
Pagi hari setelah sarapan Naira berjalan ketaman belakang rumahnya. Sudah lama dia tidak ke taman bermain yang dibuatkan papanya dulu. Naira duduk di ayunan sambil menikmati udara pagi yang sejuk.
Tiba-tiba ponselnya berderit drttt ... drttt ...
Nairapun menganggkat ponselnya dan melihat siapa penelponnya lewat layar ponselnya.
" Ya ... halo kak."
"Ada apa ya kak Darren menelpon Ara."
"Keluar yuk .... kakak jemput ya. Hari ini kan hari Minggu."
"Ada yang mau kakak omongin ra, kata Darren."
"Tapi ... kak, sambil berjalan dan berpikir."
"Aku ijin dulu ya sama papa dan mama."
"OK .... aku tunggu ya. Jawab Darren."
"Iya ... nanti aku telepon balik kak."
Naira pun menutup telepon dan berjalan kembali menuju rumah induk.
Dia berjalan menuju kamar mamanya dan mengetuk pintu.
"Tok ... tok ... tok ... ma ... mama ini Naira ... boleh masuk,kata Naira dari luar."
"Masuk ra ... kata mamanya dari dalam"
Naira masuk dan melihat mama dan papanya sedang duduk disofa dalam kamar sambil menonton tv berdua.
Naira berjalan kearah sofa dan duduk ditengah-tengah mereka dengan manja dan memeluk mamanya.
__ADS_1
"Ada apa ra, ... pasti ada maunya ... iya kan kata mamanya sambil membalas pelukan Naira dengan lembut dan tersenyum."
"Pasti ada apa-apanya ni ma ... kl begini, kata papa sambil mengelus-elus bagian belakang kepala Naira.
"Pa ... ma ... boleh ya Naira pergi jalan-jalan ke Mall kata Naira dengan tersenyum manja melihat papa dan mamanya.
"Sama Ajeng dan Sekar kan ? tanya mamanya."
"Hehehe ... nggak ma, jawab Naira sambil tersenyum."
"Ha ... apa? ... kata mama dan papanya serentak."
"Jadi kamu pergi sama siapa ra tanya mamanya kuatir."
Kak Darren ... pa ... ma, jawab Naira singkat."
"Boleh ya ... boleh ya pa ... ma sambil merengek manja."
"Janji ... Naira g ngapa-ngapain pa ... sambil mengangkat kedua jari telunjuk dan tengahnya."✌
"mmmmm .... mereka ada acara keluarga pa, jawab Naira cepat."
Karena pada kenyataannya Sekar dan Ajeng sedang ada acara dengan keluarganya, dan Naira tidak mau berbohong dengan papa dan mamanya lagi.
Sebelumnya ... setelah Darren menelepon sebenarnya Naira terlebih dulu menelepon Sekar dan Ajeng untuk menemaninya ke mal untuk bertemu dengan Darren. Tetapi keduanya mengatakan tidak bisa, dan terpaksa Naila harus berterus terang pada mama dan papanya. Dia takut terjadi huru hara seperti kejadian sebelumnya.
"Kamu pacaran ya sama Darren tanya mamanya tiba-tiba kepada Naira."
"Naira yang kaget menjawab dengan spontan.
"Tidak ... tidak ... tidak ma dengan muka memerah."
"Bener ... potong papanya."
__ADS_1
"Kok muka Ara merah lanjut papa sambil tersenyum."
"aaaaaaaa ... papa mama ... nih .... kata Naira dengan manja sambil berdiri dari sofa da maju ke depan mereka.
"Boleh ya ... Naira juga bosan pa ... ma dirumah melulu."
"Naira ini sudah besar ma ... pa ... bukan anak kecil lagi." Kata Naira dengan tersenyum menjelaskan.
" Bagi kami kamu ini masih gadis kecil kami." Mamanya berjalan mendekat ke arah Naira dan memeluk nya. Papa juga mendekat dan memeluknya bersama-sama.
" Mama ... papa ... apa-apaan sih ini ... sambil melepaskan pelukan keduanya Naira berkata ...
"Ingat ma ... pa ... Naira sudah besar ... sudah lulus sekolah dan sebentar lagi ....Naira kuliah.
"Baiklah ... Naira boleh pergi ... tapi ...
"Tapi ... apa pa potong Naira."
"Suruh Darren datang kesini. Papa mau ngomong sama dia, kata papanya."
"Naira langsung memeluk papanya dengan gembira sambil mengucapkan terima kasih."
"Gadis manja kata mamanya sambil mengelus-elus kepala Naira."
Naira keluar dari kamar papa ... mamanya dengan gembira. Dia menuju ke kamarnya dan menelepon Darren dan memintanya untuk datang kerumahnya.
Naira masuk ke kamar dan mencuci mukanya lalu dia berganti pakaian.
Hari ini dia memakai jean pensil biru dongkernya dan mini dress sabrinanya. Rambutnya dibiarkannya terurai dan di beri bando mutiara putih yg dibelinya ketika jalan-jalan ke Lombok bersama keluarganya. Tak lupa dia memakai bedak dan liptin pink nya.
Naira berjalan menuju lemarinya dan mengambil tas slempang warna merahnya serta memakai sepatu sneaker warna merahnya senada dengan tasnya.
Hari ini Naira merasa sangat senang. Dia pun tak tahu mengapa. Setiap dia berbicara dengan Darren hatinya selalu gembira. Darren bisa membuatnya tertawa lepas dan bahagia.
__ADS_1
Setelah selesai Naira turun ke bawah ke ruang keluarga. Disana sudah duduk papa ... mama ... Darren dan tidak ketinggalan putra mahkota keluarga Sukma Wijaya ... siapa lagi kalo bukan Angga.
Darren memperhatikan Naira dengan takjub dan gembira. Naira terlihat sangat cantik. Walaupun dia berpakaian biasa dan sederhana tapi dari atas sampai kebawah yang dipakainya adalah barang-barang yang branded.