
Nairapun merasa senang karena Angga mau mendengarkan dan menurut selama tetapi di kolam renang. Setelah selesai terapi merekapun mandi dan sarapan di dalam pondok.
Banyak rencana yang sudah dipikirkan Angga untuk liburan bulan madunya.
Hari ini mereka ingin pergi menyusuri pantai.
Pantai adalah tempat wisata favorit Naira.
Naira sangat senang Angga mengajak jalan jalan.
"Wah ... pantainya indah ya disini ... warna lautnya pun sangat bagus kata Naira."
"Kita berfoto dulu ya kak ... kata Naira dengan gembira."
"OK ... kata Angga. "
"Merekapun mengabadikan momen kebersamaan dan kebahagiaan mereka berdua."
Setelah berjalan menyusuri pantai Anggapun mengajak Naira ke restoran untuk majan siang.
"Wow ... wow ... wow ... indah ... bener bener indah kata Naira kagum."
"Ingat sayangku ... jalan jalan ini ga gratis ya ... ada upah nanti malam buat aku ... kata Angga tersenyum."
"Itu aja terus yang di ingat kata Naira sambil mencubit pinggang suaminya."
"Aw ..aduhhhh ... kata Angga."
"Jatah nambah ni kalau main cubit cubit begini kata Angga menatap Naira tajam."
"Iya ... iya ... maaf sayang kata Naira kemudian mengelus elus pinggang Angga yang sakit."
"Ayolah kita masuk kata Angga."
Anggapun masuk bersama Naira ke dalam restoran kaca bawah laut sedalam 5,8 meter. Ini adalah salah satu restoran kaca bawah laut terbesar yang menjadi sorotan di dunia. Restoran yang sangat sangat menarik.
Merekapun duduk di bangku yang telah mereka pesan. Suasana restorannya sangat indah dan romantis.
"Terima kasiha ya kak ... kata Naira."
Pengalaman ini tak akan terlupakan."
Mereka pun menikmati makan siangnya dengan pemandangan biota laut yang sangat indah.
Setelah menikmati makan siang mereka berniat untuk melanjutkan wisatanya dengan snorkeling dan mengintip keindahan bawah laut Kepulauan Mal yang masih sangat terjaga.
"Yakin kak kita mau snorkling tanya Naira."
"Yup ... kata Angga."
"Ga usah kuatir sayang ... kita sewa pemandu.
"Ok ... sayang kata Naira memeluk pinggang suaminya sambil berjalan menuju tempat Snorkling.
Akhirnya merekapun snorkling dengan bantuan pemandu.
Mereka bisa menjumpai ikan-ikan yang eksotik dan juga penyu berukuran besar yang asyik berenang di antara karang.
Naira dan Angga pun tak lupa berfoto dengan kamera underwater untuk mengabadikan momen liburan romantis ini.
"Wow ... asyik ya kak kata Naira tersenyum senang setelah snorkling."
Raut mukanya cerah dan terlihat sangat senang.
__ADS_1
"Yuk balik pondok kata Angga."
Naira mengangguk dan mengikuti suaminya.
"Mandi bareng yuk ... yang kata Angga sampai di pondok."
"Mandi dulu aja lah ... ntar aku nyusul kata Naira sambil mengambil minuman di kulkas karena haus."
Angga keluar kamar mandi baru Naira mandi.
Selesai mandi merekapun beistirahat di pondok.
"Sayang ... kita makan disini saja ya ... malas keluar kata Angga."
"Kita pesen aja ya katanya lagi."
"Ya ... kata Naira malas."
Setelah makanan datang merekapun makan malam bersama di pondok dengan gembira.
"Yuk ... bikin oleh oleh buat mama papa kata Angga tertawa."
"Beli aja lah besok kata Naira gagal paham"
"Emang mau beli dimana kata Angga masih tertawa"
"Besoklah kita shopping. Baru kita beli yang cocok buat papa ... mama kata Naira langsung rebahan tidur diranjang."
"Anggapun langsung memeluk istrinya dan menciuminya dengan lembut."
"Emang papa ... mama minta oleh oleh apa bisik Angga."
"Tak tahu kata Naira bingung."
"Sayang .... papa mama minta ... oleh oleh cucu kata Angga tertawa. Naira pun ikut tertawa ... memang ya cari cari kesempatan terus.
Naira yang masih bingung malah ikut terlena dengan tingkah laku Angga yang sudah berselancar kemana mana.
Anggapun semakin berselancar dengan hebatnya dan Nairapun mengikuti dan menikmatinya.
Malam ini mereka habiskan dipondok dengan suka cita.
Pagi hari suasana dipondok sangat sejuk ... merekapun malas keluar karena terlalu dalam dan lama berselancar menyebabkan mereka terlalu kecapean.
"Pagi sayang kata Angga sambil mencium kening istrinya."
"Laper yang .... kata Naira."
"Ntar aku pesenin dulu ya kata Angga."
"Sayang sekalian pesenin air mineral ya aku pingin bikin Pongmie."
"Jadi pesen makan ... apa mo makan Pongmie aja kata Angga."
"Pesen aja makanan sekalian ... hari ini aku malas ke luar sayang kata Naira masih malas malasan di ranjang."
"Ok ... kata Angga."
"Kamu mau makan apa yang kata Angga lagi."
Terserah kamu saja ... kata Naira menarik selimutnya lebih keatas menutupi tubuh polosnya.
"Sayang hari ini jatahku nambah ya ... kata Angga tersenyum penuh arti."
__ADS_1
"Kita lanjut ntar malam aja ya sayang ... kata Naira manja."
"Ok la ... aku mandi dulu ... kata Angga bergegas ke kamar mandi."
Nairapun turun dan mengikuti suaminya.
Setelah selesai merekapun sarapan pagi bersama dan menikmati pemandangan pantai di belakang pondok.
Dua hari ini mereka menghabiskan waktunya di pondok saja.
Hari ini mereka akan pergi jalan jalan ke Pulau Ale di kawasan Kepulauan Mal setelah dua hari di kamar saja. Pulau Ale adalah tempat wisata romantis merupakan ibukota dari Kepulauan Mal. Di pulau ini, Angga dan Naira berencana jalan-jalan seru dan window shopping di pasar tradisional yang menjual berbagai souvenir
menarik.
"Sayang ini bagus buat oleh oleh kata Angga."
"Ambil beberapa yang ... aku pilih gantungan kunci dulu ... ini bagus dan lucu lucu kata Naira."
Tiba tiba seseorang menepuk pundaknya.
Naira ... kata seorang mengagetkannya.
Suara laki laki ... siapa sih batin Naira. Ini di negara orang ... kok ada yang kenal aku batinnya lagi.
Nairapun menegakkan badannya dan melihat ke orang itu.
Kamu Naira kan teman Sekar dan Ajeng anak SMP Bangsa katanya lagi.
Aku Arnol katanya lagi.
Naira masih bingung dengan orang yang didepannya.
"O ... iya ... iya ... katanya.
"Kamu dengan siapa kesini kata Arnol."
"Ooooo ... aku dengan suami aku kemari kata Naira masih mencoba mengingat ingat teman didepannya."
"Hei ... masih bingung ... lupa sama aku ya katanya tersenyum."
"Eeee ... iya ... maaf ya kata Naira."
"By the way ... mana suami kamu kata Arnol."
"Sayang sini bentar kata Naira memanggil Angga."
"Apa sayang kata Angga."
"Kenalkan ini suami aku kata Naira kepada Arnol."
"Oooo ... bukannya ... sempat berpikir sejenak."
"Bukannya anda kakak Naira katanya sambil meminta maaf."
"Saya suami Naira Angga kata Angga sambil menjabat tangan Arnol.
"Maaf kami tinggal dulu ya kata Angga sambil menggandeng Naira pergi meninggalkan Arnol."
"Sayang ... hati hati kalau ga kenal ... jangan sok akrab. Aku takut kamu kenapa napa kata Angga perhatian."
"Sudah kamu temukan yang mau kamu bawa pulang kata Angga."
"Nih ... kata Naira menunjukkan satu kantong oleh oleh yang dibawanya.
__ADS_1
"Sudah sore yuk pulang kita kata Angga."
"Yup ... baiklah ... kata Naira berjalan menggandeng Angga."