Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 15. KEPERGOK


__ADS_3

Angga masih mondar mandir diruang meeting. Sambil menunggu informasi dari orang suruhannya. Terpaksa meeting hari ini dibatalkan karena kabar dari mamanya. Angga berkali kali mencoba menelpon Naira tapi tak tersambung. Angga merasa jengkel dan marah dia reflek menendang kursi yang ada disampingnya dengan geram.


Angga tahu Naira anak yang baik dan penurut. Tidak pernah sekalipun Naira berbuat sesuatu yang mengecewakan keluarganya.


Akhirnya Anggapun keluar dari ruang meeting dia turun kebawah gedung dengan Richard asistennya. Angga memutuskan akan mencari adiknya bersama asistennya.


Angga berjalan menuju parkiran didepan kafe BRS.


Angga menghela nafas sebentar sambil mengedarkan pandangan ke sekitarnya sebelum masuk ke dalam mobilnya.


Seketika itu pandangannya tertuju pada muda mudi di pojokan kafe dekat jendela itu. Mereka sedang tertawa dengan gembira.


Anggapun mencermati muda mudi itu dan sepertinya tidak asing baginya. Anggapun terkejut ...."Naira" ... dengan siapa dia? kata Angga dengan geram.


Sambil menggepalkan tangannya dan marah diapun masuk ke dalam kafe itu kembali.


Richard asistennya terkejut melihat raut muka bosnya yang terlihat sangat marah dan berlari mengikutinya masuk kembali ke dalam kafe.


Naira dan Darren masih mengobrol dan ketawa-tawa sambil menghabiskan minumannya. Tak terasa sudah jam 6 sore.


"Kak ... pulang yuk ... da mau malam nih, bujuk Naira sambil cemas.


Naira merasa ketakutan dan kuatir. Entah apa yang nanti akan di katakan Naira sesampainya dirumah.

__ADS_1


"OK ... sambil mengedipkan matanya ke arah Naira."Darren pun tersenyum


"aaaaah kak Darren genit deh aaaah, kata Naira dengan manja khas nya." Membuat Darren jadi salah tingkah."


"Yuk ... tapi, aku bayar dulu ya ke kasir."


"Iya ... jawab Naira dengan tersenyum."


Belum sempat keduanya beranjak dari kursi, tiba-tiba seseorang sudah mencengkeram kerah baju Darren.


"Kurang ajar kamu ya .... kata orang itu dengan marah dan emosi sambil menarik kerah baju Darren dengan kencang. Dan memukulnya muka Darren hingga muka Darren memar dan berdarah.


Naira terkejut melihat kejadian itu dan berteriak.


"Jangan kak .... tolong lepaskan kak.


"Teriak Naira menangis sambil memeluk kakaknya dan meminta maaf.


Orang-orang yang ada disekitar kafe melihat ke arah mereka sambil berbisik-bisik.


"Maaf kak .... maafin Ara kak .... Ara yang salah."


Sambil memeluk pinggang kakaknya dan menangis di dada Angga.

__ADS_1


"Tolong ... jangan pukul kak Darren lagi."


Masih sambil menangis dan memeluk kakaknya supaya berhenti memukul Darren


Naira tidak peduli orang-orang melihatnya. Dia kasihan melihat Darren yang babak belur dihajar kakaknya yang sedang emosi.


Naira tidak melepaskan pelukannya dan masih menangis di dada Angga sambil mendorong pelan angar menjauh dari Darren.


"Kali ini aku lepaskan kamu .... kata Angga dengan tegas sambil menunjuk ke Darren."


Naira tahu seperti apa kakaknya Angga kalau marah.


"Awas ... kamu ya sambil menunjuk kembali ke arah Darren."


"Jangan ajarin adikku yang macam-macam, kata Angga dengan suara lantang."


"Ayo ... pulang!!!! teriak Angga dengan keras kepada Naira sambil memegang pergelangan tangan Naira dan menariknya dengan tergesa-gesa. "


"Naira berkata "Maafkan aku kak Darren" sambil mengikuti langkah kakaknya keluar dari kafe.


Richard membukakan pintu belakang mobil untuk bosnya (Angga) dan adiknya (Naira).


Angga menyuruh Naira masuk duluan kemudian baru dirinya.

__ADS_1


Tanpa berkata-kata Richard langsung melajukan mobil dengan cepat menuju kediaman keluarga Sukma Wijaya.


__ADS_2