
Hari ini suasana di dalam rumah induk sangat ramai. Para pelayan sibuk membantu membersihkan dan menghias rumah dengan sangat cantik. Tidak lupa para koki di dapur menyiapkan masakan yang akan dihidangkan untuk besok.
Ya ... besok adalah hari kepulangan ketiga anak laki-laki dari keluarga Sukma Wijaya.
Mereka bertiga benempuh pendidikannya di negara A.
Erlangga anak tertua keluarga Sukma Wijaya telah menyelesaikan S2 nya dengan cepat dan dengan nilai cumlaude.
Kepulangan Erlangga digadang-gadang akan meneruskan bisnis ayahnya Anugrah Sukma Wijaya.
Sedangkan kedua anak lelakinya pulang karena mengambil liburan semesternya.
Mereka semua adalah anak-anak yang berprestasi di bidangnya.
Hari yang ditunggu-tunggu tiba. Sopir yang menjemput ketiga anak laki-laki keluarga Sukma Wijaya telah tiba.
Mama ... papa dan Naira telah menunggu di ruang tamu. Akhirnya Angga, Mahes, dan Dirga masuk ke ruang tamu. Mereka bertiga mencium tangan mama dan papa serta memeluknya. Mereka juga memeluk Naira dan mengacak-acak rambut Naira seperti anak kecil.
"Kakak ... aku bukan anak kecil ya ... ucap Naira sambil cemberut."
"Bawel ... kata Angga sambil tetap mengacak-acak rambut Naira.
Mahes dan Dirga tertawa dibelakang Angga.
Setelah itu merekapun pergi ke kamar mereka masing-masing.
Tepat jam 7 malam semua orang sudah berdatangan ke kediaman keluarga Sukma Wijaya. Mereka diundang untuk merayakan kelulusan anak tertua mereka.
Mama dan papa sudah ada di lantai dasar dengan memakai pakaian yang senada warnanya dan terkesan mewah.
Disebelahnya sudah berdiri kak Mahesa dan kak Dirga dengan memakai baju tuxedonya dengan rapi dan gagah.
__ADS_1
Aku ... Naira ... memakai gaun panjang merah anggur dengan leher tinggi dan tak berlengan. Rambutku ... disanggul ke atas dengan diberi sedikit mahkota berlian. Seperti biasa aku berdandan natural.
Sebenarnya aku lebih suka berpakaian simple tapi .... ini adalah keharusan di pesta keluarga kalangan elit.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang. Orang yang berkepentingan dengan pesta ini. Siapa lagi kalo bukan Erlangga Sukma Wijaya.
Kak Angga turun dari lantai atas dengan gagahnya ... semua mata tertuju kepadanya. Wajah yang tampan dan karismatik dengan tubuh yg gagah dan atletis di lengkapi dengan tuxedonya yang sangat pas di pakai di badannya. Setiap wanita diruangan itu tak berkedip menatap pria yang turun dari tangga itu.
Akupun demikian ... oh ... sungguh sempurnya kamu kak. Kataku dalam hati.
Kak Angga pun mendekati kami dengan senyuman.
Sebelum acara dimulai kami berfoto dulu bersama sebagai kenangan.
Acara dimulai tepat jam 8 malam di halaman depan rumah keluarga Sukma Wijaya yang luas dan sudah di dekorasi dengan indah oleh ahlinya.
Kami duduk ditempat yang sudah disediakan.
Karena merasa lapar Nairapun mengambil beberapa makanan kecil dan juga minuman, kemudian mencari tempat duduk untuk untuk makan.
Naira makan dengan nikmatnya tanpa sadar sudah ada orang yang duduk disampingnya dan memandangnya dengan lekat.
"Kalau makan tu pelan-pelan dan jangan belepotan, kata laki-laki disamping Naira."
Nairapun terbatuk-batuk dan kaget. Diapun mengambil minumannya dan minum.
"Kamu .... kak Darrennnnn teriak Naira dengan suara lirih. Takut orang-orang melihatnya.
"Nih ... tisu ... tu mukamu belepotan, kata Darren sambil tertawa."
Mahes yang melihat Darren datang ke pesta menghampirinya.
__ADS_1
"Hai ... bro, apa kabar?" sambil menepuk pundak Darren bersahabat.
"Kabar baik ... bro. Sambil berdiri bersalaman dan memeluk Mahesa.
Akhirnya Mahesa pun bergabung dengan Darren dan adikknya.
"Ngapain kamu disini,"tanya Mahes."
"Biasa bro ... kangen ngerjain itu ... tuh ... sambil menunjuk ke arah Naira yang terdiam sambil menikmati makanannya.
"Jangan gangguin adikku lagi .... awas kamu!!! Sambil tersenyum bercanda.
"Kalo g boleh gangguin ... berarti boleh dong dipacarin sekalian hahahahaaa ... kata Darren sambil tertawa."
"Naira tiba-tiba tersedak lagi mendengar ucapan Darren."
Naira mengambil minumannya dan minum kembali.
"Kak Darren ini ... apaan sih ... gangguin g habis habis."
Naira berdiri dan pergi dari tempat itu. Naira mencari keberadaan kedua sahabatnya itu.
Akhirnya dia pun menghampiri sahabatnya.
"Ah kamu ini ... jangan gangguin dia apalagi macarin ... masih kecil dia." Kata Mahes."
"Biarkan adikku itu lulus dulu."
"Kamu cari aja yang lain,kata Mahes sambil berlalu pergi."
"Apaan masih kecil ... ntar lagi lulus sekolahpun masih aja dianggap anak kecil, dengus Darren.
__ADS_1
Darrenpun berdiri dan berjalan mencari keberadaan Naira. Hatinya selalu merindu ingin bertemu dan menjahilin Naira.