Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 45. PULANG KE RUMAH


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang membahagiakan buat keluarga Sukma Wijaya. Angga sudah diperbolehkan pulang setelah lebih dari 3 bulan di rumah sakit. Dokter mengijinkan pulang dengan masih pengawasan dokter.


Artinya Angga masih harus rajin kontrol ke dokter tetang penyakitnya.


Papa menyewa seorang perawat yang bertanggung jawab menjaga dan merawat kak Angga. Untuk sementara Angga harus memakai kursi roda karena terjadi kelumpuhan sementara (tidak permanen).


Sampai dirumah semua berkumpul diruang tamu. Para pelayan, sopir dan para pekerja pun berkumpul menyambut kepulangan kak Angga. Semua keluarga juga ada diruang tamu. Dokter Pandhu, Darren, Sekar, Ajeng dan geng dompreng juga ada.


Semua berdoa mengucapkan terima kasih akan kesehatan dan kepulangan kak Angga ke rumah lagi.


Mama sangat bahagia sampai menangis saking harunya. Setelah acara doa bersama semuanya pun dipersilakan makan. Aku menemani kak Darren dan yang lainnya termasuk geng dompreng makan.


Suster Mega membantu mengurusi kak Angga. Dia mendorong kursi roda kak Angga dan memberikan jus untuknya. Untuk sementara makanan dan minuman yang dikonsumsi kak Angga harus terjaga.


Dokter Pandhu menghampiri mama papa dan pamit pulang. Sebelum pulang dokter Pandhu menyempatkan ngobrol dengan Angga.


"Cepat sembuh freind ... kata dokter Pandhu sambil menjabat tangan kak Angga dan menepuk pundaknya."


"Nanti aku mampir kesini lagi ya."


"Kak Angga cuma mengganggukkan kepala dan tersenyum."


"Aku pamit pulang dulu ra ... kata dokter Pandhu."


"O ... iya dokter ... terima kasih atas waktunya kata Naira berdiri dari kursinya dan mengantar dokter Pandhu sampai ke pintu depan."


"Jagain kakakmu ra ... bantu dia pemulihan. Kamu kan di jurusan fisioterapi ... pasti tahu kata dokter Pandhu."


"Iya mas ... nanti Ara usahain ... tapi kan sudah ada suster yang membantu kata Naira."


"Ya ... sekalian praktekin dong ilmu yang sudah di dapat kata dokter Pandhu tersenyum."


"Ye ileeee mas ini bercanda ... ilmunya masih cethek ... ntar salah malah berabe pula kata Naira tertawa."


"Ya ... jangan ngawur la ... kan ada pedomannya ... lihat buku ... nyontek dulu kata dokter Pandhu juga ketawa."


"Wah ... wah ... ngajarin ga bener nih suruh nyontek ... kata Naira masih tertawa diikuti dokter Pandhu."

__ADS_1


"Sudah saya pulang dulu ... malah ngelawak ntar di sini ga selesai selesai kata dokter Pandhu.


"Asyik ... banget tuh ... kata Darren tiba tiba mengejutkan Naira."


"Eeeee kak Darren ngapain disini ... nyariin aku ya ... kata Naira santai."


"Asyik tu ngobrol ketawa ketawa ... ga ingat apa da punya pacar kata Darren cemburu."


"Ya ampunnnn ... mulai deh ... aku tu cuma ngobrol kak sama dokter Pandhu jelas Naira."


"Aku ga suka kamu terlalu akrab sama dia ... jelas Darren."


"Jangan membesar besarkan masalah deh ... aku ga mau ribut ya. Ini acara kepulangan kak Angga kata Naira tegas."


"Eeeeee yang dicariin rupanya disini seru Dirga."


"Mojok aja berdua ... "Papa nyariin tu ra ... kata Dirga."


"Iya kak ... kata Naira sambil berjalan bersama Darren mengikuti Dirga balik ke ruang tamu."


"Buru buru aja kalian ... kata Naira."


"Kami pulang dulu ra kata Sekar dan Ajeng diikuti geng domprengnya."


Ara pun mengantar sampai pintu depan.


"Hati hati ya oiiii ... ketemu besok di kampus ... kata Naira."


Nairapun masuk ke dalam kembali dilihatnya tinggal kak Mahes dan kak Darren yang sedang mengobrol.


"Kemana yang lain kak ? tanya Naira."


"Mama dan papa ke kamar ... Dirga dan kak Angga juga ke kamar."


"Lagi ngobrolin apaan tanya Naira."


"Ini soal kerjaan kata kak Mahes."

__ADS_1


"Emang kerjaan apaan tanya Naira lagi."


"Ye ... mau tahu aja urusan pria kata Darren."


"Ya ... sudah kalau gitu ... aku tinggal ni kata Naira pura pura mengancam."


"Kamu ini ra ... main pergi aja ... yang sebelah kakak ini mau di kemana in hahahaha ...kata Mahes tertawa."


"Habis ... main rahasia segala kata Naira."


"Ini Darren mulai minggu depan sudah mau ngantor katanya."


"Mantap ... kata Naira."


"Tapi aku sudah pasti jarang bisa ngantar ngantar kamu lagi ra ... kata Darren."


"Ye ... aku kan ada mobil kak ... tenang aja ... kata Naira."


"Kita lihat aja nanti bagaimana ... kata Darren."


"OK la ... kalau begitu aku pulamg dulu ... salam buat semua ya kata Darren."


Naira pun balik lagi mengantar Darren pulang sampai ke pintu depan.


"Hati hati kak Darren ... love you kata Ara."


"Love you too ... jawab Darren sambil menuju ke mobilnya dan pulang."


"Idihhhh ... mesra bener ... hehehe kata Mahes di belakang Naira."


"Kak Mahes ... kata Naira sambil memukul kakaknya lembut.


"Sudah ... ayo kita istirahat. Kakak ke kamar dulu ya.


"Ara juga kak ... mo mandi dan istirahat kata Ara sambil mengikuti kak Mahes ke lantai atas dan menuju kamar masing masing.


Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan koin/poin. Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all.

__ADS_1


__ADS_2