
Malam itu semua anggota keluarga makan Malam di meja makan. Mereka menikmati makanannya dengan bahagia.
Setelah makan papa mengajak semuanya berkumpul di ruang keluarga di lantai bawah.
Hari ini mereka dikumpulkan papa untuk mendengarkan keputusan Naira.
"Jadi kamu sudah memutuskan mau kuliah di mana ra, tanya papa."
"Iya ra ... kata mamanya antusias juga."
Semua yg ada di ruangan memandang ke arah Naira penasaran.
"Kok pada ngeliatin Ara seperti itu sih ... seperti terpidana di ruang sidang aja .... kata Naira sambil tersenyum."
"Cepetan ra ... jangan buat kakak penasaran, timpal Mahes."
"Malah ngebanyol aja nih bocah."
"Enak aja bilang bocah .... aku ini gadis cantik jelita yang sudah dewasa ya ... kata Naira sambil mengibaskan rambutnya dan duduk menyilangkan kakinya disofa bak ... seorang putri."ðŸ¤ðŸ˜Š
Semua tersenyum melihat tingkah laku Naira.
"Dua hari lagi kakak da mau balik nih kata Mahes tersenyum manis ke arah Naira."
" aaaaa paling ... paling ... kamu mau kuliah di Universitas RR. Iya ... kan ra ... ucap Dirga sambil tersenyum penuh arti ke adiknya."
"Kok kak Dirga tahu sih ... pikiran aku ucap Naira kaget."
"iiii ..... kak Dirga hebat .... sambil mengacungkan kedua jari jempolnya."
"Punya indra ke enam ya ... kata Naira sambil senyum mengejek ke arah kakaknya."
"Aku tu tahu la ... ra ... kamu masuk kesitu .... ehem ... ehem ... canda Dirga ke adiknya."
__ADS_1
"Emang ada apa? ... kenapa Naira mau masuk ke situ, tanya Angga pada Dirga."
" aaaaa ... ga ada apa apa kak ... hanya bercanda aja, jawab Dirga."
"Baguslah kalau begitu kata Angga."
"Universitas RR kan lumayan bagus dan terkenal di sini ujar Angga lagi."
"Anak mama mau ngambil jurusan apa? Tanya mama."
"Jangan .. jangan mau ambil arsitek juga seperti Darren, ujar Mahes iseng iseng.
"Kok ngambil arsitek ... emangnya anak papa ini sanggup ya? kata papa tersenyum.
"Ga pa ...! seru Naira."
"Ara mau ambil jurusan kesehatan."
"Haaaaaa ... semuanya tercengang mendengar keinginan Naira."
"Pa ... ma ... boleh ya kata Naira dengan memohon ke papa dan mamanya.
Kenapa ga sekalian dokter aja si ... kata Angga dengan lantang."
"Kan prospek kedepannya bagus ra."
"Sudah yakin bener dengan pilihan kamu itu ra, tanya papanya."
"Sudah la pa.
"Sudah Naira pikirkan baik-baik."
"Ntar berubah pula lagi ... kata Angga spontan."
__ADS_1
"Kalau aku ga boleh ... ya sudahlah ... aku ga usah kuliah aja, kata Naira dengan tegas.
"Semuanya diam mendengar ucapan Naira."
"Dasar bocah sindir Angga ke adiknya."
"Kata sudah besar ... sekali gitu ngambek aja."
"Kak Angga ini kenapa sih ... kata Naira ." Belum dapat jatah ya ? Kata Naira lagi dengan kasar sambil berdiri dari kursinya lalu pamit ke papa dan mamanya kemudian pergi berlari menuju kamarnya.
"Berani dia sekarang ya ... bentak Angga dengan keras dan kasar sambil berdiri dari kursinya.
"Tenang mas ... sabar, kata Annisa sambil memegang tangan Angga menenangkan.
Mahes dan Dirga senyum-senyum melihat kelakuan adiknya kepada Angga.
"Apa kalian berdua senyum-senyum ... sambil melirik kedua adiknya dengan emosi.
Annisa memegang tangan Angga dan berusaha menenangkannya kembali.
"Sudah la itu Angga ... jangan di ambil serius ucapan Ara." Kata papa.
"Dia masih bingung ... jadinya dia juga emosi kata mama."
"Kamu istirahat sana, kamu pun sama akhir akhir ini kerjanya emosi aja ucap mama."
"Nis ... ajak suamimu ke kamar buat menenangkan diri sana kata papa."
"Kami naik ke atas dulu pa ... ma ... kata Annisa sambil menggandeng suaminya.
Anggapun berjalan mengikuti langkah istrinya.
"Aku ke kamar Ara dulu pa, pamit mama ke papa lalu berjalan menuju kamar Naira.
__ADS_1
Semuanya pun bubar dan masuk ke kamarnya masing masing.