
Sesampainya di rumah Naira langsung pergi ke kamarnya. Selesai bersih bersih dan mengganti bajunya diapun beristirahat. Rasanya senang sekali dia ketemu dengan kasurnya itu. Nairapun tertidur dengan lelap.
Anggapun masuk ke kamarnya yang sekarang ada di lantai bawah.
Semua masuk ke kamar masing masing untuk beristirahat.
Malam hari mereka semua berkumpul seperti biasa di meja makan.
Bi Sarmi menyiapkan menu untuk makan malam. Seperti di pulau Naira menyiapkan makanan untuk Angga sebelum dia makan untuk dirinya sendiri. Merekapun makan tanpa bersuara.
Selesai makan papa menyuruh Naira berbenah karena dia harus pindah ke lantai bawah.
"Besok beresin barang barangmu ra ... kata papa."
"Kamu pindah kamar bawah ... temani suami kamu."
"Iya ... pa ... kata Naira tanpa membantah."
"Sekarang urusi suami kamu itu kata papanya kembali."
"Iya pa jawab Naira tanpa membantah dan mendorong kursi roda Angga ke kamarnya."
Setelah membawa kakaknya masuk kamar Naira berencana balik ke kamarnya tapi Angga memintanya untuk memijat kakinya karena capek.
"Aduh kak ... aku ini juga capek ... butuh istirahat kata Naira."
"Sini ... kakak bantu pijitin biar badanmu enakan kata Angga."
"Ga usah ... ntar apa apa pula yang dikerjakan ... kata Naira."
"Apa ... apa ... apaan ra ... kata Angga tertawa."
"Kita mau ngapa-ngapain kan juga ga apa apa ra ... kata Angga memperjelas."
"Kakak ni gatal la ... kata Naira malas."
__ADS_1
"Ye ... gatal sama istri sendiri itu apa salahnya. Yang salah itu gatal sama orang lain kata Angga."
"Iya la ... sini Ara pijatin kakinya ... ntar dibilang pula istri durhaka kata Naira akhirnya mengalah."
"La ... itu tahu ... sudah sadar ya ... kata Angga tertawa.
"Jadi kapan kakak bisa dapat jatahnya biar kamu ga dibilang istri durhaka kata Angga tertawa."
Naira pun memijat kaki kakaknya dengan keras sekeras kerasnya.
"Aw... aw ... aduhhhh ... ini mijatin apa nyubitin si kata Angga kesakitan."
"Itulah ... ribut terus dari tadi kata Naira."
"Ya sudah kakak diam saja."
Anggapun memejamkan mata dan pura pura tidur."
Selesai memijat Ara pun pergi ke kamarnya pelan pelan karena di kiranya Angga sudah tertidur.
Setelah Naira pergi Anggapun membuka matanya.
Pagi ini Naira bangun pagi dan bersiap siap, hari ini dia akan membawa kakaknya kontrol kesehatan di rumah sakit.
Sebelumnya papa sudah menelpon dokter Burhan dan memastikan jam kontrol Angga.
Angga sudah siap mandi, berganti pakaian dan duduk di meja makan. Semua sarapan dengan bahagia.
Naira memanggil mbak Jum dan meminta tolong agar membereskan semua barang barangnya dan memindahkannya ke kamar Angga.
"Tolong ya mbak Jum ... susun yang rapi dan teratur." Jangan ada barang barang Ara yang dibuang ya ... kata Naira.
"Iya non Ara, nanti yang sekira ga terpakai saya jadiin satu saja kata mbak Jum."
"Angga yang mendengar langsung berkomentar ... jangan bawa masuk boneka kelinci I Love You nya ... saya ga suka ... kalau perlu buang ... kata Angga tegas."
__ADS_1
"Mbak Jum pun memandang ke Ara .
"Simpan aja mbak ... kalau mbak Jum mau silahkan ... ambil saja kata Ara."
"Buat keponakan saya ya non kata mbak Jum senang."
"Ambil aja mbak ... kata Naira." Lalu bergegas mendorong kursi roda Angga ke garasi."
"Puas ... puas ... kata Naira dengan penekanan suara ke Angga."
"Puas sekali kata Angga sambil tersenyum."
Pak Jamal membantu Naira membawa Angga ke dalam mobil. Hari ini pak Jamal yang akan mengantarkan mereka ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit mereka langsung menuju ruangan dokter Burhan.
Dokter Burhan lansung memeriksa Angga secara optimal.
"Wah ... luar biasa ... kamu ... kata dokter Burhan." Kesehatanmu luar biasa berkembang katanya lagi dengan tersenyum."
Kamu sudah bisa mulai belajar pakai alat jalan sekarang kata doktet Burhan semangat.
"Terima kasih dokter kata Angga."
"Semuanya berkat istri saya yang cantik ini kata Angga tersenyum."
"Dia lah yang selalu membantu terapi saya kata Angga senang."
"Wow ... kata dokter Burhan melihat ke arah Naira."
Naira memandang dokter Burhan dan tersenyum.
Well ... OK ... kalau begitu ... cek up hari ini selesai kata dokter Burhan.
Alatnya langsung beli di bagian apotik saja kata dokter Burhan lagi.
__ADS_1
"Terima kasih ... dokter kata Angga.
Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan vote yang banyak. Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all.