
Malam ini entah kenapa Naira ingin pergi ke kamar mamanya. Naira pun mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar.
Mama dan papa sedang duduk disofa menikmati acara tv dengan Asyik.
"Ini anak kenapa sih ... kata da kuliah da besar kok masih bergelayut manja aja sama mamanya ... kata papa tersenyum."
"Iiiiiii papa ... pingin Naira peluk juga ya kata Naira sambil memeluk papanya manja."
"Anak ini .... kata papa sambil membelai kepala Naira dengan sayang."
"Kapan kak Mahes pulang pa ... kata Naira."
"Kenapa kemarin g pulang saja sekalian sama papa ... tanya Ara penasaran."
"Kak Mahes masih nyelesaiin urusan disana ra ... ntar kalau sudah selesai langsung balik dia kata papa."
"Kemarin papa ajak ke wisuda kak Mahes ga mau."
"Naira kan g mau ketinggalan kuliah pa ... jawab Naira.
"Sok dewasa kamu ra ... ra ... kata papa tersenyum."
"Anakmu sudah besar ma ... kata papa lagi lagi tersenyum."
Mama pun ikut tersenyum mendengar perkataan papa."
"Ah papa mosok anaknya mau kecil terus ... kata Naira ikut tersenyum."
"Pa ... ponsel papa bunyi tu."
Papa pun mrngambil ponselnya.
"Ya hallo ... apa dari kepolisian ... kecelakaan kata papa.
Aku dan mama langsung berdiri mendekati papa.
"Kecelakaaan apa ... siapa pa kata mama."
Belum ada jawaban, papa masih sibuk dengan teleponnya.
Aku menemani mama duduk kembali kesofanya. Mencoba menenangkan mama takut tensi darahnya naik.
Tiba tiba papa datang mendekati kami.
"Ma ... papa pergi dulu ya mau ada yang diurus kata papa.
__ADS_1
"Jaga mama ya ra."
"Pa ada apa ini ... cerita ke mama tanya mama sedikit cemas."
"Nanti papa cerita ma ... papa pergi dulu."
"Ingat jaga mama ra kata papa sebelum meninggalkan kamar.
"Siap ... pa ... kata Ara."
Papa dan pak Sobri langsung tancap gas ke rumah sakit Esa Manunggal rumah sakit terbesar di kota M.
"Maaf tuan sebenarnya ada spa ini tanya pak Sobri sedikit takut."
"Angga pak ... kata papa sedikit mengatur nafas dan berkata kembali ... kecelakaan sama istrinya tampak raut muka papa terlihat sedih."
"Astaga ... maaf tuan kata pak Sobri."
Sesampai rumah sakit papa langsung menanyakan ke bagian informasi tetang pasien akibat kecelakaan.
Masih ada beberapa polisi di rumah sakit.
Papa menanyakan ke satu polisi yang sedang bertugas disana.
"Selamat malam pak ... saya keluarga pasien kecelakaan. Bagaimana ya kejadiannya tanya papa?"
Kemudian papa menghubungi dokter Ikshan.
"Halo Ikshan bisa temui aku sekarang di lobby rumah sakit ... aku tunggu."
"Baik mas ... kata dokter Ikshan."
Dokter Ikshan adalah teman papa yang sudah dianggap seperti saudara sendiri.
"Apa kabar mas ... sapa dokter Ikshan."
"Ini shan ... anakku Angga kecelakaan sama istrinya ... tapi aku belum dapat kabar. Tolong bantu cari informasinya. Kemungkinan masih ada di ruang UGD. Kata papa tak ada jedanya."
" OK ... baiklah ... sabar mas banyak berdoa ... secepatnya aku kasih kabarnya kata dokter Ikshan."
Di rumah mama gelisah Naira sudah berusaha menenangkan mama tapi mama masih tetap risau akhirnya mama menyuruh Naira menelepon papa.
"Halo ... papa ... sebenarnya ada apa sih pa? tanya Naira."
"Mama masih risau pa. Mondar mandir gelisah. Ara di suruh telepon papa."
__ADS_1
"Nanti papa kabari secepatnya ra ... papa masih belum jelas juga."
"Papa tutup teleponnya dulu ya."
"Pa ... papa .... kata Naira tapi telepon sudah di tutup."
"Gimana ra ... ? tanya mama.."
"Sudah ditutup papa ... ma teleponnya."
"Nanti papa yang akan hubungin kita kata Naira." Soalnya papa juga belun jelas ma ... ada apa."
"Kita tunggu aja ma ... kita berdoa saja semoga g ada apa apa." Kata Naira menenangkan mamanya."
Di rumah sakit papa masih gelisah menunggu kabar.
"Tenang tuan ... duduk dulu. Banyak banyak berdoa tuan kata pak Sobri menenangkan."
"Aku belum bisa tenang ini bri kalau belum tahu kabar Angga dan Nisa dengan jelas ... kata papa masih dengan raut muka yang sedih dan gelisah."
Akhirnya dokter Ikshan pun datang dan memberikan penjelasan kepada papa.
"Mas ... tolong yang tabah ya kata dokter Ikshan."
"Kenapa shan? ... ada apa? ... Bagaimana keadaan Angga dan Annisa? kata papa bagaikan air sungai yang mengalir tiada hentinya."
"Tenang ... mas ... mari duduk dulu sini ajak dokter Ikshan ke papa."
Papa pun menuruti perkataan dokter Ikshan dan duduk disebelahnya.
"Begini mas ... Angga dan Annisa masih dalam penanganan dokter dokter yang handal. Mereka masih di ruang operasi jadi kita masih belum bisa tahu bagaimana keadaan dan kondisinya selanjutnya."
"Kita tunggu aja mas ... kata dokter Ikshan."
Sampai jam 12 malam masih belum ada kabar dari papa. Mama pun semakin frustasi dan gelisah. Naira yang melihat mamanya pun ikutan gelisah.
Akhirnya Nairapun kembali menelpon papa.
Tuttttt ...tuttttttt .... tuttttttt" tidak diangakat
"Tuttttt ...tuttttttt .... tuttttttt" tidak diangkat lagi.
Tuttttt ...tuttttttt .... tuttttttt" lagi lagi tidak diangakat.
"Sepertinya masih sibuk papa ... ma ... kata Naira menenangkan."
__ADS_1
Kita tunggu saja kabar dari papa ma bujuk Naira masih berusaha menenangkan."
Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan koin/poin. Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all.