Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 28. PERDEBATAN


__ADS_3

Sudah lewat satu minggu acara pernikahan Angga. Pagi ini semua berkumpul di meja makan. Suasana pagi ini ceria karena bertambah satu lagi keluarga Sukma Wijaya.


Seperti biasa Naira selalu duduk dekat mamanya dengan manja. Disebelahnya duduk kakaknya Mahes. Disebelah Angga duduk kakak iparnya Annisa yang cantik dan Dirga. Mereka semua menikmati makan paginya dengan bahagia.


"Ra ... mama minta ... kamu kuliah disini saja ya. Kata mamanya tiba-tiba setelah semua selesai makan."


Semua mata memandang mamanya dengan terkejut sekaligus bingung.


"Mama ga mau kamu pergi jauh jauh ke luar negeri." Apalagi dalam waktu yang lama."


"Emang kenapa ma, ucap papa."


"Biarkan saja Ara belajar mandiri."


"Lagian di juga sudah cukup umurnya."


"Di sana kan ada Mahes dan Dirga yang bisa mengawasi dia."


"Mama ga akan tenang pa kalau jauh jauh dari Ara, ucap mama dengan sendu."


"Iya ma ... mama tenang aja ... ada aku dan Dirga yang akan jagain Ara, sahut Mahes, menenangkan mamanya."


"Pokoknya mama tak usah kuatir kami akan memantaunya, timpal Dirga."


"Kan Ara bisa tinggal di asrama, aman ma, jelas Mahes."


"Jangan terlalu di manja ma, ntar ga gede-gede, timpal Dirga sambil tersenyum."

__ADS_1


"iiiiiii ... apalah kakak ini ... aku sudah lulus kak!!!! ... aku sudah besar." Seru Naira jengkel."


"Tu ... lihat saja kelakuanmu ... masih kanak-kanak dan manja, kata Angga sambil tersenyum."


"Bener kata mama ... kamu kuliah di sini saja. Ucap Angga."


"Lebih banyak yang memperhatiin dan ngawasin kamu kalau ada apa-apa,timpal Angga."


"Kamu kan perempuan ... cantik ... imut lagi ... ntar banyak pula yang naksir di sana. Bikin repot aja. Seru Angga sambil mendengus."


Semuanya memandang ke Angga dengan kebingungan.


Anggapun kaget dan bingung dengan ucapannya. Tapi dia pura-pura masa bodoh.


Annisa hanya diam mendengarkan perdebatan keluarga itu.


"Kak Annisa aja ga apa-apa kan kuliah disana!" Seru Naira.


"Efek habis nikah kali ... ra, ucap Dirga sambil senyum senyum.


"Ga jelas kakak ini, timpal Naira dengan suara tinggi dan sedikit emosi."


"Ga jelas gimana ucap Angga emosi. (Mulai deh ... temperamennya muncul) sambil memandang Naira tajam."


"Kalau Annisa aku percaya dia bisa menjaga dirinya dan bertanggung jawab."


"Udah deh kamu kuliah disini aja seperti kata mama kata Angga tegas seperti tak mau di bantah."

__ADS_1


Kak Angga itu tahu Mahes dan Dirga itu sibuk ... dia pasti ga akan sempet jagain kamu dengan baik di sana.


"Apaaaaa ??? Whatttt???? Ucap Mahes dan Dirga kompakan dan saling pandang sedikit protes dengan anggapan kakaknya."


"Jadi maksud kak Angga apa? Mau bilang aku bodoh ya ... ga bisa jaga diri sendiri gitu. Naira sudah meninggikan suara ke Angga."


"Sudah ... sudah ... ga usah ribut, kata mama dengan sedikit keras dan tegas."


Semua terdiam mendengar ucapan mama.


"Jadi gimana ra ... kamu mau kuliah dimana?" tanya papanya sekali lagi.


Kalo papa sih terserah Ara saja."


" Gimana ra ... kamu mau kan kalau kuliah di sini saja? tanya mama sambil menggenggam kedua tangan Naira seperti memohon."


Naira sebenarnya ingin juga kuliah di luar negeri seperti kakak-kakaknya yang lain tapi dia ga tega melihat mamanya yang sedih. Akhirnya dia memutuskan mengikuti keinginan mamanya. Dia ingin mamanya bahagia seperti selama ini mamanya selalu membuatnya bahagia.


"Iya ... ra.... apa keputusanmu? kata papa kemudian."


Semuanya memandang ke Naira seperti menuntut jawaban dengan segera.


"Iya ma ... Ara akan kuliah disini saja, kata Naira terisak sambil memeluk mamanya."


Mama memeluk Ara dengan bahagia sambil menciumi pucuk rambut Ara berulang- ulang.


"Terima kasih ya sayang, kata mamanya."

__ADS_1


__ADS_2