
**Hei sahabat de'arys
Para readers ... jangan lupa ya tetap berikan like dan komennya
serta berikan vote dan rate nya supaya saya tetap semangat dan lebih kreatif lagi menyelesaikan cerita ini ... ciayooooo.
Thank you all ... love you ❤ de'arys❤
**HAPPY READING****
Pagi ini sesuai janjinya kak Mahes mengajak kami jalan jalan. Mama dan papa tidak mau ikut mereka ingin beristirahat di apartemen saja kata mereka.
"Kamu sudah kesini ya ra kata kak Mahes."
"Iya kak kemarin kita ke sini dua kali ... pagi dan malamnya juga kata Naira senang."
Sudah naik kapal pesiarnya belum kata kak Mahes lagi."
"Memang ada ya kata Naira penasaran."
"Ya ... ada la ... gimana kak Angga dan Dirga ini ga becus kata Mahes."
Sembarangan aja kalau ngomong ... kita belum sempat aja kak ... timpal Dirga.
Akhirnya mereka sampai juga ke tempat yang dituju.
Ya mereka menuju dermaga dan membeli tiket perjalanan laut dengan kapal pesiar yang disediakan.
Mereka menaiki kapal pesiar dan memilih tempat di atas. Mereka akan berkeliling selama 60 menit disepanjang selat SF.
Naira sangat menikmati pemandangan cantik kaki kaki langit kota SF.
Kapal juga melewati bawah jembatan emas yang sangat indah. Naira tidak bosan mengabadikan kameranya.
Mereka menikmati dengan gembira kecuali Angga. Anggapun langsung menuju ke toilet setelah perjalanan mereka selesai.
"Ya ... malah mabuk laut kata Mahesa tertawa."
"Bukan mabuk laut ini pengaruh sindrom kata Angga."
Mahes dan Dirgapun tertawa bersama sama.
Naira memeluk suaminya dan memapahnya.
Sudah ra sini biar kak Mahes yang bantu kak Angga ... kamu kan lagi hamil kata Mahes.
__ADS_1
Nairapun menuruti apa kata Mahes.
"Kita pulang saja kak kata Naira."
"Baiklah kata Mahes."
Merekapun menuju mobil dan pulang ke apartemen.
Dua hari setelahnya papa dan mama memutuskan akan pulang ke tanah air.
Semuanya pun lalu bersiap siap membereskan barang barang mereka sendiri.
"Tapi pa ... Ara harus konsultasi ke dokter dulu kata mama."
"Ga boleh sembarangan naik pesawat kata mama."
"Besok kita kerumah sakit ra kata mama."
"Ga usah ma ... telepon dokter Ara yang kemarin aja ... ada kok nomer teleponnya kata Ara."
"Kak Dirga ... mana pinjam ponsel kakak kata Ara."
"La ... kok pakai ponselmu kata Dirga ... sudah sini cepetan kata Naira memaksa."
"Mau nomer cewek cantik ga kataku tersenyum."
"Beneran ... cantik bohay pintar pokoknya pokokny deh kata Naira sambil tertawa."
"Ini kata Dirga semangat 45 belum tahu siapa ceweknya heheheee."
"Sayang cepetan telepon si penggoda itu bisik Naira sambil menyodorkan ponsel Dirga pada Angga suaminya."
"Angga pun memandang Naira dengan kebingungan dan bertanya ... Penggoda ... siapa sayang?
"Ya ... lupa apa pura pura lupa kata Naira."
"Beneran sayang ... jangan main main deh ... kamu ini kalau ngomong sembarangan."
"Dokter Jennifer Button kata Naira menyebut namanya lengkap."
" Ooooooo ... kata Angga tersenyum ... sebentar kata Angga menuju kamarnya."
"Sayang ... disuruh telepon kok malah ke kamar ... ngapain sih tanya Naira."
"Cepetan sini kalau ga ... ga usah telepon kata Angga sambil memberikan instruksi supaya Naira ikut ke kamar."
__ADS_1
Sebentar ya semuanya kata Naira malu ada papa mama kak Mahes dan kak Dirga.
Ntar ponsel Ara kembaliin kak Dirga ... ponjam dulu kata Naira sambil berlari menyusul suaminya."
"Jangan lari .... Ara ... kata mama dan papa yang serentak dengan suara kuatir."
"Maaf ... lupa ... kata Naira yang langsung berhenti dan berjalan pelan pelan."
"Naira pun duduk di sranjang di samping suaminya."
"Maksudmu apa ra ... tanya suaminya terus terang."
"Malas aku ke rumah sakit sayang kata Naira sambil bergelanyut manja pada suaminya."
"Boleh ya ... lalu mencium suaminya dengan lembut agar suaminya menuruti kemauannya hehehehe."
"Apa mau mu sayang kata Angga sambil membelai lembut rambut istrinya dan menyingkirkan rambut rambut halus istrinya dan menciumi wajah istrinya dengan sayang."
"Mana nomer si penggoda kata Naira manja."
"Kamu ini sayang .... kata Angga sambil memberikan kartu nama Jennifer."
Naira memasukkan nomer telepon dokter Jennifer ke dalam ponsel Dirga sambil tersenyum.
"Sekarang telepon dia tanya tentang kehamilanku. Kira kira boleh ga aku pulang kata Naira manja."
"Ini ponsel kak Dirga ... aku tulis sang penggoda disana hahahahaaaa kata Naira tertawa."
"Cepetan telepon sayang kata Naira disamping suaminya."
"Anggapun kembali memandamg istrinya sambil tersenyum."
"Ada bayarannya ya ... kata Angga dengan senyuman berbahayanya."
"Iya ... ntar bayarannya dibayar ... nanti malam ya ... jawab Naira tersenyum manja."
"Anggapun tersenyum dan mencium bibir Naira dengan lembut dan bersemangat Nairapun membalasnya dengan sukarela."
Nairapin memegang wajah suaminya dan menyapukan jari jempolnya dengan lembut ke bibir Angga dan menghisap jari jempol kemulutnya dan mengoleskannya ke bibirnya ... kemudian mengecup bibir Angga dan tersenyum ... kita lanjut nanti malam ya sayang.
"Ayolah ... kata Angga ... sambil menggelengkan kepalanya."
"Cepet telepon nanti keburu Kak Dirga gedor pintu ... kitanya yang ga asyik kata Naira tersenyum."
"Anggapun tersenyum membalas istrinya dan menelpon dokter Jennifer sesuai instruksi istri tersayangnya."
__ADS_1