Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 47. SUSTER ARA


__ADS_3

Naira masih sedih dan menangis di dalam kamarnya, dia merasa tak dihargai. Padahal di keluarganya dia selalu di sayang dan di manja.


Ponsel Naira berbunyi dan itu pasti dari Darren pikir Naira dan benar saja. Naira malas untuk mengangkat telepon dia memutuskan berganti pakaian dan tidur.


Pagi ini Naira duduk di meja makan seperti biasa ... semua berkumpul untuk sarapan.


"Semalam pulang jam berapa ra ... ? tanya papa."


"Jam 10 pa ... Ara langsung masuk kamar dan tidur jawab Naira."


"Pa ... ma ... hari ini Mahes pergi ya ... ada projek di Bali yang harus diselesaikan kata Mahes."


"Wah ... enak tu ... bisa jalan jalan."


"Sudah lama kita ga jalan jalan pa ... kata Naira semangat."


"Nanti kita atur waktunya ra ... kata papa."


"Tunggu Angga agak membaik kondisinya dulu pa timpal mama."


"Sippppp ... ntar Ara bantuin biar kak Angga cepat sembuh ... OK kata Naira tersenyum dengan semangat."


Semua tersenyum melihat tingkah Naira.


Setelah makan Naira mengajak kak Angga untuk pergi ke taman belakang rumahnya.


Hari ini Suster Mega libur karena weekend.


Naira membawa kak Angga ke taman bermainnya ketika kecil dulu. Naira sengaja mengajak kakaknya untuk berjemur cahaya matahari pagi.


Menurut buku yang di bacanya sinar matahari sangat bagus untuk penderita stoke, hangatnya matahari pagi mengandung banyak vitamin D alami yang bagus untuk pemulihan syaraf. Maka berjemur selama 20 - 30 menit agar lebih cepat pulih.


"Setiap minggu aku akan menggantikan suster Mega sebagai perawat kakak kata Naira sambil memeluk kakaknya dari belakang kursi roda. Lalu me lompat ke depan Angga dan duduk di rumput sambil mengangkat satu persatu kaki Angga secara bergantian."


"Hari ini aku adalah suster Ara ... kata Naira sambil tertawa."


"Anggapun ikut tertawa melihat tingkah polah adiknya."


Di tempat lain Darren sedang berdebat dengan papanya.


"Pa ... Naira dari keluarga Sukma Wijaya kata Darren menjelaskan."


"Pokoknya papa ga mau tahu ... kamu harus putuskan hubunganmu ... papa ga setuju titik kata papa Darren dengan tegas."


"Tapi pa ... kata Darren terputus dengan perkataan papa."


"Walaupun dia dari keluarga Sukma Wijaya tapi dia tetaplah anak punguttttt bentak papa Darren tidak suka."


"Kamu anak papa satu satunya pewaris keluarga Putrajasa."

__ADS_1


Darren tidak bisa berkata apa apa lagi. Dia pun pergi meninggalkan papanya sebelum bertambah emosi.


Setelah dirasa cukup Nairapun membawa kakaknya ke dalam rumah.


"Ayo kak kita masuk ntar gosong pula kulit aku in kata Naira bercanda sambil tertawa.


"Dasar emang udah gosong ra ... kata Angga ikutan tertawa."


"Ini bukan gosong kak ... ini kulit eksotis kata Naira terbahak bahak."


Naira membawa kakaknya ke ruang keluarga untuk menonton.


"Kalian ini dari tadi papa lihat tertawa terus ... kata papanya."


"Ara ini pa lucu ... kata Angga tersenyum."


"Idiiiiihhhh ... emang Ara ini pelawak apa ... badut apa kata Ara dengan lucunya."


Papapun ikutan tertawa melihat tingkah Ara.


"Kata sudah besar tapi tingkah masih aja anak kecil kata papa masih tertawa."


"Belum berangkat pa ... kata mama yang tiba tiba datang ke ruang keluarga."


"Bentar lagi ma ... ini baru siap siap kata papa."


"Emang papa mau pergi kemana? tanya Naira."


"Enggak pa ... malas ... disana cuma ada orang tua aja kata Naira sambil tersenyum."


" Eee ... sembarangan ... banyak tu eksekutif muda yang tampan tampan kata papanya."


"Udah disini aja temani kakak nonton ... kata Angga."


"Hari ini Ara lagi kerja pa ... jadi suster Ara kata Angga dengan tersenyum."


"Beneran ni ra ... kata papa."


"Kalau begitu g usah repot repot sewa suster Mega lagi celetuk papanya tetsenyum."


"Papa ini mau hemat aja ... kata Naira membuat papanya tertawa."


"Kan Ara bilang cuma hari Minggu aja kak ... kata Ara."


"Ya sudah jagain kakak baik baik papa pergi dulu kata papa."


"Siapppp pa ... hati hati ya pa ... kata Naira."


"Mama balik kamar dulu ya ... kata mama.

__ADS_1


"OK ma ... kata Naira."


Lalu menyalakan tv dan memasang film komedi di layar dvdnya.


"Kok film komedi ra ... eksen aja ... kata Angga."


"Ga ... seru ... kata Angga lagi."


"Hari ini harus nurut kata suster ya ... kata aNaira pura pura marah sambil berkacak pinggang."


"Diam disitu ... tonton saja ... suster kedapur sebentar kata Ara lagi."


"Iya suster ... galak ... kata Angga tertawa."


Naira pun ke dapur mengambil camilan.


Camilan yang Naira ambil adalah camilan yang sehat yaitu buah buahan. Karena mengonsumsi nutrisi yang sehat akan mempercepat penyembuhan.


Naira mengambil 1 buah pisang lalu mengupas dan memotongnya karena dipercaya mengandung kalium yang tinggi yang dapat membantu proses pemulihan seperti yang dia baca pada buku " Konsumsi Tiga Pisang, Cegah Penyakit Stroke"


Naira juga mengambil beberapa kurma karena dipercaya mengandung minimal 666 mg kalium; 0,09 tanin; serta 50 IU vitamin A.


Zat-zat nutrisi ini sangat bermanfaat buat menjaga agar fungsi sistem saraf tetap normal.


Naira juga mengambil 1buah pir dan 1 buah apel mengupas dan memotongnya lalu membuat jusnya karena menurut yang di bacanya di Journal of The American Heart Association, penyakit stroke ternyata bisa dicegah dengan mengonsumsi buah yang memiliki kulit berwarna cerah, seperti buah pir dan buah apel.


Setelah selesai menyiapkan semua camilannya Nairapun kembali ke ruang keluarga menemuai kak Angga.


Dilihatnya kak Angga sedang tertawa senang melihat film komedi. Naira sengaja memberokan tontonan yang lucu dan menyenangkan agar pikiran pasien seperti kak Angga tidak stress sehingga dapat segera memulihkan penyakitnya.


"Apaan ini ra ... kata Angga seperti tidak berselera malihat makanan yang di bawa Naira."


"Pokoknya ini camilan kakak hari ini ... tidak boleh membantah selama aku penjadi perawat kakak kata Naira dengan tegas."


"Besok besok ga lagi ah ... suster yang seperti ini ... mengerikan kata Angga tertawa."


"Apaaaaaaaa ... kata Naira melotot ke arah Angga."


Dan merekapun kemudian tertawa bersama sama.


Anggapun menghabiskan semua makanan yang diberikan Naira.


"Nah ... gitu kan pasien pinter ... kata Naira sambil tersenyum."


"Cepat cepat sembuh ya kata Ara lagi."


"Ini namanya penyiksaan kata Angga."


"Penyiksaan yang menyehatkan kata Naira sambil tertawa.

__ADS_1


Setelah mengantarkan kakaknya istirahat di kamar lantai bawah Nairapun kembali kekamarnya dan berniat umtuk istirahat .


Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan koin/poin. Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all.


__ADS_2