Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 44. KESEHATAN ANGGA


__ADS_3

Pagi ini Naira berencana ke rumah sakit bersama Darren.


Darren sudah datang menjemput Naira. Naira pamit ke papa dan mamanya.


"Ma ... pa ... Naira pergi dulu ya."


"Mama dirumah saja ... istirahat ... kalau ada perkembangan Naira kabari ... OK ... kata Naira."


Naira tiba di rumah sakit pagi pagi karena kak Mahes harus ke kantor.


Kak Mahes menggantikan tugas kak Angga entah sampai kapan.


Sampai di depan kamar ruangan kak Angga sudah ada beberapa dokter dan suster.


"Ada apa ini kak Darren ... kata Naira ketakutan terjadi apa apa dengan kak Angga."


Di dalam pikirannya kak Angga sembuh atau meninggal. Aaaaa tidakkkk kata Naira.


Nairapun lari kedalam ruangan tapi suster melarangnya.


"Maaf mbak ... pasien sedang dalam penanganan silahkan tunggu di luar kata suster itu."


"Tenang ra ... sabar ... kita tunggu aja ... kata Darren menenangkan."


Tiba tiba kak Mahes dan Dirga keluar dari kamar.


Naira langsung bertanya dengan cerocosannya.


"Kak ... kak Angga kenapa?... Dia ga apa apa kan? ... kenapa ada banyak dokter di sini?"


"Ara ... tenang ... kata kak Mahes."


"Kak Angga tidak apa apa. Dia sudah sadar kata Mahes dengan gembira."


"Ingat ra ... ga boleh macam macam kata kak Dirga."


"Otak kak Angga belum mampu menyimpan memorinya secara baik."


"Iya ... iya ... janji ... kalau tidak lupa ... kata Naira sambil menutup mulutnya.


Di sungguh sungguh merasa gembira kakaknya sudah sadar."


"Kak ... sudah kabari papa dan mama belum tanya Naira kepada kedua kakaknya."


"Ye ... iya ... belum sempat ra kata Dirga."


"Ya sudah aku telepon mama dulu kata Mahes."


Mahespun menghubungi kedua orang tuanya dan memberitahukan berita baik ini.


Mama dan papa pun akhirnya datang ke rumah sakit.


Mereka sangat gembira melihat kak Angga sudah sadar walaupun belum 100% membaik.


Dokter Pandhu pun menerangkan kemungkinan kemungkinan apa yang akan terjadi. Naira memperhatikan penjelasan dokter Pandhu dengan seksama nyaris tak berkedip membuat Darren cemburu.

__ADS_1


"Jadi dokter ... kak Angga belum boleh terlalu berpikir keras ya ... harus rileks agar otaknya tak terlalu berpikir berat gitu kata Naira."


Anggapun harus banyak melakukan terapi karena kemungkinan Angga akan lumpuh.


"Apaaaaa ... kata mereka serempak."


Mama yang mendengarnya tiba tiba merasa pusing dan oleng, untung papa segara menangkapnya dan membawanya ke sofa.


"Ara ... sini ... kamu jagain mama saja ... kata papa memerintah."


"Baiklah pa kata Naira menurut."


Nairapun memijat tengkuk mamanya dengan lembut kemudian berganti ke pelipis mamanya.


"Mahes ... Dirga kamu pulang aja ... istirahat biar kami yang disini kata papa."


"Iya ... baiklah pa ... kata mereka berdua."


"Ra ... kamu jagain mama dan kak Angga dulu ... papa mau ke ruangan dokter Burhan."


"Iya pa ... sahut Naira."


"Mama tiduran saja ma kalau masih pusing. Sudah g usah mikir yang macam macam kata Naira sok bijak."


Naira pun mendekati kak Angga ... memegang tangannya dengan lembut dan menciumnya ....


"Kak ... Naira seneng kakak sudah sadar ... cepat sembuh ya ... kami semua menyayangi kakak kata Naira."


Anggapun seperti ingin bicara tapi tak bisa. Naira melihatnya dan berkata ...


Darrenpun melihat apa yang dilakukan Naira dengan jengah.


"Ra ... aku mau ngomong sesuatu nih kata Darrren."


"Kalau mau ngomong ... ngomong aja kak jawab Naira."


"Jangan disini takut ganggu mamamu dan kak Angga kata Darren."


"Kalau gitu nanti aja kata Naira." Kalau kita keluar semua, siapa yang jagain mereka kata Naira berbisik ke Darren."


"Ada perkembangan ra kata papa yang tiba tiba datang."


"Belum ada pa ... cuma tadi kak Angga mengeluarkan air mata saja pas Ara ajak bicara kata Naira menjelaskan."


"Moga moga cepat banyak perkembangan biar kak Angga bisa pulang kata papa."


"Aamiin kata Naira dan Darren bersamaan."


"Pa ... Naira ke kantin dulu ya ... laper kata Naira."


"Ntar papa beliin teh hangat dan kue ya ra buat mama kata papa."


"OK ... siap pa jawab Naira."


Naira dan Darren pun pergi ke kantin.

__ADS_1


"Katanya kak Darren mau ngomong, mau ngomong apaan sih ? tanya Naira.


"Tentang sikap kamu ra ... kata Darren."


"Apaan sih ... aku ga ngerti ... kak Darren ini ngomong apa?


"Sikap kamu ke Angga itu ga wajar bagi aku kata Darren cemburu."


"Apaan si ... ga wajar gimana si maksudnya? Aku kok malah jadi bingung kata Naira terlihat bingung."


"Ya ... seperti bukan adik dan kakak kata Darren jengkel."


"Maksudnya apa sih ... aku benar benar ga jelas apa yang mau kak Darren katakan kata Naira sebal."


"Langsung aja ngomong yang jelas kata Naira."


Sini aja kita ngobrol di taman kata Darren sambil menggandeng tangan Naira menuju taman rumah sakit.


"Perlakuan kamu ke Angga itu seperti kamu ini istrinya bukan adiknya ... kata Darren."


"Hahahahahahahaaaa ... Naira tertawa keras mendengar ucapan Darren."


"Kak Darren ini ngawurrrrrr aja."


"Kalau cemburu itu lihat lihat dong kata Naira sedikit marah."


"Malas aku dengarnya kalau begini kata Naira."


Naira lalu berjalan meninggalkan Darren menuju ke kantin. Darrenpun mengikuti Naira dengan perasaan yang belum puas.


Naira duduk dan memesan makanannya.


"Kak Darren mau makan apa? tanya Naira."


"Aku belum lapar ra ... jawab Darren."


"Aku pesan es lemon tea aja."


Merekapun menikmati makanan dan minuman pesanan mereka dalam diam.


Setelah membayar makanan dan minuman yang mereka pesan merekapun balik ke kamar Angga.


"Lama ... betul ... kata papa."


"Kami makan dulu pa di kantin habis itu ngobrol jadi kelupaan ... maaf pa kata Naira."


"Ra antar mama mu pulang saja ... katanya dia ga mau makan di sini kata papa."


Iya pa ... kata Naira. Ini makanan sama minumannya Naira letak disini pa."


"Darren tolong antar mereka ke rumah ya ... kata papa."


"Baik om ... jawab Darren.


Darren pun membantu mama Naira menuju ke mobilnya dan mengantarkan mereka pulang.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan koin/poin. Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all.


__ADS_2