Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 32. ES POTONG


__ADS_3

Hari ini Angga dan Annisa sengaja pulang kerumah lebih cepat dari pada biasanya.


Angga berencana mencari penjual es potong dan membawanya ke rumah.


" Kenapa kita cari es potong mas, kata Annisa ke suaminya.


"Es potong itu kesukaan Ara sayang, jawab Angga."


"Aku ingat dulu papa bawa gerobak es potong sewaktu Ara kecil untuk mengobati rasa kangennya."


Kami pun anak anak papa ... aku, Mahes, dan Dirga berebut antri untuk mendapatkan es potong itu. Enak rasanya . Seru pokoknya hehehehe, kata Angga tersenyum mengingat masa lalunya.


Papa selalu menyempatkan waktu sebulan sekali untuk memesan es potong beserta gerobaknya ke rumah.


"Ternyata ... Ara memang kesayangan dikeluarga mas ya, kata Annisa tersenyum."


Kami semua menyayanginya nis, bagi kami Ara masih tetap gadis kecil kami hehehe kata Angga dengan tertawa.


"Pantasan aja Ara moodnya seperti itu seloroh Anissa."


"La ... emangnya kenapa nis tanya Angga."


La ... emangnya kalian ini mas ... mas.


"Ara itu da tumbuh jadi gadis dewasa yang ga mau di kekang dan di atur atur."


"Biarkan aja mas Ara itu mandiri dan berikan kepercayaan untuk memutuskan apa yang dia inginkan."


"Aku yakin kok Ara anak yang cerdas dia bisa kok bertanggung jawab kalau kamu beri kepercayaan." Ucap Annisa sambil tersenyum ke suaminya."


"Iya la ... mungkin kamu benar sayang ... kadang mungkin kami yang sering ga sadar kalau semakin hari Ara pasti semakin besar dan dewasa hehehe ucap Angga sambil tersenyum.


"Itu la mas .... kalian bertiga terlalu memanjakan Ara ...adikmu."


"Kemana mana selalu dikawal diawasi. Mulai sekarang berilah kebebasan untuk Ara biar dia bisa bertanggung jawab pada dirinya sendiri dan orang lain."


"Dia pasti akan lebih menghargai kamu mas, ucap Annisa dengan lembut."


OK ... Sayang, aku akan pertimbangkan dengan baik saranmu. Thanks ucap Angga sambil menggenggam tangan istrinya dan tersenyum."


Setelah muter muter keliling kota akhirnya Angga menemukan penjual es potong. Sekarang susah mendapatkan es potong karena sudah banyak orang yang menjual eskrim yang mudah di dapat.


Setelah berdiskusi dengan penjualnya, Angga pun menyewa pick up untuk membawa gerobak es potong ke rumahnya.


Setelah sampai di rumahnya Anggapun mengumpulkan semua pelayan dan pekerja untuk berkumpul dan antri.


"Hari ini kalian boleh makan es potongnya sesuka kalian. Ini adalah tradisi keluarga kami hahahaha Anggapun tertawa senang.


Anggapun dan Annisa ikut mengantri. Angga menyuruh penjual es untuk membunyikan terompet es nya.


"Pretttt ... prettt ...pretttt ... es potong ... es potong.

__ADS_1


"Pretttt ... prettt ...pretttt ... es potong ... es potong.


Naira pun mendengar suar ribut ribut di halaman ... dia melihat dari jendela dan melihat penjual es potong.


"Papa ..... ini pasti ... papa." Pikir Naira."


"Oh papa ... ingat kesukaan Ara , kata Naira gembira."


Naira pun lari ke bawah ingin makan es potong kesukaannya.


Naira pun langsung bergegas turun ke halaman. Semua sudah mengantri termasuk Mahes dan Dirga.


"Ara ... jangan dorong dorong dong ... antri teriak Dirga sambil mengacak acak rambut Naira."


Naira pun antri seperti yang lain. Anggapun memvideokan momen langka ini dengan baik sambil tersenyum senang.


"Pak ... saya es potongnya tiga rasa ya hehehe senyum Naira mengembang."


"Yang rasa apa mbak, kata penjual es potong."


"Durian, coklat, dan vanila kata Naira dengan malu malu."


"Idih ... rakus amat adik kakak ini seru Mahes dibelakang Naira.


"Biarin aja la ... mumpung gratis Naira hanya tersenyum senang."


Setelah mengantri dan mendapatkan es potongnya para pelayan dan pekerja rumahnya pun pergi kembali ke pekerjaannya masing-masing dengan tersenyum.


"Kak ... mana papa ?... biasanya papa pasti ada di sini. Tanya Naira.


"Emang ngapain cari-cari papa? Tanya Dirga."


"Ya mo ngucapin makasih la sama papa yang sudah beliin es potong kesukaan Ara hehehe jawab Naira tersenyum bahagia.


Ga ada la ... Hari ini papa kan pergi ke kota B sama mama."


"Ooooo ... iya ya ... tadi pagi kan mama sudah kasih tahu."Lupa aku kak kata Naira tersenyum malu."


Trus yang pesan es potong ini siapa dong?" tanya Naira."


Tuuuuuu ... tunjuk Dirga dan Mahes serentak ke arah kakaknya Angga.


"Kak Angga ... jadi yang beli es potong ini kak Angga ucap Naira bingung."


"Ya ... iya la ... kakak ... kata Angga sambil berjalan mendekati mereka dengan menggandeng Annisa disebelahnya."


"Kok ... bisa ... seru Naira bingung."


"Kok bisa ... kok bisa ... ya bisa dong ... sambil mengacak-acak rambut Naira."


"Kak Anggaaaa ... seru Naira tak senang rambutnya di acak-acak."

__ADS_1


"Kita kan sedang marahan ... kata Naira jengkel."


"Eeeeeee ... siapa pula yang marah ... kamu aja kali ra .... kata Angga sambil tersenyum."


"Marah sama kakak kok ... ngambil es banyak banyak ... kata Angga tertawa.


"Ntar ku ganti kata Naira berjalan mendekati bapak penjual es potong."


"Pak beli es potong tiga rasa lagi kata Naira."


"Maaf non ..... sudah di borong semua sama mas itu sambil menunjuk ke Angga."


Muka Naira pun merah karena malu.


Semua tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Naira termasuk Annisapun ikut tersenyum.


"Iiiiiiiii apa ya ... malah ngetawain Ara seru Naira kesal."


"Pak tolong bungkusin es potongnya yang masih ada ya ... kasih ke adik saya semuanya ... dia yang doyan bangetttt. Kata Angga sambil menunjuk Naira."


Anggapun lalu menelpon seseorang. Bi sarmi tiba tiba datang membawa beberapa bungkus sembako yang ada di rumah dibantu dengan pak Jamal.


"Ini mas pesanannya tadi, kata bi Sarmi."


"Terima kasih ya bi pak Jamal kata Angga."


Anggapun mendekati bapak penjual es dan memberikan sembako dan uang es potong yang sudah di belinya.


"Ini pak ... buat bapak, dan terima kasih hari ini sudah membantu saya membuat senang adik adik saya."


"Terima kasih mas semoga murah rejekinya kata bapak itu sambil pulang naik pick up yang sudah di pesan Angga."


"Kak ... jadi ini gmn? Kata Naira sambil menunjukkan kantong plastik es potong yang di bawanya."


"Ya ... habiskan la ... kata Angga sambil tersenyum."


Blukkk ... Ara memukul bahu Angga dengan tiba-tiba.


"Mau bikin adiknya gendut ya kata Ara."


Semuanyapun kembali tertawa.


"Ya ... sudah ... sudah ... suara Annisa terdengar lembut."


"Bagaimana kalau kita habiskan saja rame-rame setuju ....


"Setujuuuuuu .... jawab mereka serempak."


Sore itu mereka tertawa dan bergembira bersama-sama sebelum keberangkatan Mahes dan Dirga kembali kuliah. Tak lupa merekapun ngobrol sambil menikmati es potong.


Momen momen seperti inilah yang akan selalu mereka kenang.

__ADS_1


__ADS_2