Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 51. PERJODOHAN


__ADS_3

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih sama kalian semua yang sudah bersedia membaca karya perdana saya ini dan memberikan like dan komennya. Jangan lupa vote ya .... biar saya lebih semangat meneruskan cerita ini . Ciayoooooo


Love you all ... ❤de'arys❤


Hari sudah mulai sore merekapun meninggalkan pantai dan kembali menuju villa.


Sampai di villa Naira langsung menyiapkan air hangat untuk kakaknya mandi dan meletakkan pakaian ganti di atas ranjang lalu memanggil pak Kurdi untuk membantu kak Angga ke kamar mandi.


Naira langsung kedapur meminta mbak Jum mengantar jus seperti biasa.


"Mbak aku ke kamar dulu mandi ya ... kata Naira ke mbak Jum."


"Iya Non Ara kata mbak Jum."


Setelah menyelasaikan tugasnya mbak Jum pun ke kamar Angga untuk menaruh minumannya.


"Ini den Angga minuman jusnya kata mbak Jum sambil meletakkan minumannya."


"Jangan lupa di minum pesan non Ara kata mbak Jum."


"Mana Ara mbak Jum? tanya Angga."


"Di kamarnya sedang mandi den kata mbak Jum sambil permisi pamit ke dapur."


" Terima kasih ya mbak Jum kata Angga."


Beberapa menit kemudian Ara pun masuk ke kamar kakaknya.


"Lo ... kok belum kakak minum jusnya kata Naira sambil mengambil jusnya dan memberikannya kepada kakaknya."


Nairapun mulai melakukan ritual terapinya dan memijat kaki Angga seperti biasanya selama liburan ini.


"Kalau dulu kamu masuk kedokteran ... ga mungkin kamu akan seperti ini ke kakak ... ya kan ra kata Angga."

__ADS_1


"Kakak ini ngomong apaan sih ... ga paham aku ... kata Naira."


"Untung kamu kekeh minta masuk ke jurusan fisioterapi jadinya sekarang kamu bisa bantuin kak Angga seperti ini ... makasih ya ra ... kata kak Angga sambil memandang kepala Naira."


"Sama sama kak ... kebetulan saja kata Naira."


"Mana ada sih orang yang mau celaka ... kata Naira lagi.


"Yang penting kakak ga boleh menyerah kata Naira."


"Iya ra harus tetap semangat dan berjuang kan kata Angga sambil tertawa."


Naira pun terus merefleksi kaki Angga dengan pijatan pijatan yang sesuai petunjuk di buku.


Seperti biasa Anggapun mengaduh aduh kalau ada bagian yang dirasakan terlalu sakit.


"Sudah kak ... sudah selesai terapinya ... kata Ara."


"Mana gelasnya biar Ara taruh di meja."


Tapi karena tenaganya sudah terlalu capek akhirnya diapun terjatuh terlentang di atas ranjang dengan Angga berada di atas tubuhnya. Angga menopong tubuhnya dengan tangannya dan entah apa yang merasukinya tiba tiba Anggapun mencium bibir Ara dengan lembut dan penuh penghayatan.


Arapun tidak menolaknya dia diam dan masih terkejut tetapi diapun merespon dan ikut larut menikmati setiap apa yang Angga lakukan pada dirinya.


Tiba tiba pintu terbuka dan menghentikan perbuatan yang sedang mereka lakukan.


"Kalian ... teriak papa marah."


"Apa yang kalian lakukan sambil berjalan menarik baju Angga dan menamparnya dengan kuat kemudian mendorong tubuhnya menjauhi Naira."


"Naira hanya diam dan kebingungan dan menyadari kesalahannya akhirnya dia pun menangis dan duduk di tepi ranjang.


"Maaf pa ... Angga kilaf kata Angga kepada papanya."

__ADS_1


Mama yang mendengar teriakan papa langsung berlari menuju kamar Angga.


"Ada apa pa ... tanya mama tiba tiba."


"Tanya anak anakmu ini ada apa ... kata papa gusar."


"Ada apa Angga ... Naira ... tanya mamanya lagi."


Mamapun mendekati Naira yang sedang menangis sesenggukan.


"Maafkan Ara ma ... kata Naira masih menangis."


"Kalau papa sampai tak datang ... entah apa yang akan kalian perbuat lebih jauh lagi hah ... kata papa teriak dan sangat sangat emosi."


"Apa sih yang sebenarnya terjadi pa ... mama masih bingung ini ... tanya mama kebingungan."


"Apa ra ... cerita sama mama ... kamu jangan diam aja kata mamanya."


Nairapun hanya bisa diam tak mampu untuk menjawab pertanyaan mamanya dan hanya menangis meminta maaf.


"Pokoknya mau tak mau kalian berdua harus menikah titik ... kata papanya tegas tak terbantahkan."


"Apaaaaa ... kata mamanya teriak terkejut dengan perkataan papa."


"Tapi pa .... kata mama."


"Naira pun tak kalah terkejutnya fan semakin menangis sesenggukan."


"Ga ada tapi tapi ... cepat bawa Naira ke kamarnya teriak papa."


"Papa kecewa sama kamu Angga kata papa melirik ke anaknya dengan perasaan jengkel."


"Anggapun diam seribu bahasa karena menyadari akan kesalahannya."

__ADS_1


Papaapun pergi meninggalkan kamar Angga dengan masih penuh emosi.


__ADS_2