
Hari ini adalah hari pertama Naira pergi ke Universitas RR di kotanya. Universitas RR adalah universitas swasta yang terkenal dengan akreditasi nilai A.
Sekar dan Ajeng menemani Naira untuk mendaftar juga tapi mereka memilih jurusan yang berbeda dengan Naira. Sesampainya di universitas mereka berpisah. Mereka mencari fakultas dan jurusannya masing-masing.
Akhirnya Naira menemukan fakultas kesehatan jurusan Fisioterapi setelah bertanya kesana kemari. Naira harus antri terlebih dahulu untuk mengambil formulir pendaftarannya.
Hari ini Naira sudah mempersiapkan berkas berkas yang harus di serahkan untuk pendaftarannya. Naira berencana mendaftar lewat jalur prestasi karena dia merasa mampu dan yakin.
Universitas RR membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui 3 jalur yaitu jalur prestasi, jalur reguler, dan jalur undangan.
Naira yakin akan mampu lolos lewat jalur prestasi akademiknya. Dia tahu bahwa papanya sanggup membayar berapapun biaya dia untuk kuliah tapi dia tidak mau itu.
Dia akan mencoba jalur prestasi karena akan mendapatkan gratis biaya pendaftaran dan potongan 75% biaya kuliahnya. Naira ingin membuktikan pada dirinya bahwa di memang masuk dengan murni tanpa campur tangan keluarganya.
Akhirnya Naira berhasil melewati antriannya dan mendapatkan formulir pendaftarannya. Naira mencari tempat untuk duduk dan mengisinya.
Setelah semuanya selesai Nairapun menyerahkan ke bagian administrasi jalur prestasi.
Naira pun mengambil ponselnya dan menghubungi kedua sahabatnya ternyata mereka belum selesai. Akhirnya Naira menelpon Darren sambil berjalan ke taman didekat area kampus dan duduk.
"Hallo ... Kak Darren aku sudah di kampus nih, kak Darren dimana? Tanya Naira di telepon."
"Iya ... ra ... tunggu aku masih ada meeting di ruang senat jawab Darren."
Sambil menunggu Darren Naira memainkan game di ponselnya tiba-tiba seseorang menyapanya.
"Hai ... Ara ...Kamu daftar disini juga ya? tanya orang itu."
Ara mendongakan kepalanya dan kaget melihat ada Arka berdiri didepannya.
"Eh ... iya ... ka." Jawab Naira."
"Kamu daftar di sini juga ya ka? Ambil jurusan apa? tanya Naira."
"Sini la duduk ... mosok berdiri aja, kata Ara mempersilahkan Arka duduk disampingnya."
"Aku ambil jurusan kedokteran kata Arka dengan semangat."
"Aku kira kamu mau nerusin kuliahmu di luar negeri ra ... kata Arka."
__ADS_1
"Ya ... pinginnya sih ... tapi mama maunya aku disini saja maklumla ya ... kamu tahu sendiri gimana?"
"Ga apa apa la ra malah bagus ... jadi masih bisa la sering-sering ketemu aku kata Arka sambil tertawa."
"Yeeee ... kamu ...ngarep aja ... hehehe timpal Naira sambil tersenyum.
By the way kamu ambil jurusan apa ra? tanya Arka."
"Aku ambil Fisioterapi, jawab Ara."
"Yeee sebelas duabelaslah kalau gitu kata Arka."
"Maksudnya apaan ka tanya Naira."
"Maksudnya hampir sama la sama aku fakultas kesehatan."
"Oiya ... ya ... kata Ara."
"Kamu ambil jalur apaan ra, tanya Arka."
Sambil tersenyum simpul Ara menjawab "Jalur Prestasi."
"La ... emang kenapa ... ada yang aneh kata Naira."
"Ya secara kamu kan super kaya hehehe ... g mungkin papamu ga sanggup bayar kata Arka."
"Iya emang sih ... tapi aku mau buktikan kalau aku itu unggul karena prestasi aku bukan kekayaan aku ... sengit Naira."
"Yang kaya itu papa aku ... bukan aku ... ingat itu."
"Yeeee ... segitu deh marahnya .... kata Arka dengan tersenyum.
"Kalau begitu ... sama dong kita ... aku juga ambil jalur prestasi kata Arka tiba tiba."
Berarti kita jodoh dong ... timpal Arka sambil tertawa."
"Ah ... kamu ini ka ... ada ada saja kata Naira tersenyum."
"Apa nya yang jodoh kata Darren tiba tiba datang menghampiri mereka."
__ADS_1
"Eeee kak Darren ... kata Naira."
"Ini aku lagi ngobrol sama Arka teman sekolah aku." Jelas Naira."
"Arka kenalkan ini kak Darren, kata Naira.
"Aku Darren ... pacarnya Ara kata Darren blak blakan sambil mengulurkan tangannya membuat Ara dan Arka terkejut.
"Arka ... kata Arka sambil menjabat uluran tangan Darren."
"Ok ... la ... kalau begitu aku pamit dulu ya."
"Sampai ketemu lagi ra ... kata Arka dan berlalu pergi."
"Kak Darren ini apa apaan sih ... kan janji kalau jangan kasih tahu siapa siapa dulu kata Naira marah."
"Yeee ... marah ... gitu aja marah ... kata Darren sambil mentoel pipi Ara."
"Harusnya aku yang marah tahu ... kata Darren lagi."
"Pacar aku duduk berdua duaan dengan cowok lain ... apa itu maksudnya."
"Eh kami kan cuma ngobrol kak ... g ada apa apa timpal Naira."
"Kamu nya ga ada apa apa .... dia nya ada jawab Darren ketus."
"Dia suka sama kamu kan ... selidik Darren."
"Aku ga mau ya kamu terlalu dekat dekat dengan dia."
"Kakak ini ... sama aja dengan semuanya ... belum apa apa kerjaannya ngatur ngatur aja."
"Kalau gitu ... aku pulang aja kata Naira berdiri dan berjalan meninggalkan Darren."
"Darrenpun berlari mengejar Naira dan meraih tangannya."
"Ya sudah jangan marah ... yuk ... kakak antar pulang kata Darren.
Nairapun akhirnya pulang bersama Darren.
__ADS_1