Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 64. SEBUAH PENGAKUAN


__ADS_3

Darren yang masih terkejut dan marah meminta penjelasan kepada Naira.


"Ra ... apa apaan ini ... kata Darren."


Kamu pasti sedang bersandiwarakan ... kamu pasti bohong kan ... ini pasti tidak benar kan kata Darren tetap tak percaya.


"Maafkan aku kak ... aku memang sudah menjadi istri kak Angga kata Naira."


"Kami menikah seminggu yang lalu."


"Aku ga percaya ini ... kamu ... kamu kata Darren sambil menunjuk Angga dan Naira masih tak percaya."


"Kamu ... menghianatiku ra ... kata Darren frustasi."


"Aku pernah bilang ke kak Darren putus ... masih ingat ... kata Naira."


Kamu pasti dipaksa kan kata Darren.


"Ini pasti karena hutang budimu kan kata Darren meminta jawaban dengan pasti."


Aku tahu kamu masih mencintai aku kan ra sambil memegangi tangan Naira tapi Angga menepisnya.


"Sudah aku bilang jangan sentuh istriku ... kata Angga emosi."


"Jauhi istriku dari sekarang ! tegas Angga."


"Ga mungkin ... kata Darren masih tidak percaya. Kamu menikah dengan orang yang tidak kamu cintai ... lumpuh dan cacat seperti dia ini kata Darren sambil menunjuk ke Angga."


"PLAKKK ... tiba tiba Naira menampar Darren."


"Jaga mulut kakak ... dia suami aku kata Naira."


Angga dan Darrenpun tak menyangga Naira berani melakukannya.

__ADS_1


"Mulai detik ini dan hari ini juga kita sudah ga ada hubungan apa apa kata Naira yang masih belum bisa diterima oleh Darren.


"Ayo sayang kita pulang kata Naira ke pada Angga."


"Angga pun tersenyum dan mengikuti Naira ke dalam mobilnya."


Darren masih terdiam dan masih belum percaya apa yang dilihat dan didengarnya. Dia pun terduduk lesu.


Debby mencoba membantu Darren untuk berdiri tetapi ditepisnya.


"Tinggalkan aku ... kata Darren."


"Biarkan aku sendiri."


Debby tetap duduk di samping Darren dan setia menjaganya. Hari ini Debby merasa senang karena musuh saingannya sudah pergi dan kesempatannya menjadi nyonya Darren Putrarajasa terbuka lebar.


Sesampainya di dalam mobil Angga dan Naira hanya diam saja. Pak Jamal pun bertanya "Den ... Non ... mau singgah dulu apa langsung pulang?


"Pulang ... kata keduanya berbarengan."


Sepanjang perjalananpun mereka hanya diam seribu bahasa.


Sampai di rumah Naira langsung membantu memapah Angga masuk ke dalam kamar. Naira langsung mengambil pakaiannya dan bergegas ke kamar mandi.


Menghidupkan kran air dengan kencang dan menangis.


"Maafkan aku kak Darren ... maafkan aku kata Naira dalam hati."


"Semoga kau mendapatkan kebahagiaan dengan orang lain."


Akhirnya Naira mencuci dan membersihkan mukanya. Setelah berganti pakaian. Dia menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya. Setelah itu keluar kamar mandi dan memberitahu suaminya.


"Kak air hangatnya sudah siap kata Naira."

__ADS_1


"Hemmm jawab Angga dan berjalan dengan alat bantunya ke kamar mandi sendiri. "


Naira menyiapkan baju ganti Angga seperti biasanya. Lalu menuju dapur dan membuat jus untuk suaminya.


"Kak ini jusnya aku taruh di meja ya ... kata Naira."


"Hemmm jawab Angga."


"Tiba tiba ponsel Naira berbunyi ... tapi Naira tidak mau mengangkatnya karena dari Darren dan saat ini dia tidak mau ribut lagi dengan suaminya."


"Angkat ... kata Angga."


"Dari siapa ... ? Darren ya kata Angga."


"Nairapun menganggukkan kepalanya."


"Sini ... kata Angga sambil menyuruh Naira duduk disampingnya dan membawa ponselnya."


"Nairapun menuruti perintah Angga. Dia memberikan ponselnya kepada suaminya."


"Tolong ambilin buku nikah kita ... kata Angga."


"Untuk apa kak ... tanya Naira."


"Bawa saja kemari kata Angga."


Nairapun mengambilnya lalu memberikannya ke Angga dan duduk kembali di samping suaminya.


"Ini adalah bukti konkret bahwa kamu itu sudah resmi menjadi istri Erlangga Sukma Wijaya ... kata Angga."


Dan .... kata Angga ... sejenak terdiam dan memandang Naira dengan penuh cinta.


Kamu seharusnya tahu apa tugas dan kewajiban seorang istri kata Angga tersenyum ke arah Naira.

__ADS_1


Naira pun hanya diam dan menundukkan kepalanya dan tersenyum malu.


Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan vote yang banyak. Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all.


__ADS_2