Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 104. KELAHIRAN.


__ADS_3

******Hei sahabat de'arys


Para readers ... jangan lupa ya tetap berikan like dan komennya


serta berikan vote dan rate nya supaya saya tetap semangat dan lebih kreatif lagi menyelesaikan cerita ini ... ciayooooo.


Thank you all ... love you ❤ de'arys❤


**HAPPY READING********


Naira melakukan aktifitas seperti biasanya ... pergi ke kampus diantar dan di jemput Dirga.


Kandungan Naira hampir memasuki bulan ke delapan.


Hari ini dia ingin bermanja bersama suaminya sepanjang hari mumpung weekend dan suaminya juga libur.


Mereka berdua menghabiskan waktunya di tempat tidur bercanda dan tertawa menerawang masa depan ... bukan paranormal ya tapi merancang masa depan untuk calona buah hati mereka.


"Sayang ... semuanya sudah siap ... perlengkapan juga fasilitas buat anak kita."


"Kamu sudah siap melahirkan sayangku kata Angga."


"Siap ga siap ... aku harus siap sayang kata Naira sambil bermanja di pelukan suaminya."


Anggapun mengecup kening istrinya dengan lembut dan penuh cinta kasih.


"Aku selalu berdoa untuk kesehatan dan keselamatan mu dan anak kita sayang kata Angga memandang istrinya."


Terima kasih ya sayang kata Naira tambah erat memeluk suaminya.


Pagii ini semua berkumpul seperti biasa di meja makan menikmati sarapan dengan sedikit obrolan.


"Sayang selesai kuliah langsung pulang ... ga usah kemana mana kata Angga."


"Iya sayang nati langsung aku pulang ... OK ... kata Naira menurut."


Setelah selesai makan seperti biasa Naira mengantar suami sampai pintu depan mencium telapak tangan suaminya dan Anggapun mengecup kening istrinya dengan sayang.


"Hati hati ... ingat langsung pulang kata Angga."


"Iya ... Naira menggangguk dan tersenyum pada suaminya."


Kak Dirga ... ayo ... aku mau ke kampus nih ... panggil Naira."

__ADS_1


"Mana ini orang ... biasanya ada di sini ... batin Naira."


Naira pun berjalan ke kamar kakaknya ... dan membuka pintu ...


"Kak ... kak Dirga ... panggil Naira, tapi yang di panggil tak mendengar masih asyik dengan ponselnya di atas kasurnya."


"Woiiiii ... kak Dirga ... teriak Naira sambil mengguncang pundak kakaknya."


"Apa sih ... Ara ini gangguin kakak main game aja kata Dirga."


"Aku sudah mau ke kampus .... eee kakak malah masih asyik main game ... gimana ini."


"Tunggu dulu di bawah sana ... hati hati ya ... 5 menit lagi kakak siap kata Dirga."


Naira pun menunggu Dirga di ruang keluarga. Seperti omongan Kakaknya tadi ... 5 menit kemudian kak Dirga sudah turun dan siap mengantar Naira ke kampus.


"Let's go girl ... kata Dirga ."


"I am not a girl lagi kak Dirga but I am a woman kata Naira tertawa."


"Ooo ... iya ya ... sampai lupa aku hahahaa ... Dirga pun ikut tertawa."


Mereka pun pergi ke kampung dengan bercanda.


Naira dan Dirga pun turun dari mobil menuju ke arah Dea.


"Hei ... bodyguard cantik ... apa kabar kata Dirga."


"Hei kak Dirga ... yang sok ganteng dan paling rupawan ...kabar baik jawab Dea sambil tersenyum."


"Hei ... ra ... masih aja masuk kampus ... perut ni sudah besar kata Dea sambil mengelus perut Naira."


Tiba tiba perut Naira terasa mulas ... dan Naira pun mengeluh...


"Kak Dirga ... perut aku sakit banget nih kata Naira menahan sakitnya."


"Aduh ... kak ... mules perut aku ... kata Naira lagi."


"Gimana ini Dea ... kata Dirga juga kebingungan."


"Bawa aja la kak ke rumah sakit ... takut malah kenapa napa ... cepetan kata Dea."


"Ayolah ... bantu kakak ... temani Ara ... cepat masuk kata Dirga memaksa."

__ADS_1


"Mereka pun langsung pergi ke rumah sakit."


Di tempat lain Angga tiba tiba merasa lemas dan pusing kepalanya. Badannya berasa lelah dia pun berjalan tertatih tatih di kantornya.


Angga pun mengambil ponselnya dan menelepon Mahes.


"Hes ... tolong ke ruangan kakak dulu ... kakak butuh pertolongan nih ... cepat kata Angga dengan tergesa gesa."


"Kak ... kak ... kata Mahes sambil kebingungan."


Mahes langsung tergesa gesa ke ruangan Angga.


"Kak Angga kenapa kamu ... ini keringat dingin keluar semuanya."


"Tolong ... papah kakak ke sofa Mahes, ga tahu ini kenapa tiba tiba lemas."


"Kak ... tu ponselmu berbunyi tunjuk Mahes."


"Tolong ... ambilin ponselku kata Angga pada Mahes."


"Dati siapa tanya Angga."


"Dirga telepon kak ... ada apa ya kata Mahes."


"Cepetan angkat kata Angga."


"Halo ... Kenapa Dirga tanya Mahes."


"Kok kamu yang Angkat ... mana kak Angga tanya Dirga."


"Sudah ngomong aja ada apa ... kak Angga yang suruh aku jawab ... dia lagi ga enak badan kata Mahes."


"Ini Ara mau melahirkan kata Dirga dengan suara cemas."


"Telepon mama cepat ... kasih kabar ... mama lebih tahu tentang melahirkan ... perintah Mahes."


"OK ... OK ... cepetan kalian kesini kata Dirga lalu menutup teleponnya."


Dear readers ... jangan lupa juga simak perjalanan Mahesa Sukma Wijaya di cerita "You are My Perfect Match"


Jangan lupa tetap berikan like , komen , rate dan vote nya ya.


Love you All ....❤de'arys❤

__ADS_1


__ADS_2