Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 43. KOMA


__ADS_3

Sudah lebih dari satu setengah bulan Angga terbaring di rumah sakit dalam keadaan tak sadarkan diri atau Koma." Akibat benturan keras dikepalanya sehingga menyebabkan penurunan aktivitas otak.


Dokter sudah menggunakan GCS (glasgow coma scale)  untuk mendiagnosis kesadara kak Angga tetapi belum ada respon yang baik. Matanya masih terpejam dan tak ada tanda tanda pergerakan bagian tubuhnya.


Pulang kuliah Naira langsung ke rumah sakit diikuti geng domprengnya.


Sangat bisa di akui teman temannya ini selalu peduli dan setia kawan.


"Ra gimana keadaan kakakmu sekarang tanya yoel."


"Ya ... masih belum ada perubahan ... minta tolong doa dari kalian semua ya ... kata Naira."


"Kami pasti mendoakan yang terbaik ra ... kata Intan."


"Ayo masuk kata Naira mempersilahkan gengnya."


"Jangan ribut ribut ya ... ntar kena marah suster pula kata Naira tersenyum."


"Sore tante kata mereka ketika melihat mama Naira."


"Sore ... juga. Kamu sudah pulang ra kata mama."


"Iya ma ... Ara langsung kesini." Mama sendirian? Mana kak Dirga tanya Naira."


"Kak Dirga keluar ke kantin sebentar beliin mama makan dan minum katanya."


"Emang kakakmu yang ganteng itu belum pulang ra kata Intan."


"Ehemmmm .... mulai dah jelalatan dan gatelnya muncul ... kata Rayyan sambil menepuk bahu Intan sambil tertawa pelan."


"Ye ....orang cuma tanya ... salah pula ... bingung sama pemikiran kalian." Lagian apa salahnya sih ... sambil menyelam minum air kata Intan tersenyum."


"Tenggelam kaliiiiiii balas Yoel."


"Hus ... hus ... dilarang berisik."


"Ribut aja kalian kata Dea."


Merekapun menenggok keadaan Angga.


"Iya ... ya seperti belum ada perubahan dari yang kemarin kemarin kita tenggok ... kata Dea."


"Eeee ra ... udah datang kamu ya ... kata kak Dirga."


"Iya kak baru aja."


"Habis mama makan kami pulang ya ra ... biar mama istirahat." Ntar malam kakak kesini lagi kata Dirga."


"Iya kak ... siap ... kata Naira."


"Kita pulang sekarang aja ... biar makanannya buat Ara. Nanti mama makan dirumah aja kata mama pada Dirga."


"Baiklah ma ... kami pulang ya ra ... kalau ada apa apa telepon kakak."


"Siappppp kata Naira tersenyum."

__ADS_1


Naira duduk di dekat Angga dan memegang tangannya menggenggamnya dan menciuminya.


"Kak Ara disini ... cepat bangun kak, jangan tidur aja. Kasian mama selalu sedih mikirin kakak."


"Semua menyayangi kakak ... Ara rindu mau bercanda , berkelahi ribut ribut mama kakak." Tak terasa Naira pun sudah menangis terisak isak.


Dea dan Intan mendekati Naira dan menguatkan.


"Sabar ra ... yang ikhlas semoga kak Angga cepat sembuh."


"Makasih ya semuanya kata Naira."


Tak terasa hari sudah malam. Geng dompreng pun pamit pulang.


"Kami pulang dulu ra ... kata Rayyan."


"Beneran ni ra ... ga apa kami tinggal kata Dea cemas."


"Iya ga apa ... bentar lagi kak Darren datang kok."


"Ok kalau begitu kami pulang."


Setelah gengnya pulang masuklah dokter Pandhu ke dalan ruangan.


"Eeeee ... ada kamu ra ... kata dokter Pandhu."


"Kirain masih mamamu sama Dirga. "


"Soalnya tadi aku sini hanya ada mereka."


"Iya dokter ... saya disini gantian."


"Dokter sudah mau pulang ya kata Naira."


"Iya ra ... sebenarnya mau pulang tapi ... saya disini dulu aja temani kamu ... kasihan pula sendirian."


"Eeee ... ga apa dokter ... jadi merepotkan kata Naira sungkan."


"Jadi dokter kira kira kemungkinan kakak saya sadar berapa persen ya. Terus kalau sadar apa ya efeknya tanya Naira."


"Jangan panggil dokter la ... ga enak kedengarannya kata dokter Pandhu tersenyum."


"Haaaa ... trus saya harus panggil apa? kata Naira agak bingung."


"Mas Pandhu aja ... jawab dokter Pandhu tersenyum." Lagian saya kan sudah selesai bertugas katanya lagi."


"Baiklah ... dokter ... eee mas Pandhu kata Naira."


"Jadi apa kemungkinan yang terjadi mas Pandhu kata Naira kembali."


""Angga akan mengalami kelumpuhan untuk sementara, emosinya akan tidak stabil dan kemungkinan lainnya bicaranya akan tidak jelas."


"Kita lihat nanti ra ... kamu terus berikan rangsangan rangsangan biar otaknya menerimanya lewat alam bawah sadarnya.


"Semangat ra ... kata dokter Pandhu."

__ADS_1


"Iya makasih mas Pandhu kata Naira."


Darren masuk kedalam ruangan dengan membawa buah buahan. Dilihatnya Naira sedang mengobrol dengan seaeorang.


Naira dan Pandhu melihat ke arah pintu masuk seseorang datang dan mendekat.


"Kak Darren ... kenapa baru datang tanya Naira sebal."


"Sori ra ... kakak mampir beli buah dulu. Maaf ya kata Darren sambil mentoel pipi Naira."


"Iiii ... malu kak ... ada dokter Pandhu kata Naira."


"Maaf ya dokter kata Darren yang memang sengaja melakukannya didepan dokter Pandhu karena cemburu.


"Baiklah saya permisi dulu kata dokter Pandhu."


"Kok buru buru dokter ... kata Naira."


"Sekarang kan kamu sudah ada yang temani jadi saya pamit dulu kata dokter Pandhu dan pergi meninggalkan ruangan."


"Bagusla kalau begitu kata Darren setelah dokter Pandhu keluar."


"Apaan sih kak Darren ini ... kata Naira sambil memukul pundak Darren."


"Cemburu tak beralasan kata Naira malas."


"Siapa coba yang ga cemburu kekasihnya ngobrol dengan dokter muda yang ganteng ... akrab lagi seru Darren."


"Aku kan cuma ngobrolin masalah kak Angga ... kapan sadarnya."


"Malas ... dikit dikit cemburu tak karuan."


"Ha ntar terkabul ... baru tahu rasa kata Naira tersenyum."


"Ye ... kamu ya ra ... doa yang tak bagus pula kata Darren sambil memencet hidung Naira."


"Hus ... hus ... di rumah sakit dilarang pacaran apalagi mesra mesraan kata Dirga dan Mahes yang datang bebarengan."


"Kalian ini ... di suruh jaga ga becus kata Mahes tersenyum."


"Hai ... apa kabar bro ... kata Darren sambil memberikan tangannya pada Mahes dan Dirga."


"Baik bro ... jawab mereka."


"Ra ... pulang sana ... da kucel kali kak lihatnya kata Dirga."


"Ren ... tolong antar adikku ya ... kata Mahes."


"Mana kunci kamu ra ... biar nanti kakak yang bawa pulang mobil kamu kata Mahes."


"Hati hati ... jangan ngebut ngebut ren ... kata Mahes."


"Siap bro ... kata Darren."


"Kak kami pulang dulu ya kata Naira."

__ADS_1


Darren dan Naira pamit pulang. Darren mengantar Naira ke rumah kediaman Sukma Wijaya. Darrenpun pulang ke rumahnya.


Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan koin/poin. Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all.


__ADS_2