
"Kok lama bener Ara ke toilet kata Sekar. Aku susul dulu la ... takut kenapa napa ... ntar suaminya pula marah kata Sekar agak cemas."
"Susul gih sana kata Ajeng."
"Aku ikut kata Dea."
Akhirnya Sekar dan Dea menyusul Naira ke toilet.
"Woi ... malah disini ngobrol ... yang lain pada nunggu tuh kata Dea nerocos."
"Sekarrrrr ... kata Arnol."
"Kamu ....Arnol kan kata Sekar."
"Woi ... apa kabar kata Sekar."
"Baik ... kata Arnol."
"Permisi ... kami tinggal dulu kata Naira pada Arnol sambil menarik tangan sekar menjauh."
"Bye ... bye ... Diandra kata Naira."
"Bye ... bye ... tante cantik kata Diandra."
"Ini kenapa sih tarik tarik aja ... aku masih mau ngobrol sama Arnol kata Sekar."
"Kamu tahu ga ... siapa Arnol kata nya."
"Ga ... kata Naira "
"Yang aku tahu ... suamiku bakalan ngamuk kalau tahu aku ngobrol sama dia kata Naira pergi ke mejanya."
"Apa .... Ara ... aku butuh penjelasan ... kata Sekar sambil berjalan menuju kursinya."
"Ayo makan kata Naira tersenyum."
"Maaf lama tadi ketemu teman lama kata Naira."
Selesai makan makan Nairapun pamit pulang.
"Maaf aku pulang dulu, aku ga bisa ikutan nonton."
"Having fun ya ... besok kita ketemu di kampus kata Naira dan pergi."
Sampai di rumah Naira langsung masuk ke dalam kamar dan mandi. Setelah itu Naira pun duduk di sofa menonton tv sampai akhirnya tertidur.
Pulang kerja Angga dan Mahes langsung pulang ... hari ini mereka berdua kerja keras menyelesaikan tender baru di perusahaannya.
Sampai dirumah merekapun masuk ke kamar masing masing.
"Ini bocah ... kelakuan tetap saja kata Angga sambil mematikan tv dan menggangkat Naira ke ranjang. Lalu mencium keningnya dan mandi.
__ADS_1
Seperti biasa keluarga Sukma Wijaya selalu menyempatkan waktu untuk makan malam.
"Mana Ara ... Angga kata mama."
"Malam ini Ara ijin ma ga ikutan makan malam. Kecapaian dia. "
"Dia masih tidur pulas kata Angga."
"Bulan depan adikmu Dirga wisuda kata papa."
"Nanti tolong ksmu sama Naira gantiin papa dan mama kesana."
"Emangnya papa mau ke mana? tanya Angga."
"Kamu lupa ya ... papa sama mama kan harus datang ke acara Delan di Belanda."
Harinya bertepatan pula."
"Kita bagi tugas ... sekalian ajak Naiea jalan jalan kata papa."
"OK ... pa kata Angga."
"Nanti Angga dan Mahes atur lagi schedule nya untuk bulan depan."
"Kamu urus perusahaan ya Mahes kata papa."
"Siap pak bos kata Mahes tersenyum."
Setelah makan Anggapun kembali ke
Hari ini seperti biasa Naira dan Angga melakukan kegiatan yang biasa mereka lakukan.
Naira pergi ke kampus seperti biasa. Hari ini Naira dan geng domprengnya ada tugas yang harus mereka selesaikan. Mereka akhirnya memutuskan pergi ke perpustakaan mencari buku buku untuk sumber referensinya.
Merekapun masuk perpustakaan dan mencari tempat duduk yang kosong.
"Hei ... ngapain kalian sibuk cari buku dulu. Sini putuskan dulu apa judulnya baru cari buku kata Naira tersenyum."
"Hahahaaaa ... bener juga ya kata Rayyan tertawa."
"Pada buntet semua otaknya katanya lagi."
"Eeeee elo aja ya yang buntet otaknya ... gue mah ... ok ... ok aja kata Dea tersenyum."
Setelah menenukan judul yang sesuai mereka baru mencari buku acuannya secara bergantian.
"Ya ... capek gue ... laperrrr kata Dea."
"Belum jam makan siang De ... kata Yoel."
"Gue cabut dulu ya ... laper nak ke kantin nih ... kata Dea."
__ADS_1
"Kami ikut juga la .... kata mereka."
"Aku di sini ya ... tugasku bentar lagi siap ... ntar aku nyusul kata Ara."
OK ... sipppp ... kata mereka."
Setelah menyelesaikan tugasnya Nairapun berjalan menuju kantin kampus.
Tiba tiba seseorang menghadangnya di koridor kampus.
"Apa kabar ... ra ... katanya menyapa."
"Kak Darren ... ngapain ke kampus tanya Naira kaget dan bergegas berjalan meninggalkan Darren dengan tergesa gesa."
"Ra ... tunggu ra ... kata Darren mengejar Naira."
Naira tetap saja berjalan tanpa mengghiraukan Darren.
"Aku perlu ngomong sama kamu kata Darren sambil memenggang tangan Naira."
"Tolonglah kak ... kita sudah tidak ada apa apa lagi kata Naira pucat."
Segala sesuatu ada dipikirannya saat ini dan hal itu mengganggunya.
"Ini yang terakhir kata Darren tiba tiba menghentikan langkah Naira."
"Tolonglah ra ... kakak janji ini yang terakhir."
"Naira berpikir sejenak ... Bagaimana ini ... ya Tuhan bantulah hamba batin Naira."
"Baiklah kak ... kita ngobrol disana kata Naira sambil menunjuk bangku didekat koridor."
"Baiklah kata Darren.
Merekapun duduk berdua di bangku dengan harak 1m karena Naira tidak mau banyak rumor berdar.
"Ra ... maaf ... tadi kakak hadi tamu diseminar kampus dan kebetulan kakak melihat Ara kata Darren."
"Ra .... sampai saat ini kakak bener bener masih ga habis pikir"
"Kakak masih belum rela kalau kamu jadi istri Angga."
"Sesuatu yang diluar perkiraan kata Darren."
"Kak ... Mohon maafkan Ara dan ikhlaskan ... semua ini sudah ketentuan."
"Mungkin aku bukan yang terbaik untuk kakak."
"Jodoh sudah Tuhan yang atur kita hanya bisa menjalaninya."
"Maaf kak ... Ara permisi ... tolong ikhlaskan kata Naira dan pergi."
__ADS_1
Darren pun berjanji akan mengiklaskan semuanya demi perempuan yang dicintainya. Saatnya memulai kehidupan yang baru dan cinta yang baru.
Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan vote nya Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all ❤❤❤