
****Hei sahabat de'arys
Para readers ... jangan lupa ya tetap berikan like dan komennya
serta berikan vote dan rate nya supaya saya tetap semangat dan lebih kreatif lagi menyelesaikan cerita ini ... ciayooooo.
Thank you all ... love you ❤ de'arys❤
**HAPPY READING******
Angga dan Nairapun keluar kamar dan memberitahu kan bahwa Naira bisa pulang seminggu lagi menuju 14 minggu kehamilannya.
"Ini ... ponselnya kak ... kata Naira tersenyum."
"Terima kasih kakakku sayang kata Naira."
"Wah ... wahhh ... kalau begini ini pasti ada maunya kata Dirga tersenyum."
"Ya ... pasti la ... kata Naira tetsenyum."
"Nanti kalau si penggoda telepon jangan kasih nomer suami aku ... OK ... kata Naira sambil berkedip ke kak Dirga."
"Siapa penggoda ... tanya Kak Dirga penasaran."
"SLTN'S KEBAB .... ingat kak Dirga kata Naira tetsenyum."
"Oooo ... i see ... i see kata Dirga tertawa."
"Kalian ini apaan sih ... main rahasia ... rahasia aja kata mama."
"Ga ma ... itu kak Angga main genit genitan disini ... orang istrinya lagi hamil kok malah jahil kata Dirga tertawa."
"Ntar ... alasannya sindrom hahahahaaa."
"Angga ... kata papa ... jaga itu petasaan istri kamu."
__ADS_1
"Iya ni ... tumben tumbennya ... kata cinta mati ma Naira kata Mahesa tertawa."
"Ini kenapa jadi aku yang dibuli di sini kata Angga emosi."
"Kamu ini Dirga ngomong fitnah aja kata Angga."
"Sudah ... kata mama."
Ara sana bawa suamimu masuk kamar ... tenangkan dia kata mama."
Nairapun mengajak suaminya ke dalam kamar.
"Sayang kunci pintunya kata Angga."
Naira pun mendengarkan perkataan suaminya."
Merekapun langsung naik ke atas ranjangnya.
Angga mencium Naira dengan rasa kasih sayang. Naira pun sangat senang dan menatap suaminya dengan penuh kasih sayang juga. Mereka menikmati nikmatnya surga dunia yang mereka ciptakan bersama sama.
Naira merasa selama hamil ini keinginan untuk bersama suaminya lebih kuat. Dirinya lebih antusias dan mendominasi permainan dari biasanya.
Mereka menjelajah dan menjelajah lagi dan lagi sampai mereka puas dan kelelahan sampai tertidur dengan pulas dan penuh kebahagiaan.
Seperti biasa dan sudah menjadi kebiasaan di keluarga Sukma Wijaya, mereka selalu sarapan bersama.
Naira bangun dan membersihkan dirinya dengan mandi.
Kemudian menuju dapur dan membantu mamanya untuk membuat sarapan.
Hari ini mama memasak nasi goreng seafood dan menggoreng sedikit kerupuk. Naira sengaja membuat perkedel kornet kesukaan suaminya saat ini atau juga kesukaan calon anaknya nanti.
Setelah semuanya berkumpul di meja makan. Mereka semua menikmati makanannnya dengan lahap.
Angga sangat menikmati sarapan hari ini. Dia sudah memakan 5 buah perkedel kornet dengan sepiring nasi putih hangat yang dibuat istrinya Naira dengan lahap.
__ADS_1
Setelah selesai makan papa memberitahu kami bahwa besok sore papa dan Mahes harus pulang terlebih dulu ke tanah air untuk mengurus perusahaan.
"Papa harus pulang dengan Mahes ma ... kata papa."
"Perusahaan ga ada uang ngurus katanya lagi."
"Iya pa ... nanti kami nyusul kalau Naira sudah masuk trisemester kedua kehamilannya, tinggal nunggu saja kata mama menjelaskan."
"Lima hari lagi kami nyusul pa kata Angga."
Secepatnya Angga bantu ngurus perusahaan."
"Ni ... si kuprit juga harus bantu pa ... kata Angga menunjuk Dirga."
"Ya ... baru pulang ke tanah air kok langsung disuruh kerja kata Dirga pura pura lemes."
"Istirahat dulu senang senang dulu kek ....kata Dirga."
Akhirnya setelah kehamilan Naira masuk kr trisemester kedua merekapun kembali ke tanah air dengan gembira.
"Semoga ga kenapa napa kata mama."
"Pray for the best ma kata Angga."
"Iya ma ... berdoa saja ... nanti sampai sana kita periksa lagi ma kata Naira."
"Mama jangan kuatir, Ara yakin babynya kuat."
Iya kan nak ... kata Naira sambil mengelus elus perutnya.
Pesawat merekapun akhirnya meninggalkan kota SF dari negara A menuju ke tanah air selama kurang lebih 18 jam dengan 2 kali transit.
Mereka merasa sangat bahagia sudah berada di tanah air dengan selamat dan sehat.
Pak Jamal sudah berada di bandara selama beberapa jam menunggu kepulangan mereka.
__ADS_1
Pak Jamalpun mengantar mereka semua menuju ke kediaman Sukma Wijaya.
Angga dan Naira merasa bahagia menemukan ranjang kamar mereka yang sudah hampir 2 minggu mereka tinggalkan.