Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 57. PENGALAMAN BARU


__ADS_3

Selesai acara Angga dan Naira masuk ke dalam kamar Angga yang sudah didekorasi dengan sangat cantik sebagai kamar pengantin.


Baju baju Nairapun sudah di pindahkan mbak Jum ke lemari di kamar Angga.


Naira pun melepaskan semua aksesoris yang menempel di badannya lalu ke kamar mandi dan mengganti bajunya dengan kaos dan celana pendeknya.


"Ra ... tolong kakak ra ... kata Angga tiba tiba."


"Apa kak ... kata Naira."


"Ambilkan baju kakak kata Angga."


"Yang mana kak ....? kata Naira."


"Terserah kamu aja yang mana jawab Angga."


"Yang ini boleh kak ... kata Naira."


"Baiklah ... ga apa apa jawab Angga."


Nairapun menyiapkan baju kakaknya dan meletakkannya di ranjang.


"Kamu mau kemana ra tanya Angga lagi."


"Aku siapin air hangat dulu buat kakak kata Naira."


Anggapun tersenyum mendengar ucapan Naira.


Anggapun melepas bajunya dan meletakkannya di lantai. Dia hanya menyisakan celana dalamnya.


"Kak air ....aaaaaaa teriak Naira sebelum menyelesaikan kalimatnya."


"Hus ... kenapa teriak teriak kata Angga pelan."


"Kakak ini ... apaan sih telanjang didepan aku ... kata Naira malu."


"Anggapun tertawa mendengar perkataan Naira."

__ADS_1


"Aku belum telanjang ra ... kata Angga tertawa."


"Ini aja masih pakai kolor katanya lagi lagi tertawa menggoda Ara."


"Aku panggil pak Kurdi dulu kata Naira siap keluar kamar."


"Ga usah ... tolong ambilkan handuk kata Angga kepada Naira."


Naira mengambil handuk dan memberikannya kepada Angga.


"Tolong dorong aku ke kamar mandi kata Angga. Mulai hari ini ga usah panggil pak Kurdi. Kan sudah ada istri aku yang membantu ... kata Angga tersenyum."


Naira mendorong kursi roda Angga sampai ke depan pintu dan membantu memapahnya sampai ke bathtub.


Ia ingin keluar setelah itu tapi tangan Angga memengangi pergelangan tangannya.


"Apa lagi sih kak ... aku mau bersihin mukaku. Lihat nih ... make up nya masih tebal kata Naira menunjukkan mukanya."


"Ntar aku jerawatan pula ... ga mau aku kata Naira menjelaskan


"Badanku pegal semua ra tolong gosok punggung aku dengan air hangat ya ... kata Angga tersenyum."


"Ya sudah kalau kamu tidak mau ... istri durhaka kata Angga."


"Kok gitu ngomongnya kata Naira."


"Seorang istri yang tidak mau menuruti perintah suami itu namanya .....


"Iya ... iya ... kata Naira dengan muka cemberut sebelum Angga menyelesaikan kalimatnya."


"Ikhlas ga ini ... kalau ga ikhlas ga usah kata Angga sebenarnya menahan tawa."


"Iyaaaa kata Naira tersenyum dengan paksa didepan muka Angga."


Nairapun membasuh punggung Angga dengan air dan menepuk nepuknya dengan lembut.


Mengambil sabun cair dan meletakkannya di kedua telapak tangannya dan menggosoknya hingga berbusa setelah itu mengoleskannya dipunggung Angga dan memijatnya dengan lembut.

__ADS_1


Angga menikmati setiap sentuhan yang dilakukan Naira. Jantungnya berdegup dengan cepat dan dia merasa bahagia.


Ini adalah pengalaman pertama dan baru buat Naira menggosok punggung seorang lelaki.


"Pindah depan ra ... sekalian dadaku juga pegal pegal kata Angga."


"Mana ada dada pegal pegal ... kak Angga ini mengada ada kata Naira."


"Kata ikhlas ... masih aja protes kata Angga."


"Kan cuma punggung aja kenapa jadi kemana mana protes Naira."


"Janji habis ini selesai kata Naira."


"Iya ... iya ... janji Angga sambil membuat tanda promise dengan jarinya.✌


Naira pun melakukan hal yang sama


membasuh dada Angga dengan air dan menepuk nepuknya dengan lembut.


Mengambil sabun cair dan meletakkannya di kedua telapak tangannya dan menggosoknya hingga berbusa setelah itu mengoleskannya didada Angga dan memijatnya dengan lembut.


Tangan Naira gemetaran ketika melakukannya ... jantungnya tiba tiba berdegup kencang dan nafasnya terasa sesak mata Naira menunduk melihat dada Angga dia tidak berani menatap wajah Angga.


Angga merasakan tangan lembut Naira mengusap memijat dadanya dengan sangat lembut ... jantungnya pun berdegup kencang ... nafasnya pun seperti berlari kencang dia menikmati setiap jengkal usapan dan belaian tangan Naira dan membuatnya ... oh ... Tuhan ... kata Angga dalam hati.


Tiba tiba Angga mendekap Naira mendongakkan kepalanya Naira dan menciumnya dengan hasrat yang tak tertahankan lama dan lama sampai Naira seperti kehabisan oksigen.


Naira mencoba mendorong Angga tapi tidak bisa.


Angga mengulang dan mengulangi lagi mencium Naira. Bibirnya menjelajah ke semua bagian wajah Naira dan menikmatinya.


Naira mulai mengikuti alunan irama yang dibuat oleh Angga. Naira seperti terhipnotis dan Anggapun tersenyum senang.


Angga menciumi semua permukaan di wajah Naira dengan lembut dan membelainya lalu merenggangkan pelukannya dan tersenyum kembali.


Nairapun tersadar dan dia lari dari kamar mandi dengan muka bersemu merah malu

__ADS_1


Anggapun menyelesaikan sendiri semua yang telah dimulainya melepaskan semuanya sendirian dan akhirnya merasa lega.


Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan vote yang banyak. Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all.


__ADS_2