keluarga respati adalah kawan papa Angga di bidang jasa. Keluarga Sukma Wijaya andil besar dalam saham di perusahaan Respati.
Mama, Ara, Angga, dan Annisa langsung menuju ke keluarga Respati dan menyalaminya.
Hari ini adalah pesta Anniversary Bapak dan ibu Respati.
Ketika berjalan menuju tempat kue tiba tiba Naira tertabrak seorang anak kecil yang sedang berlari.
"Ups ... maaf kata Naira dengan sedikit berteriak."
"Anak kecil itu tersenyum sambil bilang ga apa apa tante yang cantik."
"Maaf ... maafkan anak saya kata laki-laki didepan Naira sambil menggandeng anak itu ke samping tubuhnya."
Tiba tiba kak Angga sudah ada di sebelahnya .
"Kenapa ra ...? tanya Angga.
"Enggak apa apa kak jawab Naira."
"Angga ya ... Erlangga Sukma Wijaya anak XIIA kata laki laki didepan kami."
"Pandu ... Arya Pandu Dewantara ... seru Angga senang."
"Hai ... apa kabar bro .... ? Nice to meet you kata Angga."
"Baik ... jawab Pandu."
"Ini istri kamu ngga ... cantik kata Pandu tersenyum."
"Oooo ... bukan ini adik aku ... Naira namanya ... kata Angga sambil tertawa."
"Itu istri aku ... yang ... sini ... panggil Angga ke Annisa."
"Annisa ... kata Pandu."
__ADS_1
"Kamu jadi sama Annisa ... kata Pandu lagi."
"Awet kan ... kami ... kata Angga dan Annisa serempak sambil tersenyum."
"Mana istrimu ndu ... tanya Angga."
"Aku sudah duda ... istriku meninggal tiga tahun yang lalu kata Pandu."
"Maaf kata Angga."
"Eeee anak cantik siapa namanya ... tanya Annisa."
"Diandra ... tante."
"Kak aku kesana dulu ya ... kata Naira."
"Tante cantik ... ikuttttt kata Diandra ke Naira"
Nairapun menoleh ke Diandra dan kakaknya.
"Udah ... ajak aja ra ... kata Angga."
"Kami tunggu di sini."
Nairapun terlihat bingung tapi diajaknya juga Diandra berjalan ke tempat eskrim.
"Kamu mau eskrim rasa apa ... tanya Naira."
"Coklat ... jawab Diandra."
"Terima kasih tante cantik ... tante cantik deh kata Diandra sambil tersenyum.
"Kecil kecil da pandai merayu ... colek Naira ke pipi Diandra."
"Aku mau juga rasa coklat ... kata seseorang tiba tiba.
"Arka ... kata Naira kaget."
"Hahahahaaa .... tawa Arka tiba tiba."
"Eeeeee kamu di undang juga ya kata Naira spontan."
" Mana Darren ... tanya Arka tiba tiba."
"Di rumahnya mungkin kata Ara membuat Arka tertawa."
"Aku kesini sama mama dan kakakku."
"Itu ... yang disana kakakku tunjuk Naira ke arah kak Angga."
"Kamu ke sini sama siapa tanya Naira."
"Itu ... kakakku tunjuk Arka sambil memanggil kakaknya."
"Nah ini kakak aku ....
"Eleonora ... panggil aku Nora kata kakak Arka sambil mengulurkan tangannya."
__ADS_1
"Naira ... kata Naira membalas jabat tangan kakak Arka."
"Eeee ... kalau ga salah ... kamu itu adik Mahesa ya ... Mahesa Sukma Wijaya kata Nora lagi."
"Kak Nora kenal kak Mahes ya."
"Ya ... kami pernah sekelas kata Nora "
"Tante cantik ... yuk kesana ... kata Diandra sambil menarik tangan Naira."
"OK .... jawab Naira."
"Kak Nora ... Arka ... aku permisi dulu ya."
"Papa ... tante cantik ini baik deh kata diandra nyerocos."
"Iiiiiiii kok lucu kali sih ndu,anak kamu kata Annisa mentoel pipi Diandra."
"Cepet la ... kalian punya anak kata Pandu sambil tersenyum."
Naira hendak pergi meninggalkan tempat itu tapi kak Angga memanggilnya.
"Ra ... kenalin dulu kawan kakak ini kata Angga.
"Ini dokter Pandu .... dia neurologist (dokter syaraf) kata Angga."
"Naira ... Pandhu kata keduanya sambil berkenalan."
"Adikku ini masih kuliah ... disuruh ambil kedokteran eeee malah maksa ke fisioterapi ... kata Angga."
"Kak Angga ini ... apaan si kata Naira."
"Eeee bagus juga tu ... ngga."
"Sekarang ahli fisioterapi sangat dibutuhkan kata Pandhu.
"Itu ... dengerin kak Angga sayang ... kata Naira sambil tersenyum serasa ada yang belain.
"Aku cari mama dulu kak ... kata Naira pamit."
"Ya ini dia ... yang di cari sudah ketemu kata Naira tersenyum ke mamanya."
"Emang mama anak kecil yang bisa hilang kata mama tersenyum."
"Pulang yuk ma ... ajak Naira."
"Mana kakakmu ... tanya mama."
"Itu disana ma ...lagi sama teman temannya."
"Biar aja nanti Ara wa aja ma ... kita pulang duluan kata Ara."
Akhirnya keduanyapun pulang duluan.
Sampai dirumah Naira langsung menuju kamar berganti pakaian dan tidur pulas.
Rasanya badannya capek luar biasa.
__ADS_1