Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya

Takdirku Menikah Dengan Duda Kaya
EPISODE 46. KERJA


__ADS_3

Seminggu ini Darren sudah mulai kerja di perusahaan papanya. Perusahaan Rajasakarya bergerak di bidang properti. Untuk sementara Darren bekerja sebagai Kepala Divisi Pengawasan Kontruksi. Tugasnya membuat laporan pengawasan proyek. Memastikan kualitas proyek kontruksi sesuai dengan perencanaan.


Banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan sehingga tak ada waktu lagi untuk dirinya sendiri.


Akhir akhir ini Darren sering uring uringan. Ada proyek besar yang harus dia tangani sehingga dia belum bisa bertemu dengan Naira.


Projek NAREVA adalah projek besutan Rajasakarya yang di gadang gadang menjadi The Gold Property di kota M.


Bagaimana tidak ... properti yang berdiri di lahan 37 hektar dengan segala infrastruktur yang dapat memanjakan. Proyek dengan milyaran rupiah yang harus dikerjakannya dengan serius dan tanggung jawab. Proyek besar dengan resiko yang besar pula.


Darren harus bekerja dengan keras untuk dapat membuktikan ke papanya bahwa dia mampu bertanggung jawab dengan resiko banyak pengorbanan yang harus dia lakukan.


Naira seperti biasa melakukan aktifitasnya pergi ke kampus. Banyak hal yang harus dia lakukan. Seminggu ini Naira sibuk pergi ke kampus untuk membaca baca buku tentang terapi pengobatan kelumpuhan seperti yang di sarankan dokter Pandhu.


Naira pun mulai rajin menelepon dokter Pandhu untuk meminta saran dan pendapat darinya. Banyak literatur yang dia temukan di perpustakaan yang ingin dia konsultasikan.


Hari ini sepulang dari kampus Naira berencana pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter Pandhu. Hari ini dokter Pandhu ada waktu sekitar 3 jam dari jam 2 sampai jam 5 sore.


Naira membawa mobilnya menuju ke rumah sakit dan berjalan menuju ke ruangan dokter Pandhu.


Naira mengetuk pintu dan masuk.


"Selamat sore dokter ... sapa Naira."


"Silahkan duduk ra ... kata dokter Pandhu."


"Begini mas ... saya menemukan beberapa buku yang bagus untuk terapi ... kira kira ... mana yang paling paling bagus menurut mas tanya Naira sambil menyerahkan beberapa buku yang di pinjamnya dari perpustakaan."


Dokter Pandhu pun mengamati buku buku yang di bawa Naira dan melihatnya satu persatu.


"Ini ra ... sepertinya bisa buat kakakmu "Manfaat Pijat Refleksi pada penderita stroke"


Di fisioterapi kan juga ada terapi manual seperti pemijatan. Kamu bisa coba dulu pelan pelan kata dokter Pandhu."


"Iya mas terima kasih kata Naira."

__ADS_1


Kruķ ... kruk ... kruek ...


"Kamu lapar ra ?... belum makan ... tanya dokter Pandhu tersenyum."


"E .. iya ... mas ... malu maluin aja kata Naira tersenyum malu."


"Yuk kita makan ... kebetulan aku juga lapar kata dokter Pandhu."


"Kebetulan di dekat rumah sakit ada kafe baru."


"Kita cobain yuk ... kata dokter Pandhu."


"Baikla ... mas jawab Naira."


Akhirnya merekapun keluar menuju kafe dengan mobil Naira.


Di jalan Darren melihat mobil Naira keluar dari rumah sakit. Tetapi dia tidak bisa berhenti karena masih bersama dengan para karyawan dari pemantauan di lapangan. Mobilpum melaju ke perusahaan Rajasakarya.


Darren berpikir akan segera menelepon Naira tetapi dia merasa tidak enak karena masih dalam posisi kerja bersama para karyawan.


Hampir setiap hari Darren sibuk dikantor dan dilapangan.


Malam minggu Darren mengajak Naira untuk datang ke acara di perusahaannya.


Hari ini perusahaannya mengadakan pesta dalam rangka mempromosikan dan memperkenalkan "The Gold Property".


Banyak para pejabat, relasi dan eksekutif muda yang hadir untuk menyaksikan promosi "The Gold Property" by Rajasakarya.


Naira mondar mandir sendirian menikmati acara yang dia tak tahu. Darren masih sibuk dengan pekerjaannya mendampingi dan memperkenalkan produk dari perusahaannya.


"Naira ya ... kata seseorang menyapanya."


"Ini aku ... Nora ... kakak Arka.


"Eee ... kak Nora ... apa kabar? kata Naira."

__ADS_1


"Baik ... kamu sama siapa ke sini tanya Nora lagi."


"Ini kan acara bukan untuk anak kuliahan kata Nora."


"Aku datang bersama kak Darren ... itu yang sedang ngobrol."


"Ada hubungan apa kamu sama Darren kata Nora sedikit ketus."


"Dia pacar aku ... kata Darren tiba tiba datang menghampiri."


"O... ya kata Nora terkejut."


"Naira pun mengangguk dan tersenyum."


"Ayo ra ... aku perkenalkan dengan papa aku ... kata Darren."


Merekapun berjalan mendekati papa Darren.


"Pa ... maaf ... perkenalkan ini teman Darren namanya Naira."


"Saya Naira om sambil menjabat tangan papa Darren."


"Oiya ... kata papa Darren menjabat tangan Naira sekenanya."


"Maaf ... saya harus pergi menemui tamu saya kata papa Darren dan pergi begitu saja."


Naira hanya diam terpaku ... merasa dia tidak diterima dan dihargai.


Nora yang melihat kejadian itupun tersenyum senang.


Sebaiknya aku pulang saja kak kata Naira dan pergi meninggalkan ruangan itu.


Darren mengikuti Naira tetapi papa memanggilnya. Darrenpun menghampiri papanya dan membiarkan Naira pulang sendirian.


Naira memesan taxi dan pulang ke kediaman Sukma Wijaya sendirian.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya untuk meningkatkan cerita ini, bila perlu dukung karya perdana saya ini dengan memberikan koin/poin. Terima kasih yang tak terhingga ... Love you all.


__ADS_2