Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 96. BELANJA


__ADS_3

***Hei sahabat de'arys


Para readers ... jangan lupa ya tetap berikan like dan komennya


serta berikan vote dan rate nya supaya saya tetap semangat dan lebih kreatif lagi menyelesaikan cerita ini ... ciayooooo.


Thank you all ... love you ❤ de'arys❤


**HAPPY READING**


Angga dan Naira kembali ke rutinitas biasanya setelah berada di kota tempat tinggalnya. Seperti biasa Angga akan bekerja di perusahaan papanya bersama Mahesa.


Naira pun akan memulai aktifitasnya seperti biasanya yaitu melanjutkan kuliahnya yang tertunda.


Pagi ini semua berkumpul seperti biasa di ruang makan. Hari ini personel keluarga Sukma Wijaya lengkap.


Mereka sarapan dengan nikmat dan sangat bahagia.


"Mulai hari ini ... kamu bertugas mengantar jemput Istriku kata Angga pada Dirga."


"La kok jadi aku ... kan Kak Angga suaminya jawan Dirga tersenyum."


"Kamu kan ga ada kerjaannya saat ini kata Angga."


"Kamu bantu kakak mu ... kata papa."


"Ara bisa berangkat sendiri pa ... kata Ara."


"Ga bisa ... kata mama. Betul kata papa sama suamimu ... biar Dirga yang antar kamu."


"Pak Jamal akan sibuk akhir akhir ini kata mama."


"Iya ... ga apa apa la ... kan bisa sambil cuci mata kata Mahes tersenyum."


Baiklah kata Dirga akhirnya mengiyakan.


"Ikhlas ga ini kata Naira menatap kak Dirga."


"Apa sih yang ga buat adik kakak yang satu ini kata Dirga tetsenyum."


"Oiya ... Angga nanti tepat 16 minggu ke hamilan istri kamu kita adain syukuran sekaligus selamatan ya kata mama."


"Iya sekalian undang saudara dan kerabat kita semua ma ... kata papa gembira."


"Atur aja ma ... mama yang lebih tahu dan paham kata Angga."


"Aku sama Ara ikut aja ma."


Iya kan sayang ... kata Angga sambil memandang wajah istrinya."


Nairapun mengangguk mengiyakan.


"Hari ini sudah kuliah ya kata Dirga pada Naira."

__ADS_1


"Ara kuliah mulai besok kak ... masih capek kata Naira."


Naira pun mengantar suaminya ke kantor setelah selesai.


"Sayang hari ini aku jalan ke mall boleh ya kata Naira sambil mencium telapak tangan suaminya."


"Ngapain ke mall tanya Angga."


"Mau beli susu bumil sama mama kata Naira."


"Baiklah ... nanti kakak transfer uangnya kata Angga dan mencium ujung kepala Naira dan berangkat kerja."


"Kak Dirga yuk ... jalan ... antarin Ara ke mall kata Naira."


"Siap ... tapi traktir ya kata Diega tersenyum senang."


"Idihhhh sama adik sendiripun perhitungan hahaha tawa Naira."


"OK ... OK ... kata Naira."


"Jam berapa nak berangkat ? tanya Dirga."


"Jam 10 ya kak ... Ara ajak mama dulu kata Ara."


"Sama mama juga ya kata Dirga."


"Iya la ... Ara kan harus ada penasehat ... kalau ga ntar salah pula kata Naira tersenyum."


"Emang mau ngapain ke mall? tanya Dirga."


"Iya ... iya ... bu bos ... kata Dirga ikutan tertawa."


"Kak Dirga ... bawa tu trolinya ... kata Naira."


"Iya ... bu bos kata Dirga tersenyum."


"Ma ... kita cari susu dulu ya kata Naira."


"Bagusnya yang apa ma ... tanya Naira lagi."


"Kita lihat dulu ya ... kata mama. Kan mama da lama ga hamil kata mama membuat kami berdua tertawa."


"Ya udah ini aja ra susunya kata mama."


"Sepertinya ini cocok buat kamu kata mama."


Ok ma ... thank you kata Naira manja."


Naira pun mengambil 10 dus susu hamil dan memasukkannya ke dalam troli.


"Banyak ... banget ra kata Dirga."


"Buat stok kak ... jawab Naira."

__ADS_1


"Trus kita beli apa lagi ma ... tanya Naira."


"Kita beli yang buat acara selamatan dan syukuran sekalian ya ra ... kata mama."


"Apa yang mau di beli di sini ma ... tanya Naira."


"Biasanya mama pesan ketering aja kata Naira."


"Iya ya ... kata mama. Kita beli tisu aja dulu sama gelas plastik dan piring plastik buat kue sekalian jawab mama."


"Ya sudah lah ... terserah mama saja kata Naira."


"Ra ... sudah selesai belum nih ... kakak lapar kata Dirga."


"Tunggu la entar ... habis ini kita makan kata Naira."


"Yuk ke kasir kata mama."


"Sudah siap semua mama belinya ... kata Naira."


"Yup ... kata mama berjalan ke kasir."


"Mbak ... kok ngelihatinnya begitu ... kenapa mbak ... kata Dirga ke pagawai kasirnya."


"Pasangan baru ya mas ... kata mbak kasirnya."


"Cocok ... mesra pula ... jadi ngiri kata pegawai kasirnya tersenyum."


Hahahaaaa ... mama, Dirga , dan Naira pun tertawa.


"Bukan mbak ... ini adik saya kata Dirga tersenyum."


"Oooo ... kirain istrinya kata mbaknya kasir."


Ini kakak saya mbak ... kata Naira. "


"Kami memang begitu mbak ... kompak ... kata Naira tersenyum."


"Yuk kita cari makan dulu ra ... kata mama."


"Ayo ma ... ini dari tadi kak Dirga sudah sibuk aja kelaparan."


"Ya iya la ... hari ini kerja berat nih ... jadi sopir, bodyguard merangkap porter pula kata Dirga."


"Ya ... ga ikhlas ni ya ... kata Naira menepuk pundak kakaknya."


"Kita makan di rumah makan Bali aja ya ra kata Dirga."


"Ok ... la ... hari ini kak Dirga yang pilih restorannya ... boleh ya ma ... kata Naira manja ke mamanya."


"Ya ... boleh saja ...nambah makannya juga boleh kata mama tersenyum."


"Asyikkkkkk ... ayolah cepetan ... sudah ngiler nih ... makan bebeknya kata Dirga semangat."

__ADS_1


Merekapun langsung ke restoran Bali yang ada di mall.


__ADS_2