Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 55. GAGAL


__ADS_3

Pagi ini di vila kediaman Sukma Wijaya dihebohkan dengan menghilangnya Naira.


Sarapan pagi ini Naira tidak menampakkan diiri. Dia tidak ikut menikmati sarapan bersama keluarganya. Papa merasa ada yang aneh dan memerintahkan bi Sarmi untuk menyusul ke kamarnya.


Tetapi tidak ada Naira di kamarnya dan setelah di periksa semunya sampai penjuru rumah Nairapun tetap tidak ada.


Mama sudah cemas dan menangis.


"Bagaimana ini pa ... kata mama."


"Tenang ma ... biar semua papa yang urus kata papa."


"Bi Sarmi tolong bantu nyonya istirahat di kamar kata papa."


Anggapun tidak bisa berbuat apa apa karena kelumpuhannya.


Dia mencoba menelpon Naira berkali kali tapi tetap tidak diangkatnya.


Papa memerintahkan penjaga depan untuk menyisir sekitar villa.


"Maaf tuan kami menemukan tangga di samping rumah. Mungkin non Ara menggunakannya tadi malam kata penjaga."


"Naira ... Naira ... kata papa tersenyum ... akalmu banyak nak."


Papa pun menelpon seseorang dan miminta tolong untuk mencari putrinya yang kabur.


Papa lalu ke kamar dan memberitahu mama untuk tenang.


"Sebentar lagi Ara pulang ma ... jangan kuatir kata papa."


Semua lalu berkumpul di ruang tamu menunggu Naira.


Di bandara Naira membeli tiket untuk ke kota M sebelum membeli dia sudah di tangkap oleh pihak keamanan bandara.


"Apa - apaan ini ... saya salah apa kata Naira kebingungan."

__ADS_1


"Mari ikut kami kata petugas keamanan itu dan membawa Naira ke ruang introgasi."


"Tunggu disini nona kata salah satu petugas itu dan keluar ruangan."


Salah satu petugas di dalam ruangan itu memperhatikan Naira dan tersenyum.


Dua orang laki laki berbadan tegap memasuki ruangan dan menyapa mereka.


"Selamat pagi non Ara ... kami diperintahkan tuan untuk membawa nona pulang kata mereka."


Seketika tubuh Naira lemas ... dia tahu siapa kedua laki laki itu. Mereka adalah pengawal papanya di kantor cabang pulau P.


Akhirnya dengan terpaksa Naira ikut mereka pulang dan misi kaburnya gagal total.


Sesampainya di rumah papa sudah menyambutnya dengan gembira.


"Papa tersenyum dan memeluk Naira ... selamat datang kembali ke vila ini anak papa yang cantik."


Nairapun melepaskan pelukannya dan duduk di sofa.


"Mulai hari ini penjagaan vila lebih di perketat kata papanya tegas."


"Siap tuan ... kami laksanakan kata mereka dan pergi meninggalkan ruang tamu."


Libur kita perpanjang seminggu lagi kata papa tiba tiba.


"Ma ... telepon Mahes dan Dirga secepatnya suruh datang kemari."Bawa pak Sobri dan Jamal sekalian kata papa.


"Baiklah pa ... kata mama."


Jangan lupa hubungi para kerabat dan saudara terdekat kita ... suruh mereka kemari kata papa."


"Bi Sarmi siapkan hidangan untuk jamuan pesta."


"Tiga hari lagi pesta pernikahan Angga dilaksanakan."

__ADS_1


"Pak Kurdi tolong bereskan rumah dan semuanya. Saya mau semuanya bersih dan indah kata papa.


Jum ... tolong bantu non Ara mempersiapkan semuanya.


"Baik tuan kata mereka serempak."


Papa juga memerintahkan asisten di kantor cabang untuk memesan hotel untuk para kerabat dan saudaranya menginap.


Tak lupa memanggil ahli rias dan dekorasi terkenal di pulau P ini.


Hari ini Mahes, pak Sobri dan pak Jamal langsung terbang ke pulau P atas perintah papa. Mereka tak tahu menahu ada apa sebenarnya.


Sampai disana mereka disambut dengan gembira.


"Ada apa ini pa ... ? tanya Mahes."


"Angga dan Ara akan menikah kata papanya tersenyum."


"Gila ... ini gila pa ... kata Mahes bingung."


Mahespun langsung mendatangi kamar kakaknya Angga.


"Gila ... kamu ya kak ... kata Mahes sambil menghajar muka Angga."


Anggapun diam saja tanpa membalas perlakuan adiknya Mahes.


Mahespun pergi meninggalkan Angga yang memegangi mukanya yang berdarah. Dia berencana menemui adiknya Naira.


Dia masuk kekamar Ara dan melihat adiknya sedang melamun di sudut sofa ditemani mbak Jum.


"Cantik cantik kok melamun kata Mahes sambil mengagetkan Ara."


"Ara yang kaget langsung berteriak ... kak Mahessss."


Dan Mahespun tertawa terpingkal pingkal.

__ADS_1


Sudah mau menikah kok melamun aja.


Nairapun hanya tersenyum menanggapi ucapan kakaknya Mahes.


__ADS_2