Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 93. KUNJUNGAN


__ADS_3

Hei sahabat de'arys para readers.


Jangan lupa ya tetap berikan like dan komennya


serta berikan vote dan rate nya supaya saya tetap semangat dan lebih kreatif lagi menyelesaikan cerita ini ... ciayooooo.


Thank you all ... love you ❤ de'arys❤


HAPPY READING


Pagi ini Naira bangun pagi dengan semangat. Dia ingin memasak bistik sapi kesukaan suaminya. Naira pun memasak sambil bersenandung riang.


"My baby sayang ... hari ini kita masakin papa ya ... kata Naira sambil mengelus elus perutnya yang masih rata.


Terdengar bunyi suara pintu apartemen terbuka ... Naira pun kaget mendengarnya ... Naira pun menjerit dan memanggil suaminya.


"Kak ... Anggaaaaa teriaknya dengan kuat."


Anggapun yang masih tidur tiduran kaget dan langsung keluar kamar pikirannya terjadi apa apa dengan Naira dan bayinya.


Dirgapun terlonjak kaget mendengar Naira teriak dan langsung keluar kamar secepatnya.


"Ada apa ra ... teriak Angga dan Dirga."


Naira mematikan kompornya dan menunjuk ke arah pintu.


"Itu kak ... ada yang buka pintu apartemen kata Naira cemas."


Tiba tiba muncul Mahes yang tersenyum kepada mereka semua ... surprise ....... kata Mahesa dan masuk ke dalam diikuti mama da papa.


"Kami sengaja berkunjung ke sini kata mama."


Mama ... papa kata Naira sambil berlari menuju mama papanya.


"Naira ..... teriak mama nya."


"Naira pun berhenti ... apa ma tanyanya sambil melihat mama."


"Ingat sayang kamu ini lagi hamil jadi jangan lari lari kata mama."


"Oooo ... kata Naira dan akhirnya Naira pun berjalan pelan mendekati mereka dan memeluknya."


"Ara rindu mama kata Naira."


"Ara rindu papa ... peluknya juga pada papa."


"Sama kak Mahes rindu juga ga kata Mahes."


"Iya dong ... akhirnya memeluk mahes sayang."


"Mahespun memeluk Naira sambil mengacak acak rambut Naira"


"Waaaa ... baunya sedappppp kata Mahes ... kebetulan aku lapar katanya."

__ADS_1


"Ayo ma ... pa ... semuanya makan. Hari ini Naira masak bistik panggang dengan kentang, wortel, dan buncis yang sudah Ara tumis tanpa minyak. Tapi pakai zaitun katanya. Ara juga bikin makaroni skotel pakai daging kornet katanya dengan senang."


Semua makan dengan lahap dan gembira kecuali Angga.


Ara menyiapkan bistik dengan tumisan dan saos sambal yang dibuatnya tapi Angga malah merasa mual dengan itu semua.


"Makan sayang ... itu kan kesukaan kamu kata Naira."


Angga langsung lari ke dalam kamar dan langsung muntah di kamar mandi.


"Semua heran melihat Angga."


"Ara segera menyusul suaminya.


Kenapa sayang ... mual lagi ya ... kamu ga berselera dengan bistik ya ... tanya Ara."


"Iya ... katanya."


"Ya sudah kita makan skotel aja ya sayang ... aku juga pingin makan itu katanya."


Angga dan Naira pun kembali ke meja makan.


"Kamu kenapa Angga kata papa."


"Ga apa apa pa ... kata Angga."


Naira membawa makaroni skotel yang masih panas ke meja makan.


Naira meletakkan 3 buah ke piring Angga dan mengambil 1 buah buat dirinya.


Mama papa dan Mahes melihat mereka dengan aneh.


Dirgapun tertawa melihat tingkah laku mereka.


Tenang semuanya ... kak Angga itu lagi kena couvade syndrome.


Akhirnya Dirga pun bercerita semuanya dan merekapun tertawa mendengarkan cerita Dirga.


"Sudah ... sudah ... jangan tertawa kata Angga ... ini namanya pengorbanan buat istri dan anak ... tahu ga ... kata Angga."


Naira pun tersenyum senang mendengar penjelasan suaminya.


"Kalau begini ini ... pasti akan repot kata mama nya."


"Apa ma ... kata Angga."


"Iya la ... kalau suaminya yang sakit gimana ntar bantu ngurusin istri yang hamil kata mama tersenyum."


"Iya ... ya ... kata Angga sambil berpikir."


"Ya .... kan ada kalian semua keluargaku kata Angga semangat dan percaya diri."


Semua yang ada diruanganpun tertawa mendengarnya.

__ADS_1


Setelah selesai makan merekapun berkumpul dan ngobrol diruang tamu sambil menonton tv bersama.


"Rindu ... ya pa bisa begini ...kata mama."


"Semua pada ngumpul kata mama berkaca kaca."


"Kok malah nangis sih mama ini kata papa memeluk mama."


"Sekarang ini kita lagi bahagia lo ... kata papa tersenyum."


"Iya ma ... ntar lagi dapat cucu kata Mahes tersenyum."


"Terus kapan giliran kamu Mahes kata papa tiba tiba."


"Ntar pa ... calonnya aja masih di cari cari katanya sambil terbatuk batuk."


Semua yang ada disitupun semua tertawa.


"Kok malah aku yang jadi bulian sih ... wah ... parah kata Mahes tersenyum."


"Dirga itu pa ... tanyain juga kapan."


"Dirga biar dulu kerja ... kata papa."


"Biar ga seenaknya sendiri ... belajar disiplin kata papa."


"Dirga itu mah tenang Mahes ... diam dism lepu istilah orang sono ... kata Angga."


"Maksudnya ... kata Mahes penasaran."


"Diam diam sampai kita balik ... dia sudah punya calonnya hahahaha ....."


"Tunggu aja kalo ga percaya kata Angga masih tertawa."


"Beberan ni ... kata mama memandang tajam ke arah Dirga."


"eeeee ... jangan percaya itu ma ... yang ngomong aja lagi kena sindrom. Omongannya ga bisa dipercaya ... hahahaaaaa kata Dirga tertawa."


"Sudah deh ma ... pa ... istirahat sana ... pasti capek kata Dirga."


"Iya ma ... pa ... istirahat dulu biar Naira siapin."


"Ga usah ra ... mama sama papa tidur kamar Mahes saja ... biar Mahes tidur sama Dirga ... sudah biasa kalau kami kesini"


"Iya ma ... pa ... kata Naira."


"Selamat istirahat katanya."


"Aku juga mau tidur dulu la sebentar ... ntar mau ikut kakak jalan ga ra kata Mahes pada Ara."


"Boleh kak ... aku mau jawab Ara."


"Ini ... mau mau aja di ajakin jalan orang lain kata Angga sambil mengacak acak rambut Naira."

__ADS_1


"Kalian ini la ... selalu aja suka ngacak acak rambut ... kebiasaan kata Naira sebal."


"Kebiasaan kata mereka bertiga tertawa."


__ADS_2