
Pagi ini adalah pagi permulaan untuk Angga dan Naira memulai aktifitasnya seperti biasa.
Naira bangun pagi lalu mandi berganti pakaian dan menyiapkan semua perlengkapan suaminya. Menyiapkan air hangat dan pakaian yang akan dipakai hari ini ke kantor.
Ya hari ini adalah hari pertama Angga ke kantor setelah sekian lama absen karena kesehatannya.
Setelah semuanya selesai merekapun sarapan.
"Sayang nanti hati hati bawa mobilnya kata Angga menasehati istrinya."
"Iya ... kata Naira yang memerah mukanya di panggil sayang didepan semua orang."
"Iiiiii ... anak papa ... malu malu."
"Itu mukamu ra ... kata papa sambil tersenyum."
"Kamu biar di antar pak Jamal saja Angga kata mama."
"Hari ini aku ke kantor bareng Mahes saja ma ... kata Angga."
Nairapun mengantar papa, kak Mahes dan suaminya sampai depan rumah.
Angga tiba tiba mencium kening Ara dan memberikan tangannya.
"Ayo berikan baktimu padaku bisik Angga dan tersenyum."
Nairapun mencium telapak tangan Angga.
"Hati hati ya ... kata Naira."
Pukul 9 pagi Naira berangkat ke kampus karena sudah janjian dengan geng domprengnya. Naira menyiapkan oleh oleh untuk teman temannya yang dia bawa dari kepulauan Mal.
Naira sudah sampai parkiran kampus dan menuju ke fakultasnya.
Sampai di sana geng dompreng sudah menunggunya.
"Wuidihhhhh pengantin baru ... seger bener tu muka kata Dea tertawa."
"Sayuran kali seger ... timpal Yoel tertawa juga."
"Kalian ini ... pagi pagi sudah usil aja tu mulut kata Naira."
"Ni ... oleh oleh dar sono no ... kata Naira."
"Pilih sendiri sendiri jangan berebut ... awas kalau ada yang nangis ... urusin sendiri kata Naira tertawa."
"Mereka pun berebut memilih mana yang terbaik menurut mereka."
"Ini ada kaos dari suami aku ... katanya buat kalian."
"Woooo ... thanks ya ... bilang suami tercintamu itu kata Intan senang."
__ADS_1
"Sip tan ... kata Naira."
Temani aku dong ke dekan ... ada yang mau aku urus nih ... kata Naira.
Siap kata mereka serentak.
"Dea sama Intan aja deh ... kalian para lelaki disini aja ... OK, kata Naira."
OK ... Jawab Yoel dan Rayyan.
Mereka pun pergi menemani Naira mengurus hal hal yang diperlukan.
Setelah semuanya selesai ... mereka pergi ke kantin seperti biasa. Makan makanan ringan dan minum.
"Yuk kita keluar ... jalan jalan kata Intan."
Pasti seru ... kan sekarang kita sudah komplit kata Intan."
"OK ... aku sih ... ngikut aja kata Rayyan antusias."
"Aku ajak Ajeng ya ... kata Yoel tersenyum."
"Ye ... ni anak tak bisa lepas dari Ajeng ... timpal Dea."
"Kalau gitu aku telepon suami aku dulu, maaf ya kata Naira."
Nairapun menelepon suaminya dan meminta ijin untuk pergi jalan jalan.
Anggapun mengijinkannya.
"Maaf aku ga bisa pergi kat Naira."
"Tapi ... bohooooong kata Nsira sambil tertawa."
"Dasar kamu ra kata Dea sambil mentoel pinggang Naira."
"Aku ajak Sekar sekalian ya kata Naira."
Mereka pun akhirnya memutuskan pergi ke mal XX seperti biasanya.
Merekapun berjalan jalan sambil bersenda gurau.
"Eeee nonton yuk ... kata Dea."
"Seru ni film nya ... baru tayang ni film terbaru kata Dea antusias."
"Aduh ... maaf ya ... bukan aku ga mau ... aku ga bisa kata Naira."
"Ya ... kata mereka serempak."
"Ga seru la ... kata Intan malas."
__ADS_1
"Ya sudah hari ini aku traktir makan saja ya ... tapi aku g ikutan nonton ya ... maaf kata Naira."
"Kalian tahu sendiri kan ... sekarang kata Naira meminta maaf."
"Ok ... OK ... kata Rayyan, kita ngertiin kamu kok ra ."
"Kita makan di mana nih ... kata Rayyan."
"Ra kita makan di Nok Nok Ben aja yuk kata Sekar."
"Eeeee ... iya ... sudah lama sekali kita ga pernah kesana timpal Ajeng.
"OK ... let's goooooo kata Intan semangat."
Merekapun sampai di Nok Nok Ben dan memesan makanan masing masing.
"Ini lo ... tempat favorit kita ya kan sekar Naira kata Ajeng tersenyum senang."
"Maaf ... aku permisi ke toilet dulu ya ... kata Naira."
"Yup ... kata Rayyan."
"Perlu teman g ra kata sekar."
"Ga usah ... thanks kata Naira."
"Tante cantik ... tante cantik ... kata seorang anak kecil dengan seragam sekolahnya lewat di depan Naira dan tersenyum.
"Eeee ... kamu ... Diandra kan ... tanya Naira."
"Kamu anak dokter Pandhu kan tanya Naira lagi."
"Iya ... tante cantik jawabnya."
"Mana papa kamu kok kamu jalan sendirian saja kata Naira."
"Papa masih dirumah sakit tante cantik kata Diandra."
"Ya ampun ... uncle cari cari rupanya disini kata laki laki dibelakang Naira."
"Maaf uncle tadi Didi ketemu tante cantik dulu."
"Maaf kalau keponakan saya mengganggu katanya."
"Ooo tidak apa apa kata Naira sambil membalikkan badannya."
"Naira ... kata laki laki itu."
"Arnol ... kata Naira terkejut."
"Uncle kenal ya sama tante cantik kata Diandra."
__ADS_1
"Arnolpun mengganggukkan kepala menjawab pertanyaan Diandra."
"Dunia ini begitu sempit batin Arnol."