
Seminggu lagi resepsi pernikahan Angga dan Ara akan di langsungkan di kediaman Sukma Wijaya. Mr.Bong the decorator of the wedding from Pulau P sudah berada di kota M. Papa menyewakan sebuah kamar VIP untuknya di hotel bintang lima.
Papa menyewanya sebagai decorator acara resepsi Angga dan Naira. Mr.Bong sangat senang karena dia masih dipercaya oleh keluarga Sukma Wijaya.
Hari ini Mr.Bong diundang papa untuk datang kerumah sehubungan dengan acara resepsi. Angga dan Naira menyambutnya dengan gembira. Mereka langsung membahas tetang persiapan pestanya. Naira ingin nuansa alam yang menyejukkan seperti di pantai pulau BL.
Mr. Bong dengan jeli dan cekatan langsung mengerti maksud dari ide Naira.
Wow ... anda benar benar hebat nona. Ide anda benar benar spectakuler ... acung jempol 2 jari untuk nona.
Naira pun tersenyum sambil bergelendotan manja di pelukan suaminya.
Mereka bertiga langsung keluar menuju halaman depan yang luas. Naira membantu Angga untuk berjalan
Disini bisa diletakkan panggung besar untuk pelaminannya. Kemudian di tengan sini kita bikin tangga pelangi sebagai jembatan penghubung pantai dan pulaunya kata Mr. Bong.
"Yup ... benar kata Naira dengan sangat bahagia."
Anggapun mengikuti Naira sambil tersenyum senang.
Kita bikin tangganya berkelok sedikit ya untuk masuk para tamu ... kemudian mereka skan keluar lewat jalan yang satunya ok kata Mr.Bong lagi.
"Iya ... saya setuju kata Naira.
Jadi nanti di tepi halaman saya buat pondok pondok hias untuk makanan dan minumannya. Di samping kanan dan kiri panggung untuk meja keluarga. Di tengah depan panggung kita bikin laut animasinya. Disampingnya bangku bangku untuk para tamu. Meja prasmanan nanti kita letakkan di tepi yang sebelah sana. Begitu kan maksudnya kata Mr.Bong dengan puas.
__ADS_1
Wow ... anda hebat Mr. Bong kata Ara senang dan Berterima kasih.
Kalau begitu saya permisi balik ke hotel, biar besok langsung saya kerjakan semuanya kata Mr.Bong.
"Terima kasih sudah membantu acara kami kata Angga senang."
Naira pun langsung memeluk suaminya karena senang ... dan Angga menyambutnya dengan menciumnya.
"Weiiii ... dunia bukan milik berdua kata Mahes."
"Ini masih ada aku sama papa disini katanya tertawa."
Naira dan Anggapun ikut tertawa.
Mereka lalu masuk kedalam rumah. Dan duduk di meja makan.
Dekorasi besok sudah mau dikerjakan pa kata Ara. Baju juga sudah jadi besok sore orangnya mau antar baju ke sini.
"Undangan sudah dicetak dan disebar pa kata Angga.
"Penginapan untuk saudara dan kerabat juga sudah pa kata Mahes."
"Bagus kalau begitu. Jangan lupa kamar angga dan Naira yang dulu suruh mbak Jum dan yang lainnya bersihkan."
Barang barang yang tidak terpakai taruh aja gudang. Biasa sepupu sepupumu nginep disini."
__ADS_1
"Iya pa nanti Ara kasih tahu mbak Jum kata Naira.
"Makanan pesta sudah di urus mama dan bi Sarmi. Tinggal makanan yang di pondok pondok yang belum ditelepon lagi kata Mahes."
"Kamu yang urus apa kakak ra ... tanya Mahes."
"Nanti Ara aja kak yang ngobrol sama mama."
"OK kalau begitu ... aku ke kamar dulu kata Mahes."
"Papa juga mau mandi ... gerah ... panas kata papa juga."
Besok geng dompreng mau datang membantu. Sekar dan Ajeng juga. Aku rindu sama mereka semua. Hampir sebulan aku tidak kuliah kak kata Naira kepada Angga."
Kamu baru sebulan ra ... ra ... kata Angga. La kakak sudah bebulan bulan di rumah aja.
"Ye ... kakak ni mau sembuh apa enggak sih kata Naira."
"Besok kita ke rumah sakit ambil alat bantu kakak yang terbaru ... kan mau di pakai buar resepsi ... biar keren kata Ara manja."
"Biar pak Jamal aja kata Angga malas."
"Ya ... ampun ... masih aja cemburuan kata Naira.
"Kan sudah kuberikan segalanya padamu kata Naira sambil berjalan masuk ke kamar."
__ADS_1
"Anggapun mengikuti Naira ke kamar dan meminta semua yang dia butuhkan dan inginkan."
Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan vote yang banyak. Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all.