Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 81. HADIAH BUAT MAHES


__ADS_3

Naira mengingat ingat kejadian yang lalu., yang dia ingat hanya mengantar mamanya tanpa seijin Angga."


"Maaf kan aku sayang ... aku lupa minta ijin ke kamu ngantar mama. Iya ... kan kata Naira sambil menggenggam tangan Angga."


"Apa cuma itu aja kata Angga malas."


"Trus apa lagi dong ... aku ga ada ngapa ngapain kok kata Naira bingung."


"Sini ... sini ... ra ... kata Angga sambil menepuk sofa disampingnya."


"Naira pun menuruti perintah suaminya."


"Cletakkkk ... tiba tiba Angga menyentil pelipis Naira "


"Awww ... awww ... wadowww kata Naira memegangi pelipisnya."


"Itu tanda biar kamu ingat kata Angga."


"Trus yang berduaan sama Darren di kampus itu ... ngapain kata Angga."


Cletakkkk ... Angga pun nyentil pelipis Naira lagi."


"Awww ... awww ... wadowww kata Naira memegangi pelipisnya lagi."


"Udah deh yanggg ... sakit ini ... kata Naira."


"Itu hukuman buat istri pembohong kata Angga beranjak dari sofa dan duduk di kursi kerjanya."


Nairapun memeluk Angga dari belakang dan mencium pipinya.


"Jadi ... marah karena kak Darren nih ... kata Naira."


"Aku ketemu kak Darren ga segaja sayang ... beneran deh."


"Aku minta kak Darren ngikhlasin aku yang ... move on gitu lo ... kata Naira terus nyerocos."


"Terus ... kata Angga"


"Ya sudah gitu aja ... aku terus ke kantin ketemu geng dompreng."


"That's it .... ga ada yang lain."


"Oooo ... kata Angga."


"Makanya besok lagi diomongin ... jangan di diemin ... ga enak tahu ... kata Naira."


"Berarti ... ntar malam kita rame rame dong ga diem dieman ...kata Angga berdiri dan memeluk Naira."

__ADS_1


"iidiiiiih ... ngareppppp kata Naira tersenyum."


Da ... mulai ... mo durhaka sama suami kata Angga."


"Baiklah tuan raja ... kata Naira."


"Sayang ... yuk kita keluar ... kita belum siapin nih ... kado buat kak Mahes."


Besok dia Ulang tahun nih kata Naira."


"Ayo ... kita pergi sekarang sayang ... sudah ga ada lagi yang diurus kata Angga."


Angga pun keluar menemui sekretarisnya ibu Maya.


"Bu Maya saya ada urusan mungkin tidak balik lagi ke kantor ... tolong panggil OB suruh bersihin ruangan saya ... kata Angga."


"Iya pak ... kata bu Maya."


Angga dan Nairapun pergi menuju ke galeri yang Angga mau.


"Sayang biar aku yang nyetir ...kata Naira."


"Sudah biar aku saja kata Angga."


"Tapi ... kakimu kata Naira ragu."


Akhirnya merekapun pergi ke galeri musik.


Galeri musik "Siera" adalah dealer resmi alat musik dan pro audio terlengkap di kota M, disini ada berbagai macam jenis alat musik dari berbagai merk terkenal di dunia dengan harga khusus.


"Sayang ... kamu mau beliin apa tanya Naiea penasaran."


"Tunggu ... kita lihat lihat dulu kata Angga."


Anggapun lalu melihat berbagai macam jenis gitar.


"Wow ... bagus bagus yanggg kata Naira."


"Kak Mahes pasti suka. Hebat kamu yang kata Naira tersenyum senang."


"Iya dong kata Angga."


"Ini yang Mahes suka ... jangan baju celana jam lagi ... bosan dia kata Angga."


'Kamu ... top markotop kata Naira sambil memeluk Angga."


"Ra ... ingat ... ini di toko ... orang orang ngeliatin kita kata Angga."

__ADS_1


"Heheheee ... iya ... maaf kata Naira malu."


Akhirnya pilihan jatuh pada gitar elektrik merek ESP LTD H-51. Sebuah gitar elektrik yang dibalut dengan bodi agathist yang unik, menarik, dan berkontur sehingga membuat penampilannya makin kece.


"Sayang ini aja keren kata Naira."


"Bagusnya warna apa ya?


"Electric blue apa black cherry kata Naira."


"Aku suka yang electric blue kata Angga ... kelihatan wow gitu."


"OK deh ... sayang ... yang kamu sebut aja ... itu keren kok kata Naira."


Angga pun membayar di kasir dan minta sekalian di bungkus dengan kertas kado dan hiasan yang bagus.


"Kita mau ke mana lagi ni sayang ... kata Angga."


"Kalau sudah pulang ... aku ga mau keluar lagi lo katanya."


"Mampir beli martabak manis ya ... Ara pingin yang coklat kacang kata Naira."


"Tapi ... martabak yang dekat kampus maunya."


"Apa ... kata Angga."


"Mutar balik lagi dong kita ... kata Angga."


"Tempat lain aja la ... kata Angga."


"Ga mau ... Ara mau yang di dekat kampus ... kalau ga mau biar aku yang nyetir aja ... kata Naira."


"Iya ... iya ... kakak mutar balik deh ... kata Angga. Tapiiii ... ingat ... ada upahnya ini kata Angga tertawa."


"Iya ... iya nanti Ara kasih upahnya ... berapa kata Naira semangat."


"Berkali kali kata Angga tertawa."


"Apa sih ini maksudnya ... berkali kali, habis dong uang aku kata Naira."


"Hahahaaaaaaa ... Anggapun tertawa lepas mendengar ucapan Naira yang ga nyambung dengan dirinya."


"Apa ... sih sayang ... ga paham kata Naira."


"Anggapun berbisik di telinga istrinya ....dan Naira pun tertawa."


Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan vote yang banyak. Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2