
Setelah mengantar kedua sahabatnya Naira pun ingin berbaring karena capek dia menuju ke kamarnya. Yulia dan 2 sepupunya lagi Kayla dan Nadia sudah berada di kamar Naira. Mereka sudah berkumpul di atas kasur Naira. Mereka berencana menginap dirumah keluarga bukan di hotel.
"Kalian sudah di sini rupanya, kata Naira sambil membuka lemari mengambil baju tidurny.
"Sudah setengah jam kami disini ra, timpal Kayla sambil tersenyum."
Nairapun segera menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya.
Naira sudah berganti bajunya keluar kamar mandi dengan muka yang fresh.
Naira dan ketiga sepupunya itu jarang bertemu dan berkumpul karena Yulia dan Kayla tinggal di luar kota, sedangkan Nadia masih belajar di luar negri. Mereka biasa berkumpumpul kalo ada momen momen yang penting saja.
Keluarga mereka terlalu sibuk degan bisnis dan kegiatan mereka masing masing.
Di kamar sebelah kamar Naira sedang bergerombol para laki-laki yang sedang bercengkrama. Mereka tertawa dan bercanda. Ya ... itu adalah kamar putra tertua yaitu Erlangga alias Angga pengantin lelaki.
"Yeee .... yang besok mau nikah .... nerves tu, ejek Dirga ke kakaknya Angga."
Nerves apa nerves tu ... timpal Delan sambil tersenyum ke arah Angga. (Sepupu dari pihak papa)
"So ... pasti dong bro ... gimana gitu ya? timpal Mahes sambil tertawa."
"aaaa kalian ini sok tahu aja, emang lu tahu. Ucap Yoga sepupu mereka dari pihak mamanya."
"Macam kamu kamu pernah mengalaminya, kata Yoga dengan tertawa."
__ADS_1
"Sudah ... sudah ... sebenarnya kalian kesini itu mau menghibur ku apa malah berdebat sih,kata Angga."
dengan ekspresi malasnya."
Mereka semua tertawa bersama.
Mereka mengisi waktu kebersamaan mereka dengan bercanda dan bercerita tetang hal yang lucu lucu.
Tepat pukul 12 malam mereka meninggalkan kamar Angga. Mereka memberikan angga waktu untuk beristirahat supaya segar di acara pernikahannya.
Angga berusaha memejamkan matanya tapi tidak bisa. Rasa kuatir dan gelisah melandanya. Dia hanya bisa merebahkan badannya saja tapi tidak bisa memejamkan matanya. Pikirannya berkecamuk hal-hal yg bermacam macam. Dia bangun dan mondar mandir di kamarnya. Akhirnya dia turun kebawah ... dia menuju dapur untuk mengambil minuman agar membuat hati dan pikirannya tenang.
Di dapur dia sedang melihat Naira mengambil air juga.
" Belum tidur kamu ra, ucap Angga ke Naira."
" Ga kak aku terbangun tadi dan haus. Makanya aku turun kesini mau ambil minum."
"Kak Angga ngapain kesini, tanya Naira."
"Harusnya kan istirahat biar fresh gitu lo ... besok, timpal Naira."
"Tolong ambilin orange juice jojo nya ra, perintah Angga menghiraukan pertanyaan Ara.
"Ini kak jojo nya."
__ADS_1
"Kakak kok belum tidur, hayooooo .... pasti nerves ya .....sambil tertawa cekikikan."
"Kamu ini malah tertawa ... sambil berjalan mendekat dan mengacak-acak rambut Naira."
Seperti biasa Naira malas kalo rambutnya di acak-acak seperti anak kecil.
" Kakakkkkkkkk...... seru Naira menghindar dengan suara lirih takut membangunkan seisi rumah."ðŸ¤
"Kamu ini ga memberi selamat ke kakak malah ngeledekin aja, kata Angga tiba-tiba.
"Hehehe ... tertawa Naira."
"Iya la ... iya ... sambil mendekati kakaknya
"Selamat ya kakakku sayang."
Naira lebih mendekat ke kakaknya dan memeluknya.
Anggapun membalas pelukan adiknya mencium kening adiknya dan berkata ...
"Terima kasih ya adikku sayang."
Setelah itu dia mengacak acak rambut Naira dan bergegas menuju kamarnya, sambil tertawa bahagia.
" Kak Anggaaaaa .... seru Naira sambil menghentakkan kakinya sebal."
__ADS_1
Diapun mengikuti kakaknya dan masuk menuju kamarnya.