
Naira menghampiri mereka semuanya.
"Halo semuanya, sapa Naira dengan tersenyum bahagia."
Merekapun menatap Naira dan tersenyum.
Angga mendekati adiknya dan memegang pundaknya dari belakang.
Wow ... wow ... adik kakak hari ini tumben cuantik ... mau kemana? ... kencan ya? ... kata angga sambil tersenyum."
Naira pun melepaskan tangan kakaknya sambil berjalan ke arah mamanya dan berkata ...
"aaaaa ... kakak ini ... apaan sih ... bikin malu aja." Sambil memerah mukanya.
"Ara kan cuma mau jalan-jalan ka mall."
Semua orang tersenyum melihat kelakuan Ara."
Setelah berbasa basi sebentar, Darren pun pamit kepada pak Anugrah dan bu Herlina bahwa dia akan mengajak putrinya jalan-jalan ke mall XX.
"Hei ... balikkin adikku utuh ya. Ancam Angga."
"Tergores sedikit apalagi luka atau sedih. Aku patahin tangan dan kakimu, kata
Angga dengan kuatnya."
Naira yang mendengarnya tidak enak dengan Darren.
"Kakak ... teriak Naira. Kok ngomong gitu sih. Kak Darren akan menjagaku dengan baik,sahut Naira lagi."
"Naira meminta maaf atas sikap kak Angga kepada Darren."
Darren merasa senang dan hatinya bahagia Naira memperhatikannya.
Mereka berdua pamit kepada ketiganya dan berjalan keluar menuju mobil Darren.
Mobil Darrenpun melaju ketempat yang akan dituju mereka.
Mobilpun sampai di parkiran mall XX. Darren mencari tempat parkir yang kosong. Secara hari ini hari Minngu otomatis banyak orang yang berlibur ke mall. Akhirnya setelah berkeliling Darren menemukan tempat parkir yang kosong.
Darren memarkirkan mobilnya dan setelah itu mereka turun dan berjalan masuk ke dalam mall.
Banyak muda mudi yang jalan-jalan di mall. Anak anak lalu lalang bersama orang tua mereka. Darren mengajak Naira masuk ke dalam area permainan Rizone. Mereka bermain berbagai permainan dan game.
Naira merasa senang ... bagaikan burung lepas dari sangkarnya. Bebas.
Tapi Naira tahu kebebasannya kali ini harus dipertanggungjawabkan dan dia tidak mau menyesalinya kemudian hari.
__ADS_1
Setelah dirasa cukup bermain Darren pun mengajak Naira untuk makan siang di Ren'z cafe. Darren dan Naira pun masuk kedalam cafe dan disambut hangat oleh pelayan kafe. Mereka dipersilakan duduk di vvip room. Di dalam ruangan itu terdapat 2 sofa panjang dan meja serta satu set alat karaokenya.
Pelayan datang dan memberikan menu kepada Darren dan Naira.
"Silahkan mas, memilih pesanannya."
Setelah memberikan buku menunya pelayan itu keluar ruangan.
Darren dan Naira memilih-milih makanan yang disediakan.
Setelah tahu makanan apa yang diinginkannya, Derren memencet tombol warna hijau di samping sakelar lampu di ruangan itu.
Dan pelayanpun masuk mencatat pesanan mereka setelah itu keluar lagi.
Darren memutar musik dan memberikan mic kepada Naira untuk bernyanyi. Tetapi Naira malu dan menolaknya.
"Ayolah Naira ... aku tahu kamu pandai menyanyi. Bakatmu itu kan persis seperti Mahes, kata Darren."
"Aku bingung kak mau nyanyi apa ... ?"
" Akhirnya Darren mengambil mic, memilih lagu dan menyanyi ...
# Biarkan aku jadi yang terhebat jadilah kamu kekasih yang kuat .......
Aku manusia yang paling butuh kamu ... membutuhkan mu
Jangan lelah .... menghadapiku
Biarkan aku jadi yang terhebat jadilah kamu kekasih yang kuat ...
Genggam tanganku bernyanyi bersama karena kamu ... kekasih terhebatttttt #
Darren menyanyi dengan penuh penghayatan ditujukan kepada Naira.
Naira senyum senyum dan memarah pipinya.
Darrenpun menghentikan nyanyiannya dan duduk disamping Naira ketika makanan sudah datang.
Mereka menikmati makanannya dengan lahap karena lapar.
"Enak makanannya ra?" bertanya Darren."
"Enak sekali kak ... jawab Naira dengan mulut yang masih terisi makanan."
"Apalagi ini ... sambil menunjukkak Mango splazz minumannya.
"Kakak mau coba kata Naira dengan polosnya."
__ADS_1
Darren pun menganggukkan kepalanya.
Dengan reflek Naira membawa gelas kedepan Darren dan memberikan pipetnya ke padanya.
Darren pun meminumnya dengan segera dan mengucapkan ...
"Enak banget ... ra, apalagi pipetnya bekas bibirmu."
Naira diam dan tersenyum. Setelah itu dia baru tersadar dan reflek memukul dada Darren.
"aaaaa ... kak Darren ini ada-ada aja becandanya. Kata Naira."
Darren menggenggam tangan yang memukul dadanya tadi.
Dia meletakkan tangan Naira di dekapan dadanya ... Naira ingin menarik tangannya tatapi Darren menahannya.
Jantung Darren berdebar debar begitupun jantung Naira.
"Ra ... rasa dan dengarkan detakkan jantungku bila berada dekat kamu. Aku selalu mencintai dan menyayangimu ra. Kata Darren dengan lembut.
Pipi Naira sudah memerah karena malu mendengar ucapan Darren.
Melihat pipi Naira yang memerah ... tangan kanan Darren mengelus pipi Naira dengan lembut dan tangan satunya masih memegang tangan Naira di dadanya.
Naira hanya terdiam ... dia hanya bisa mendesah ... kak Darren .....
Seketika itu Darren memeluk Naira dengan erat ... erat sekali.
"Aku mencintaimu Naira, maukah kau menjadi kekasikku, kata Darren sambil mencium kening Naira."
Naira hanya bengong terdiam. Dia tidak menyangka Darren akan bilang seperti itu.
Hatinya terasa senang dan tanpa sadar kepalanya mengangguk perlahan.
"Kamu mau ra ... kata Darren masih bertanya karena belum percaya."sambil memegang kedua bahu Naira dan menatapnya.
Naira tetap terdiam sambil melihat muka Darren dan tersenyum.
"Iya kak ... aku mau." Jawab Naira malu malu.
Darren sangat senang dan tiba-tiba Darren memeluk Naira dan menciumnya.
Muka Naira seketika berubah menjadi merah merona karena malu.
Darren pun tersenyum dan menggenggam tangan Naira.
"Sekarang kita resmi pacaran ya kata Darren."
__ADS_1