Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 98. PERLOMBAAN


__ADS_3

**Hei sahabat de'arys


Para readers ... jangan lupa ya tetap berikan like dan komennya


serta berikan vote dan rate nya supaya saya tetap semangat dan lebih kreatif lagi menyelesaikan cerita ini ... ciayooooo.


Thank you all ... love you ❤ de'arys❤


**HAPPY READING**


Naira pergi ke kampus seperti biasa dengan diantar kak Dirga sebelum dia aktif nanti bekerja di perusahaan papa.


Geng dompreng selalu menunggunya di parkiran sebagai penjaga yang dimintain bantuan oleh Angga.


Mereka dengan senang hati melakukannya.


Pagi ini Dea baru saja memarkirkan mobilnya ketika Naira dan Dirga baru saja sampai.


"Hei gadis sombong kata Dirga menyapa Dea."


"Apa ... woi ... pria yang sok ganteng kata Dea tersenyum."


"Kalian ini pagi pagi sudah mau perang aja kata Naira."


"Kakakmu tu ... selalu mulai hahah tawa Dea renyah."


"Kakakmu ini ra selalu sok kegantengan kata Dea tersenyum."


"Ye ... emang ganteng kan sahut Dirga tersenyum."


"Kalau bukan kakakmu ra ... sudah ku lempang dia kata Dea sambil mengepalkan tangannya."


Dirga dan Nairapun tertawa melihat ekspresi Dea.


"Cantik cantik kok kasar sih kata Dirga sambil mentoel hidung Dea."


"Malas layan kata Dea ... yuk masuk kelas kata Dea."


"Kakak pulang duluan ya kata Dirga pada geng dompreng."


"Awas nyasar ... tak tahu jalan kata Dea cekikikan."


"Dirga pun tertawa mendengan candaan Dea dan langsung masuk mobil tancap gas pulang ke rumah.


Merekapun mengikuti mata kuliah sampai selesai.


Seperti biasa merekapun langsung ke kantin jajan dan ngobrol dengan gembira.


Akhirnya merekapun pulang ke rumah masing masing setelah acara di kantin siap.


"Aku sana Rayyan langsung cabut dulu ya kata Yoel."


"Emang lo berdua msu ke mana tanya Lia."


"Mau ke klub bola hehehe ... ntar sore kami latihan nih jawab Rayyan."


"Aku juga cabut pulang ye ra ... kata Lia."


"Kamu ga pulang De tanya Lia."

__ADS_1


"Aku mau mampir ke mall bentar kata Dea santai."


"De ... aku ikut ya ke mall kata Naira."


"Mau ngapain ra ... ntar abang gantengmu marah ... bisa berabe nih gue ... kata Dea."


"Lu telepon dulu aja ya gih ... kata Dea."


"Tuttttt ...tuttttttt .... tuttttttt" tidak diangakat


"Tuttttt ...tuttttttt .... tuttttttt" tidak diangkat.


Haloooo ... tiba tiba sebelum Naira menutup telepon ... Dirga menjawab.


"Ya ... halooo kenapa ra tanya Dirga."


"Ara ikut mobil Dea ya kak ... kita ke mall XX, jemput Ara di sana saja ."


"Ok ... kalau begitu kakak langsung ke sana."


"Sip ... beres kata Naira langsung masuk mobil Dea dan ke mall XX."


"De kita langsung ke toko kue D'enak dulu ya kata Naira."


"OK ... hari ini aku temani sampai puas kata Dea."


Merekapun langsung ke toko kue D'enak dan duduk di sana.


"Mmmm aku pingin makan pai susu sama milo hangat kata Naira."


"Aku pilih rainbow cake sama lemon tea aja ah ... timpal Dea."


"Yuk ah kita jalan kata Dea. Kandunganmu tapi tak apa apa kan tanya Dea cemas."


"Tak apa apa sih ... aku ga berasa capek kok kata Naira pede."


"Yuk kita ke Me-zone mau kata Dea semangat."


"Ngapain ke sana tanya Naira."


"Mancing .... jawab Dea ngasal"


"Ya ... main game la ... bumil ... bumil kata Dea tertawa."


"Ra ... ngapain kamu di sini kata kak Mahes yang tiba tiba menyentuh pundak Naira dan sudah ada di belakangnya."


"Jalan jalan kak ... jawab Naira."


"Mana Dirga ... tanya Mahes."


"Otw ke sini kak ... tadi Ara bareng Dea ke sini jawab Naira."


"Sori ... kakak terlambat ... kata Dirga yang datang dengan tergopoh gopoh."


"Itu lah makanya jangan sok kegantengan tebar pesona saja kata Dea tertawa melihat Dirga."


"Ooo ... gadis kasar ... bisanya mengejek aja kata Dirga sambil mengacak rambut Dea."


"Tu kan ra ... ga ada kamu ... aku pula jadi sasarannya ... apes aku ... kata Dea."

__ADS_1


"Habis bawel aja kamu dari tadi kata Dirga."


"Sudah ... ribut aja kalian kata Mahes tegas."


"Eeee kak Mahes .... ngapain kak disini tanya Dirga."


"Mancing ... kata Mahes spontan .... ya kerja la aku jawabnya."


"Tadi ada meeting ma klien ... tapi sudah siap. Aku lihat Ara jadi aku samperin jelas Mahes."


"Ooooo kata Dirga."


"Udah belum ini rapat keluarganya ... kalau belum gue kabur dulu ra kata Dea."


"Main kabur kabur ... aku ketok ntar kamu De kata Dirga tertawa."


"Ayolah ra ... kata Dea menggandeng Naira ke Me-zone di lantai 3."


"Ampun ni ... bocah ... kirain mau kemana ... la rupanya kesini pula kata Dirga."


"Rilex kak ... emang kakak ga jenuh ... mantengin cewek cewek melulu kata Dea."


"Ra kamu mo main apa duduk aja kata Dea."


"Kamu main aja De ... aku lihat lihat dulu kata Naira."


"Yuk main basket ... ajak Dirga sambil menggandeng Dea."


"Ini ... ngapain sih pakai pegang pegang segala kata Dea marah."


"Ye gitu aja marah ... maaf deh ... kata Dirga tertawa sambil mengacak rambut Dea."


"Emang ya ... kebiasaan keluargamu gini ya ra ... kata Dea sebal."


"Bawel ayo cepet kata Dirga."


"Kamu ga usah ikut ra ... nonton saja kata Dirga."


"Kita lomba ini gadis kasar dan bawel kata Dirga tertawa senang."


"Ok ... siapa takut ... jawab Dea."


"OK ... yang menang boleh minta hadiahnya ya ... kata Dirga."


"OK ... beres lantang Dea."


"Aku iku ... kata kak Mahea tiba tiba."


Semua mata melihat kak Mahes.


Yakin mau ikutan kak ... tanya Dirga."


"Yup ... jawab Mahes. Tapi ... ga boleh curang ya katanya."


"Curang apaan sih ... kata Dea."


Yang menang boleh minta hadiah apapun kan kata Mahea menjelaskan lagi."


"Ya ... kata Dea dan Dirga serempak."

__ADS_1


"OK ... ayo kita mulai ... kata Mahea semangat."


__ADS_2